Pemerintah kembali menekankan pentingnya meningkatkan ekspor beras Haji Nusantara ke Arab Saudi, yang merupakan salah satu kebutuhan utama konsumsi jemaah haji Indonesia. Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, pemerintah perlu mempertimbangkan aspek harga beras Indonesia untuk meningkatkan kompetitivitasnya di pasar Arab Saudi.
"Jemaah kita tidak terbiasa dengan beras yang beredar di sana. Perbedaan jenis dan kualitas dapat mengurangi asupan makan mereka, yang berpotensi memengaruhi kesehatan," kata Jaenal. Ia juga menekankan pentingnya penyediaan beras Haji Nusantara yang memiliki kualitas dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia.
Menurut data, jumlah jemaah Indonesia beserta petugas diperkirakan mencapai 205.420 orang, dengan kebutuhan beras sekitar 3.911 ton yang akan disalurkan ke 75 dapur katering di Makkah dan Madinah. Sementara itu, empat importir di Arab Saudi telah menekankan kesiapan mereka menerima beras Indonesia dengan harga dan kualitas sesuai standar.
Saat ini, Perum Bulog juga menegaskan kesiapaannya dalam mendukung ekspor beras untuk kebutuhan haji dan umrah. "Kami memastikan seluruh ekspor beras mengikuti ketentuan perizinan yang berlaku, memenuhi sertifikasi halal, serta sesuai dengan standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA)," kata Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Pertumbuhan ekonomi melalui penguatan ekspor produk lokal menjadi komitmen Kemenhaj untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan jemaah haji, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Jemaah kita tidak terbiasa dengan beras yang beredar di sana. Perbedaan jenis dan kualitas dapat mengurangi asupan makan mereka, yang berpotensi memengaruhi kesehatan," kata Jaenal. Ia juga menekankan pentingnya penyediaan beras Haji Nusantara yang memiliki kualitas dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia.
Menurut data, jumlah jemaah Indonesia beserta petugas diperkirakan mencapai 205.420 orang, dengan kebutuhan beras sekitar 3.911 ton yang akan disalurkan ke 75 dapur katering di Makkah dan Madinah. Sementara itu, empat importir di Arab Saudi telah menekankan kesiapan mereka menerima beras Indonesia dengan harga dan kualitas sesuai standar.
Saat ini, Perum Bulog juga menegaskan kesiapaannya dalam mendukung ekspor beras untuk kebutuhan haji dan umrah. "Kami memastikan seluruh ekspor beras mengikuti ketentuan perizinan yang berlaku, memenuhi sertifikasi halal, serta sesuai dengan standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA)," kata Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Pertumbuhan ekonomi melalui penguatan ekspor produk lokal menjadi komitmen Kemenhaj untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan jemaah haji, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.