Beras Haji Nusantara, Potensi Ekspor Berharga untuk Pemerintah
Pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi dalam ekosistem haji, salah satunya dengan mendorong ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi. Perkiraan jumlah jemaah Indonesia beserta petugas pada musim haji 1447 H/2026 M mencapai 205.420 orang dan memerlukan beras sekitar 3.911 ton untuk disalurkan ke 75 dapur katering di Makkah dan Madinah.
Tantangan utama dalam ekspor beras Indonesia adalah harga yang belum kompetitif dibanding negara pesaing seperti Vietnam, yang menjual bebas 482 USD per metrik ton. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mempertimbangkan untuk memberikan dukungan agar harga beras Indonesia lebih terjangkau.
Saat ini, empat importir di Arab Saudi bersedia menerima beras Indonesia dengan catatan harga dan kualitas sesuai standar. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapannya dalam mendukung ekspor beras untuk kebutuhan haji dan umrah.
"Bulan ini, kami akan memastikan semua ekspor beras mengikuti perizinan yang berlaku, memenuhi sertifikasi halal, serta sesuai dengan standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA)," kata dia.
Pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi dalam ekosistem haji, salah satunya dengan mendorong ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi. Perkiraan jumlah jemaah Indonesia beserta petugas pada musim haji 1447 H/2026 M mencapai 205.420 orang dan memerlukan beras sekitar 3.911 ton untuk disalurkan ke 75 dapur katering di Makkah dan Madinah.
Tantangan utama dalam ekspor beras Indonesia adalah harga yang belum kompetitif dibanding negara pesaing seperti Vietnam, yang menjual bebas 482 USD per metrik ton. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mempertimbangkan untuk memberikan dukungan agar harga beras Indonesia lebih terjangkau.
Saat ini, empat importir di Arab Saudi bersedia menerima beras Indonesia dengan catatan harga dan kualitas sesuai standar. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapannya dalam mendukung ekspor beras untuk kebutuhan haji dan umrah.
"Bulan ini, kami akan memastikan semua ekspor beras mengikuti perizinan yang berlaku, memenuhi sertifikasi halal, serta sesuai dengan standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA)," kata dia.