Beras Haji Nusantara Dibawa Kebanyakan ke Arab Saudi untuk Membasahi Jemaah Haji, Tapi Apa yang Harus Diingat?
Dalam upaya mengoptimalkan potensi ekonomi dalam ekosistem haji, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bekerja sama dengan Perum Bulog untuk mendorong ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi. Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, jemaah haji Indonesia tidak terbiasa mengonsumsi beras yang beredar di sana, sehingga perlu penyediaan beras Haji Nusantara dengan kualitas yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mereka.
Kementerian Pertanian dan Perum Bulog bekerja sama dalam upaya ini. Jumlah jemaah Indonesia beserta petugas di musim haji 1447 H/2026 M diperkirakan mencapai 205.420 orang dengan kebutuhan beras sekitar 3.911 ton yang akan disalurkan ke 75 dapur katering di Makkah dan Madinah.
Namun, tantangan utama dalam ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi masih pada aspek harga yang belum kompetitif dibandingkan negara pesaing seperti Vietnam. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan Bulog dan mitra industri mendukung ekspor beras dengan memastikan seluruh ekspor mengikuti ketentuan perizinan yang berlaku serta memenuhi sertifikasi halal.
Pertumbuhan ekonomi melalui penguatan ekspor produk lokal diharapkan meningkat.
Dalam upaya mengoptimalkan potensi ekonomi dalam ekosistem haji, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bekerja sama dengan Perum Bulog untuk mendorong ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi. Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, jemaah haji Indonesia tidak terbiasa mengonsumsi beras yang beredar di sana, sehingga perlu penyediaan beras Haji Nusantara dengan kualitas yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mereka.
Kementerian Pertanian dan Perum Bulog bekerja sama dalam upaya ini. Jumlah jemaah Indonesia beserta petugas di musim haji 1447 H/2026 M diperkirakan mencapai 205.420 orang dengan kebutuhan beras sekitar 3.911 ton yang akan disalurkan ke 75 dapur katering di Makkah dan Madinah.
Namun, tantangan utama dalam ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi masih pada aspek harga yang belum kompetitif dibandingkan negara pesaing seperti Vietnam. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan Bulog dan mitra industri mendukung ekspor beras dengan memastikan seluruh ekspor mengikuti ketentuan perizinan yang berlaku serta memenuhi sertifikasi halal.
Pertumbuhan ekonomi melalui penguatan ekspor produk lokal diharapkan meningkat.