Pak/nye, apa arti dari tur ini? Mereka benar-benar mau membawa perangkat apa-apa saja untuk kebutuhan administrasi di Aceh Utara? Sepertinya serasa hanya sekedar promosi logo Kemendagri aja. Tapi, kalau benar-benar ada tujuan, kemudian minta sumbernya ya! Apakah asal dari 8.000 blangko KTP-el itu? Dari mana? Dan bagaimana caranya mereka bisa tahu bahwa masyarakat Aceh Utara membutuhkannya?