Kemenag Usul Tambahan Anggaran Besar untuk Pemulihan Sarana-Prasarana Agama di Sumatra
Menteri Agama Nasaruddin Umar telah menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp702,98 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sarana-prasarana layanan dan pendidikan keagamaan yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menurut Menag, usulan ini mencakup rehabiliasi dan rekonstruksi madrasah, pesantren, perguruan tinggi keagamaan, rumah ibadah lintas agama, pendampingan pasca bencana, serta bantuan bagi organisasi masyarakat keagamaan. Hal ini dianggap strategis dan mendesak untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat pasca bencana.
Data Kemenag menunjukkan bahwa tercatat 3.207 satuan layanan keagamaan dan pendidikan yang terdampak bencana di Sumatra, termasuk 562 madrasah, 1.033 pondok pesantren, 17 perguruan tinggi keagamaan Islam, 1.593 rumah ibadah lintas agama, serta unit layanan keagamaan lainnya.
Bantuan awal pascabencana yang telah disalurkan oleh Kemenag sebesar Rp75,82 miliar masih bersifat terbatas dan belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi sarana-prasarana yang rusak. Menurut Menag, bantuan ini hanya memberikan solusi sementara dan perlu diimbangi dengan upaya pemulihan yang lebih lanjut.
Dengan demikian, usulan tambahan anggaran Kemenag untuk pemulihan sarana-prasarana agama di Sumatra semakin penting dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat pasca bencana.
Menteri Agama Nasaruddin Umar telah menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp702,98 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sarana-prasarana layanan dan pendidikan keagamaan yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menurut Menag, usulan ini mencakup rehabiliasi dan rekonstruksi madrasah, pesantren, perguruan tinggi keagamaan, rumah ibadah lintas agama, pendampingan pasca bencana, serta bantuan bagi organisasi masyarakat keagamaan. Hal ini dianggap strategis dan mendesak untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat pasca bencana.
Data Kemenag menunjukkan bahwa tercatat 3.207 satuan layanan keagamaan dan pendidikan yang terdampak bencana di Sumatra, termasuk 562 madrasah, 1.033 pondok pesantren, 17 perguruan tinggi keagamaan Islam, 1.593 rumah ibadah lintas agama, serta unit layanan keagamaan lainnya.
Bantuan awal pascabencana yang telah disalurkan oleh Kemenag sebesar Rp75,82 miliar masih bersifat terbatas dan belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi sarana-prasarana yang rusak. Menurut Menag, bantuan ini hanya memberikan solusi sementara dan perlu diimbangi dengan upaya pemulihan yang lebih lanjut.
Dengan demikian, usulan tambahan anggaran Kemenag untuk pemulihan sarana-prasarana agama di Sumatra semakin penting dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat pasca bencana.