Kemenag Kembali Mencetak Al-Qur'an untuk Korban Bencana di Sumatra
Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia telah memutuskan untuk mencetak ulang Al-Qur'an untuk memenuhi kebutuhan para korban bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hal ini dilakukan karena jumlah Al-Qur'an yang sudah disediakan oleh Kemenag tidak cukup.
Saat ini, Kemenag telah membagikan sebanyak 9.000 Al-Qur'an kepada korban bencana, namun ternyata jumlah tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu, Kemenag segera mencetak lagi Al-Qur'an untuk memenuhi kebutuhan yang lebih banyak.
Selain mencetak Al-Qur'an, Kemenag juga akan membagikan buku-buku agama lainnya kepada korban bencana. Pasalnya, atas kejadian bencana di Sumatra, banyak perpustakaan yang rusak dan tenggelam.
"Kita tidak hanya membagikan Al-Qur'an saja, tapi juga buku-buku keagamaan yang penting bagi anak-anak kita yang perpustakaannya habis tenggelam," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar saat Upacara Hari Amal Bhakti Kemenag ke-80.
Menurutnya, buku keagamaan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan korban bencana di Sumatra. "Tentu saja, kita tidak hanya membagikan Al-Qur'an, tapi juga buku-buku keagamaan yang dapat membantu mereka dalam menjalani hidup setelah bencana," kata Nasaruddin.
Selain itu, Kemenag juga telah melakukan pembenahan rumah ibadah di Sumatra, termasuk masjid dan gereja. Menurutnya, sebagian besar rumah ibadah sudah bisa digunakan untuk beribadah, namun masih ada dua masjid yang belum bisa digunakan.
"Walaupun masih sambil jalan, kita akan melakukan pembenahan lebih sempurna lagi," kata Nasaruddin.
Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia telah memutuskan untuk mencetak ulang Al-Qur'an untuk memenuhi kebutuhan para korban bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hal ini dilakukan karena jumlah Al-Qur'an yang sudah disediakan oleh Kemenag tidak cukup.
Saat ini, Kemenag telah membagikan sebanyak 9.000 Al-Qur'an kepada korban bencana, namun ternyata jumlah tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu, Kemenag segera mencetak lagi Al-Qur'an untuk memenuhi kebutuhan yang lebih banyak.
Selain mencetak Al-Qur'an, Kemenag juga akan membagikan buku-buku agama lainnya kepada korban bencana. Pasalnya, atas kejadian bencana di Sumatra, banyak perpustakaan yang rusak dan tenggelam.
"Kita tidak hanya membagikan Al-Qur'an saja, tapi juga buku-buku keagamaan yang penting bagi anak-anak kita yang perpustakaannya habis tenggelam," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar saat Upacara Hari Amal Bhakti Kemenag ke-80.
Menurutnya, buku keagamaan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan korban bencana di Sumatra. "Tentu saja, kita tidak hanya membagikan Al-Qur'an, tapi juga buku-buku keagamaan yang dapat membantu mereka dalam menjalani hidup setelah bencana," kata Nasaruddin.
Selain itu, Kemenag juga telah melakukan pembenahan rumah ibadah di Sumatra, termasuk masjid dan gereja. Menurutnya, sebagian besar rumah ibadah sudah bisa digunakan untuk beribadah, namun masih ada dua masjid yang belum bisa digunakan.
"Walaupun masih sambil jalan, kita akan melakukan pembenahan lebih sempurna lagi," kata Nasaruddin.