Kejagung Tangani Kasus Konawe Utara, KPK: Tak Ada Kompetisi

Kejagung Tangani Kasus Konawe Utara, KPK: Tak Ada Kompetisi dalam Penanganan Perkara Dugaan Korupsi Tambang Nikel

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menangani kasus dugaan korupsi terkait tambang nikel di Konawe Utara, dan pihak yang terlibat tidak harus khawatir tentang kompetisi. Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya, tidak ada kompetisi dalam penanganan perkara ini.

KPK telah mendukung kebijakan Kejagung dalam pelaksanaan penanganan perkara Konawe Utara ini dan berharap agar perkara ini dapat segera diselesaikan. "Dan tentu KPK juga berharap penanganan perkara ini bisa dituntaskan, bisa diselesaikan di Kejaksaan Agung," ujar Budi.

Sebelumnya, KPK telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus tersebut pada 17 Desember 2024. Namun, Budi menuturkan bahwa penyelidikan terhadap tersangka Aswad, yang telah bergulir sejak 2017 ini, dilakukan secara optimal.

BPK tidak bisa melakukan penghitungan kerugian negara karena tambang yang belum dikelola dan tidak tercatat sebagai keuangan negara atau daerah. Oleh karena itu, penyidikan harus dihentikan. KAPUSPENKUM Kejagusan, Anang Supriatna, menyatakan bahwa sudah dilakukan penggeledahan di Konawe Utara dan Jakarta, termasuk perkantoran dan rumah.

Dalam kasus ini, Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung (JAM Pidsus Kejagung) telah memulai penyelidikannya sejak Agustus 2025.
 
Konawe Utara lagi-lagi jadi sorotan penangkapan korupsi πŸ€¦β€β™‚οΈ. Tapi sepertinya kurang ada kompetisi sih, kejagung udah tangani kasus ini dan sudah lama tidak ada kabar. Aku rasa penyelidikan Aswad udah lama berlangsung sejak 2017 dan masih belum ada hasil yang jelas πŸ€”. KPK juga sudah mendukung kebijakan ini, tapi aku rasa ini masih banyak hal yang tidak jelas. Misalnya, siapa sih yang benar-benar mengawasi keuangan tambang nikel di Konawe Utara? πŸ€‘ Dan apa yang akan terjadi dengan Aswad dan keluarganya setelah ini semua selesai? 😬
 
ini masalahnya, kPK jadi seperti kekuatan yang bisa diandalkan tapi juga terkesan tidak efektif dalam mengatasi kasus korupsi tambang nikel di Konawe Utara πŸ€”. kenapa? karena masih banyak yang dilakukan secara 'di balik layar' dan kurang ada transparansi dalam pengadilan, ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi keterlibatan lagi orang lain dalam kasus ini πŸ’ͺ.

menurut saya, lebih baik KPK berfokus pada penanganan perkara yang lebih kompleks dan memerlukan banyak sumber daya, seperti kasus korupsi di perusahaan-perusahaan besar atau kegiatan kriminal yang menciptakan dampak negatif terhadap masyarakat πŸ“ˆ.
 
aku pikir pihak kejagung justru malah membuat kesalahpahaman dan membiarkan kasus korupsi tambang nikel di Konawe Utara sampai tidak terselesaikan. apa yang salah dengan mereka untuk tidak menangani perkara ini dengan cepat? kalau ada kompetisi dalam penanganan perkara, itu berarti ada orang lain yang juga mengambil tindakan, tapi apa yang terjadi dengan otoritasnya? mungkin karena ada ulekan atau ada yang tidak suka dengan keputusan mereka. aku pikir ini semua hanya untuk mencari alasan dan memberi kesempatan bagi orang-orang yang bersalah untuk melarikan diri atau membengkeng.
 
Gini kaseumangan ya! Korupsi di tambang nikel, kalau tidak dieja, tentu aja akan gampusan KPK dan Jaksa Agung. Aku pikir pihak yang terlibat di kasus ini harus sabar-sabaran, karena JAM Pidsus Kejagung udah mulai penyelidikannya sejak Agustus 2025. Akan jadi lebih cepet kalau bisa dilakukan penggeledahan di Konawe Utara dan Jakarta, misalnya ke perkantoran dan rumah yang terlibat. Semoga saja kasus ini bisa diselesaikan dengan cepat dan tidak ada kompetisi dalam penanganannya 😊
 
Hahaha, apa kabar dudu? Saya pikir ini masih 2019 aja, korupsi tambang nikel di Konawe Utara masih belum terpecahkan πŸ˜‚. Saya rasa KPK dan Kejagung harus fokus untuk menyelesaikan kasus ini segera, jangan biarkan korupsi lagi berdarah di tanah air kita πŸ€•. Tapi, saya curhat, apakah ada kompetisi sih dalam penanganan perkara ini? Saya pikir KPK harus lebih fokus untuk menginvestigasi dan menyelidiki kasusnya, jangan biarkan korupsi lagi melemahkan kepercayaan masyarakat πŸ€”.
 
Kasus ni di Konawe Utara, tapi yang penting adalah JAKSA AGUNG udah tangani kasus ini, jadi tidak usah khawatir kompetisi. KPK juga mendukung kejagung, tapi sebenarnya penanganan perkara ini gampang banget. Penyidik udah mulai penyelidikan sejak Agustus, apa yang dibutuhkan lagi? πŸ€” BPK pun udah mengatakan tidak bisa melakukan penghitungan kerugian negara karena tambang yang belum dikelola. Saya rasa ini semua udah jadi bagian dari rencana kejagung, tapi gue nggak tahu apa yang diharapkan dari kasus ini. πŸ€‘
 
Aku kira ini kayak prosesnya normal banget, tapi aku rasa ada sesuatu yang salah. Tapi aku tidak benar-benar tahu apa itu karena aku lagi sibuk banget. Aku harap JAM Pidsus Kejagung bisa segera menyelesaikan kasus ini dan tidak ada kompetisi dalam penanganan perkara ini ya, karena itu buatan manusia. Aku juga harap Aswad bisa bebas dari tuduhan yang diberikannya, tapi aku rasa itu masih jauh untuk dijangkau.
 
Gue pikir ini gampang-gampungan, tapi siapa tahu ada kompetisi di balik ini. KPK jelas sudah mendukung kebijakan Kejagung, tapi itu tidak berarti mereka tidak bisa mengontrol kegiatan ini. Kalau benar-benar tidak ada kompetisi, apa yang membuat JAM Pidsus Kejagung memulai penyelidikan pada Agustus lalu? Gue pikir ada sesuatu yang kurang di balik skenario ini. Dan siapa tahu, ada beberapa orang yang menguntungkan dari kasus ini, tapi gue belum bisa melihatnya.
 
Kasus korupsi tambang nikel di Konawe Utara gini, harus dijawab siapa yang sudah ngeblokir uang dari negri kita πŸ€‘πŸ‘€. KPK juga tidak bisa ngatah-athain siapa yang ternyata korup. Saya pikir itu kasus yang susah banget, tapi kalau sudah tahu siapa yang bertanggung jawab, maka aja dia harus menerima hukuman yang tepat πŸ’ͺπŸ‘Š. Yang penting, ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia benar-benar ngakuinya dalam mengatur dan mengawasi negara kita πŸ™πŸ’―.
 
Makasih keberatan KPK dan Juru Bicara-nya, tapi masih perlu diteliti lagi siapa yang benar-benar ada dalam korupsi nikel di Konawe Utara 😐. Tidak bisa langsung dipercaya bahwa tidak ada kompetisi dalam penanganan perkara ini, padahal masih banyak hal yang belum jelas... πŸ€”
 
Wow 🀯, nih bro, kasus korupsi tambang nikel di Konawe Utara udah di tangani oleh KPK dan Kejagung, siapa tau gak ada kompetisi dalam penanganan hal ini πŸ˜‚. Budi Prasetyo bilang tidak ada kompetisi, tapi aku pikir lebih baik jadi seperti itu πŸ€·β€β™‚οΈ. Kasus ini udah melibatkan kejahatan besar, dan KPK dan Kejagung harus saksikan hingga akhirnya πŸ˜ƒ.
 
Kalau siapa tahu nanti kasus ini bisa diselesaikan dengan baik 😊. Aku rasa KPK dan Kejagung sudah berusaha keras untuk menangani kasus ini, dan aku yakin mereka tidak akan kalah kompetisi dalam menyelesaikannya πŸ€”. Aku juga senang melihat bahwa pihak yang terlibat dalam kasus ini tidak perlu khawatir tentang kompetisi, karena penanganan perkara ini sudah diatur dengan baik πŸ”’.

Tapi aku rasa masih ada yang bisa dilakukan untuk meningkatkan transparasi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus ini. Misalnya, KPK dan Kejagung bisa lebih terbuka tentang proses penyelidikan dan penanganan perkara ini, sehingga masyarakat bisa lebih mengetahui apa yang sedang terjadi πŸ“Ί.

Dan aku juga rasa penting untuk memastikan bahwa pihak yang terlibat dalam kasus ini mendapatkan keadilan yang sebenarnya. Jadi, saya berharap penyelesaian kasus ini bisa dilakukan dengan cepat dan adil πŸ’ͺ.
 
Wahhh, kasus korupsi tambang nikel di Konawe Utara ini masih belum selesai deh 🀯! KPK dan Kejagung gak perlu kompetisi, kan? Mereka sudah bekerja sama baik-baik aja. Saya harap gak ada lagi kebuntuan dalam penyelidikan ini, biar bisa segera diselesaikan πŸ•’οΈ. KPK udah mendukung kebijakan Kejagung, dan sekarang sudah bukti bahwa penggeledahan di Konawe Utara dan Jakarta udah dilakukan juga! πŸ’ͺ JAM Pidsus Kejagungnya mulai penyelidikannya sejak Agustus 2025, itu gak main-main deh! Saya penasaran, apa hasil penyelidikan ini nanti? πŸ€”
 
Heheh, gue pikir kPK itu kayak giliran nggak, kini kalau kejagung tangani kasus nikel di konawe utara, aku senang banget, tapi ari ari kayak kompetisi sih tidak ada? mungkin gue salah dalam pahamannya πŸ€”

mari kita lihat halaman KPK, lama kemarin mereka menerbitkan SP3 kasus nikel di konawe utara, tapi kini kalau kejagung tangani kasus itu, aku rasa sih tidak ada masalah lagi. gue harap penanganan perkara ini bisa segera diselesaikan πŸ‘

sebelumnya ada pesan dari BPK kalau tambang nikel di konawe utara belum dikelola dan tidak tercatat sebagai keuangan negara atau daerah, jadi penyelidikan harus dihentikan. tapi aku rasa sih sudah cukup jelas sekarang πŸ“Š
 
Kalau nggak salah kasus Konawe Utara ini ternyata bukan tentang kompetisi sih, tapi tentang nggak ada kerugian negri juga. KPK dan Kejagung udah nyanggengin prosesnya, jadi tidak perlu nggabuh-gabuh. Kasus tambang nikel itu pasti memerlukan penanganan yang hati-hati, tapi jangan lupa ada batasan sih, kalau kerugian negri belum tercatat, maka tidak bisa dilakukan penelitian lebih lanjut.
 
Kasus tambang nikel di Konawe Utara, jadi kira-kira apa yang terjadi? Mereka bilang tidak ada kompetisi dalam penanganan kasus ini, tapi benar-benar begitu? KPK sudah mendukung kebijakan Kejagung, itu bagus juga. Tapi masih banyak hal yang tidak jelas, seperti siapa-siapa yang terlibat dan apa aja yang dibawa oleh penyidik Jaksa Agung. Saya rasa masih perlu penjelasan lebih lanjut dari KPK dan Kejagung tentang apa yang dilakukan dan bagaimana hasilnya.
 
aseh dengerin kabar ini, ternyata Kasus tambang nikel di Konawe Utara udah diselenggarakan oleh KPK dan Jajaguan. tapi pernyataan Budi Prasetyo kayaknya harus dijelaskan lebih banyak, apa benar ada kompetisi dalam penanganan kasus ini? karena kalau tidak ada kompetisi itu berarti penanganan perkara ini udah lumayan baik.
 
heya, kasus Konawe Utara ini jadi masalah lagi... korupsi sama kejahatan buat makin banyak, apalagi JAKPIDSUS yang sudah mulai penyelidikan dulu. tapi apa bisa JAM Pidsus Kejagung ngerasa sendiri sih? masih ada kompetisi sih di balik layar, mungkin perlu penanganan lebih hati-hati sih...
 
Pokoknya kasus korupsi di Konawe Utara ini jadi tumpang menumpang kan? KPK bilang tidak ada kompetisi, tapi aku rasa ada yang salah. Penyelidikan terus berjalan sejak tahun 2017, tapi apa hasilnya? Belum ada kepastian, apa lagi sih? Budi Prasetyo bilang optimal, tapi aku rasa masih jauh dari optimal. KPK harus lebih transparan, jangan biarkan ini menjadi tumpang menumpang sama pihak yang terlibat. Aku harap agar penyelidikan selesai dengan cepat dan tidak ada lagi penipuan.
 
kembali
Top