Kejagung menganggap usulan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah tidak relevan. Relevansi usulan tersebut diperdebatkan oleh Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirtut JAM Pidsus) Kejagung, Riono Budi Santoso.
Riono mengatakan bahwa penghadiran saksi dalam persidangan bisa dilakukan jika ada permintaan dari hakim. Namun, sampai saat ini tidak ada perintah menghadirkan Jokowi. Nama Jokowi sendiri muncul dari keterangan saksi dalam persidangan, tetapi dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Jokowi tidak pernah dimintai keterangan.
Riono juga menyatakan bahwa nama Jokowi disebut oleh saksi yang bersangkutan, bukan oleh dirinya. Dia mengatakan bahwa penggunaan nama Jokowi dalam sidang itu tidak relevan dengan arahan yang diberikan komisaris utama PT Pertamina (Persero) sebelumnya, yaitu Basuki Tjahja Poernama alias Ahok.
Ahok sebelumnya meminta jaksa untuk memeriksa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) soal pencopotan dua mantan direktur anak usaha Pertamina yakni Djoko Priyono dan Mas’ud Khamid. Namun, Ahok mengaku tidak tahu kapan nama Jokowi akan diperdebatkan dalam sidang itu.
Sementara itu, Riono juga menyatakan bahwa penggunaan nama Jokowi tidak relevan dengan arahan yang diberikan Ahok sebelumnya. Dia mengatakan bahwa penggunaan nama Jokowi dalam sidang itu hanya disebabkan oleh saksi yang bersangkutan.
Riono mengatakan bahwa penghadiran saksi dalam persidangan bisa dilakukan jika ada permintaan dari hakim. Namun, sampai saat ini tidak ada perintah menghadirkan Jokowi. Nama Jokowi sendiri muncul dari keterangan saksi dalam persidangan, tetapi dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Jokowi tidak pernah dimintai keterangan.
Riono juga menyatakan bahwa nama Jokowi disebut oleh saksi yang bersangkutan, bukan oleh dirinya. Dia mengatakan bahwa penggunaan nama Jokowi dalam sidang itu tidak relevan dengan arahan yang diberikan komisaris utama PT Pertamina (Persero) sebelumnya, yaitu Basuki Tjahja Poernama alias Ahok.
Ahok sebelumnya meminta jaksa untuk memeriksa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) soal pencopotan dua mantan direktur anak usaha Pertamina yakni Djoko Priyono dan Mas’ud Khamid. Namun, Ahok mengaku tidak tahu kapan nama Jokowi akan diperdebatkan dalam sidang itu.
Sementara itu, Riono juga menyatakan bahwa penggunaan nama Jokowi tidak relevan dengan arahan yang diberikan Ahok sebelumnya. Dia mengatakan bahwa penggunaan nama Jokowi dalam sidang itu hanya disebabkan oleh saksi yang bersangkutan.