Kejagung: Jurist Tan Tetap Diproses Hukum bila Bukan WNI Lagi

Kejaksaan Agung menetapkan hukum Jurist Tan, meskipun dia adalah warga luar negeri. Sebelumnya, terdapat spekulasi bahwa jurist ini mengajukan izin menetap permanen di Australia.

Menurut informasi yang diterima dari pihak terkait, Kejaksaan Agung belum mendapatkan informasi yang konfirmatif tentang keberadaan Jurist Tan. Meskipun begitu, dia dipastikan tetap akan dihukum jika prosesnya terus berlangsung.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, tidak ada indikasi bahwa pihak yang membantu pelarian Jurist Tan. Meskipun demikian, dia masih menunggu dikeluarkannya red notice untuk melakukan tindak lanjut.

Kejaksaan Agung menyatakan bahwa mereka akan memeriksa kebenaran informasi tentang keberadaan Jurist Tan di Australia. Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook di Kemendikbudristek, dia berstatus sebagai buron.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, menekankan bahwa jika red notice sudah dikeluarkan, maka permintaan menetap dapat dihentikan prosesnya. Jurist Tan sendiri berada di kampung halaman suaminya di Sydney, Australia.
 
Gue pikir ini semua udah bagian dari konspirasi besar banget! Kekajusan Agung sengaja buat tuduhan terhadap Jurist Tan agar bisa mengawal dia lebih baik. Mungkin ada kerjasama antara kekajusan dengan pihak Australia? Udah lama gue tahu bahwa Jurist Tan sebenarnya tidak melakukan apa-apa yang salah, tapi siapa-siapa yang punya kepentingan sama sekali akan mencoba untuk menghentikan dia.

Gue juga penasaran mengenai red notice yang udah dikeluarkan. Apakah itu bukan cara untuk membatasi Jurist Tan agar tidak bisa melanjutkan pekerjaannya? Gue rasa ini semuanya terlalu kompleks dan ada sesuatu yang tidak jelas lagi...
 
Gue masih ingat kalau Jurist Tan itu kayaknya ada isu yang bikin kontroversi kan? Gue bilang kalau dia itu bukan asing juga, tapi gue kurang tahu siapa orang tuanya kan? Gue pikir dia ini memang masuk ke Indonesia pas kan? Tapi apa benar dia itu warga luar negeri? Gue penasaran banget kenapa ada pernyataan yang berbeda-beda di sini. Gue harap pihaknya bisa menjelaskan secara jelas siapa Jurist Tan dan apa yang benar-benar terjadi dengan kasus ini.
 
Wahhh, ciri-ciri korupsi yang bikin saya sakit kepala! Tapi, apa yang terjadi dengan orang yang bukan warga Indonesia tapi masih bisa dipenjara? 🤔 Kalau benar-benar tidak ada bukti, maka jangan penjara dulu kan? Saya pikir keberadaan Jurist Tan di Australia itu bukan urusan kami deh! 🙄 Lihat aja gak ke mana mereka mau mengambil sumpah kejujuran. Saya rasa lebih penting cari tahu apa yang benar dan tidak, bukan mencari alasan untuk penjara orang yang tidak ada hubungannya dengan korupsi di Indonesia. 🙏
 
Aku pikir gini, apa yang pasti bukan keberadaannya di luar negeri yang bikin jari-jari Indonesia tergelincir. Kalau dia bukan korupsi atau apa-apa yang bikin Indonesia marah, mending dia tidak dihukum kayak aja... 🤔👀
 
ini kisah yang menarik, gak bisa diprediksi siapa yang akan dihukum kapan aja, tapi aku rasa penting banget buat Kejaksaan Agung ngelajari tentang jurist Tan ini, apalagi kalau dia tidak punya dokumen yang benar-benar. aku rasa juga perlu diadakan pengecekan lebih lanjut tentang keberadaannya di Australia, gak usah dipertimbangkan hanya karena dia adalah warga luar negeri aja.
 
Gue pikir ini gue paham... Kejaksaan Agung gue coba ambil tindakan lawan, tapi gue ragu apakah dia warga luar negeri atau tidak... Kalau dia bukan warga Indonesia, gue rasa gak bisa dihukum kan? Gue khawatir ada konflik antara kejaksaan dan pihak yang membantu pelarian Jurist Tan... Gue harap gue bisa lihat informasi tentang red notice ini lebih jelas sebelum gue decide apa gue harus sambut gini.
 
Mana nih broo! Jurist Tan aja gini kan? Luar negeri dan masih bisa banget ikut masalah nasi makan Indonesia! 🤣 Apa kabarnya dia ini? Tapi kalau memang dia bukan warga kita, kenapa harus dipenjarahan ya? Belum juga ada konfirmasi sih dari pihak Australia tentang keberadaan Jurist Tan... kayaknya gampang banget dia lari ke Australia dan hidup bahagia! 😂
 
Gue pikir gini... jurist tan ini apa yang bikin kejaksaan agung penasaran? kalau dia bukan korupsi chromebook aja, kenapa mereka harus menetapkan hukumnya? dan siapa yang membantu pelarian-nya? ini kayakanya kesalahan sistem... tapi gue juga rasa kejaksaan agung harus tekan-tekan untuk memastikan hukumnya sudah benar. jadi, apa yang diinginkan gue adalah agar semua informasi terbuka dan transparan, biar kita bisa lihat siapa-siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas segalanya 🤔
 
Gak percaya banget sih kalau dia masih bisa dipenjara karena warga luar negeri aja! Tapi nggak jadi masalah lagi deh, karena Kejaksaan Agung kayaknya sudah ngerangkaian siapa dia dan apa yang dia lakukan. Nah, kalau sebenarnya Jurist Tan adalah warga asing dan terlalu serius diperdebatkan di Australia... mungkin gak perlu jadi ketergantaian lagi sih, kan?
 
Maksudnya apa sih kalau dia warga luar negeri? Maka apa kalau dia tidak bisa menetap dengerin kejaksaan agung. Apa yang salah dengan itu? Kalau mau menangkapnya, giliran kepolisian australia, bukan kejaksaan agung.
 
[Image of a person holding a "Wanted" poster with a confused expression]

[🤔😕]

[Australia map with a red X marked on it]

[🚫👋]

[GIF of a person trying to escape, but getting caught]
 
Saya rasa keputusan ini bukan tentang Jurist Tan itu sendiri, tapi tentang bagaimana cara mengelola kesalahpahaman dan informasi yang salah. Kalau benar dia adalah warga luar negeri, kenapa kejaksaan tidak bisa menunggu sampai dia kembali ke Indonesia sebelum melakukan tindakan? Ini bukan tentang kejahatan, tapi tentang bagaimana mengelola kesalahpahaman yang dialami oleh masyarakat. 🤔
 
Yaa, gue senang liat pihak kejaksaan berjuang keras untuk memutuskan jurist tan, tapi apa pun alasan, dia harus menghadapi hukuman yang adil, kan?
Gue pikir ini adalah kesempatan bagus untuk menebak bagaimana prosesnya terjadi. Mungkin ada beberapa informasi yang salah sebelumnya, tapi pihak kejaksaan tidak ingin biarkan semuanya berjalan dengan bebas.
Apa pun hasilnya, gue harap Jurist Tan bisa belajar dari kesalahan-kesalahannya dan jadi contoh bagus bagi para netizen kita yang suka membicarakan hal-hal seperti ini.
 
Aku pikir ini tentang apa yang benar-benar penting bukan? Atau hanya tentang hukum dan kejahatan? Aku pikir itu semua tentang bagaimana kita bisa memahami bahwa manusia adalah lebih kompleks dari sekedar pembunuh atau korup. Lalu, siapa yang mengatakan bahwa kita bisa mengatasi masalahnya dengan cara yang benar? Aku masih ragu apakah itu akan berhasil atau hanya membuat situasinya semakin buruk. Dan kemudian ada soal kebebasan, bukan? Apakah kita bisa mempercayai kebebasan seseorang jika dia sudah terikat dalam hukum? 🤔
 
kembali
Top