Kejagung Buka Opsi Ajukan Banding Vonis Rendah Isa Rachmatawarta

Kejagung Belum Menutup Kemungkinan Mengajukan Banding Terhadap Vonis Rendah Isa Rachmatawarta

Jumat, 9 Januari 2026, telah ditetapkan sebagai hari berita menarik bagi pecinta hukum dan penegak hukum. Putusan pengadilan terkait Kasus Korupsi PT Jiwasraya (Persero) yang melibatkan Eks Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Isa Rachmatawarta, punya putusannya yang cukup menarik. Setelah menjelajah proses pengadilan, hasilnya ternyata tidak sesuai dengan harapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena hukuman yang diterima terlalu rendah.

Menurut Riono Budisantoso, Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, putusan pengadilan tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU, yaitu empat tahun penjara. Namun, tidak ada yang membawa keberhasilan penegakan hukum bagi pecinta kemanusiawan.

Keputusan putusannya sangat dikecewakan oleh JPU terutama karena hukuman yang diterima Isa Rachmatawarta hanya 1,5 tahun, dibandingkan dengan tuntutan JPU yang mencapai empat tahun penjara.

Menurut Riono, pada umumnya JPU mengajukan upaya hukum ke pengadilan karena putusan hakim tidak memenuhi apa yang dituntut. Namun, di kasus ini, pematangan untuk keputusan upaya banding masih dilakukan oleh tim JPU.

Menurut Riono, hingga saat ini masih berlangsung proses pembaruan agar dapat membuat keputusan mengenai upaya banding. Proses ini memang dimulai setelah putusan dibacakan dan memiliki waktu tujuh hari.
 
Wah, gue penasaran juga sih apa yang bakal terjadi di kasus Isa Rachmatawarta. Gue rasa hukuman 1,5 tahun terlalu ringan banget, apalagi kalau JPU tuh udah tuntunya empat tahun penjara! ๐Ÿค”๐Ÿ˜’ Gue rasa Kasus Korupsi harus dibawa dengan serius, tapi gue juga pengen nonton kasus ini sampai habis, siapa yang bakal jujur dulu? ๐Ÿ“บ๐Ÿ‘€
 
Saya pikir kalau ada cara lain untuk memberikan hukuman yang lebih pantas bagi Isa Rachmatawarta, seperti melibatkan badan tertentu yang lebih independen, misalnya Kipadus (Komisi Pidana Usaha Danusuma). Mereka mungkin bisa menilai kembali putusan pengadilan dan memberikan hukuman yang lebih sesuai.
 
ini kasusnya kayak ngelametri kok, siapa aja yang bisa duduk santai 1,5 tahun penjara atas korupsi yang begitu berat? kalau anjing itu bisa dibawa ke banding, kenapa kita juga tidak bisa? kejaksaan harus lebih tegas, bukan cuma soal hukum tapi juga tentang keadilan. dan apa yang terjadi dengan tim JPU, sekarang masih ngelambarin kan apa, kayaknya ada sesuatu yang salah di dalam proses ini... ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
heya guys, aku pikir gue salah ketika bilang Isa Rachmatawarta bakalan mendapat hukuman yang sesuai... tapi sekarang aku pikir gue benar kok ๐Ÿค” apa sih yang salah? sih kalau hukuman itu terlalu rendah? tapi sih kalau itu bikin JPU kecewa juga? aku nggak tahu apa yang harus di lakukan disini... mungkin gue harus bawa ide-ide baru ๐Ÿค“
 
Gini nih, kalau nggak salah informasinya, kasus Isa Rachmatawarta ternyata masih belum ditutup karena terlalu rendah hukuman yang diterimanya. Saya nggak tahan lagi ya, 1,5 tahun? Itu apa bedanya sama dengan empat tahun? Sepertinya hukum ini tidak adil dan memang salah paham dari putusan hakim. Saya rasa keberhasilan penegakan hukum pada kasus ini ternyata masih belum jelas. Tunggu apa lagi, harus diajukan banding terlebih dahulu ya? Prosesnya panjang banget dan saya rasa sangat menipu.
 
omg gak percaya putusannya itu suda rendah banget... 1,5 tahun itu kayaknya terlalu ringan banget untuk korupsi yang melibatkan kasus jiwasraya ๐Ÿคฏ

aku tahu di balik penegakan hukum itu ada yang lebih penting lagi, yaitu upaya pengamanan data dan keamanan online. aku suka sekali bermain game online, tapi aku nggak tahu apa yang harus dilakukan untuk melindungi data aku sendiri ๐Ÿค”
 
Kalau nggak salah, Isa Rachmatawarta hanya mendapatkan 1,5 tahun penjara, tapi JPU nyangka dia akan mendapatkan empat tahun. Saya pikir ini kalau kasusnya tidak serius sama sekali ๐Ÿค”. Tapi, apa yang penting adalah proses hukum di Indonesia terus berjalan dan tim JPU sedang memproses upaya banding. Mungkin mereka bisa membuat keputusan yang lebih adil nanti ๐Ÿ˜Š.
 
Pikiran aku sih kayaknya kasus Isya Rachmatawarta ini masih belum selesai. 1,5 tahun itu terlalu ringan untuk korupsi yang dia lakukan! ๐Ÿคฏ Aku rasa JPU harus terus menuntun hingga akhir proses banding ini, biar gak kecewa lagi sama hakimnya. ๐Ÿ™„
 
ini nggak masuk akal deh, 1,5 tahun penjara untuk kasus korupsi yang serius begitu murah, siapa yang bisa nggak kesal? keberhasilan penegakan hukum harus lebih baik lagi, kalau tidak apa artinya pengadilan tidak efektif kayaknya ๐Ÿ˜’
 
Aku pikir lagi-lagi, Kejaksaan Agung nggak bisa banget menyelesaikan kasus korupsi itu dengan benar! ๐Ÿ™„ Setahun 1,5 tahun penjara bukanlah hukuman yang tepat untuk Eks Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatawarta. Aku rasa perlu ada upaya banding dari JPU agar putusannya bisa lebih tepat dan sesuai dengan tuntutan hukum. Aku juga berharap agar Jaksa Penuntut Umum tidak terlalu cepat menyerah dan terus melakukan upaya hukumnya sampai keesokan paginya ๐Ÿค”๐Ÿ’ผ
 
Sudah kayaknya kalau kita bisa belajar dari kesalahan orang lain, kan? Kali ya, apalagi JPU yang kecewa dengan hukuman Isa Rachmatawarta hanya 1,5 tahun. Yang penting adalah, JPU nggak mau menyerah dan masih terus berjuang untuk membuat putusan yang lebih tepat. Itu artinya, kesalahan bisa menjadi peluang bagus untuk belajar dan menjadi lebih baik. Kita jangan lupa, ada proses yang harus dilalui sebelum mendapatkan hasil yang diinginkan. Dan itu keduanya adalah kesabaran dan kerja keras. ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿ’ก
 
Bisa dibilang keputusan pengadilan di kasus ini benar-benar memecah kantong banyak orang, termasuk saya sendiri ๐Ÿค”. Dua tahun penjara kan belum cukup untuk korupsi yang serius seperti yang dilakukan Isa Rachmatawarta? Mungkin ada kemungkinan lagi bahwa putusan pengadilan ini tidak akan menjadi banding dan hukuman akan meningkat ๐Ÿคž. Tapi, apa yang pasti adalah JPU tidak puas dengan hasilnya dan belum berencana untuk mengajukan banding. Saya rasa masih banyak kejadian seperti ini yang terjadi di Indonesia, yang memang membuat kita merasa frustrasi ๐Ÿ˜’.
 
Kasus Korupsi PT Jiwasraya yang melibatkan Eks Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Isa Rachmatawarta, ternyata masih belum menutup kemungkinan mengajukan banding terhadap putusan pengadilan yang diterima. #Korupsi #PutusPengadilan

Aku pikir ini salah satu contoh bagaimana system hukum di Indonesia masih banyak kelemahan, seperti pada kasus-kasus korupsi yang sering kali tidak dihakimi dengan tangan yang lebih keras ๐Ÿค” #KorupsiIndonesia

Jika JPU memutuskan mengajukan banding, maka akan menjadi contoh bagaimana system hukum ini dapat diubah untuk memberikan keadilan yang lebih bagi masyarakat. #KeadilanHukum

Tapi apa yang harus dilakukan selanjutnya? Mereka harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hukum dan penegakan hukum ๐Ÿšจ #KesadaranMasyarakat
 
Haha, kira-kira gak bisa ngajak banter dengerin kabar ini ๐Ÿ˜‚. Kalau ngomong soal hukuman Isa Rachmatawarta yang hanya 1,5 tahun, gimana kalau kita pikir dia mungkin masih punya kemampuan untuk mengembangkan diri di masa depan? Mungkin dia tidak perlu dipenjara begitu lama, tapi dibutuhkan pelatihan atau rehabilitasi agar bisa menjadi warga negara yang lebih baik ๐Ÿค”. Dan siapa bilang hukuman 4 tahun penjara itu benar-benar adil? Mungkin ada cara lain untuk menyelesaikan masalahnya, seperti melalui program pembangunan diri atau pengembangan kesehatan ๐Ÿ’ช. Tapi, apakah kita semua hanya fokus pada "hukuman" saja, dan lupa tentang kemampuan orang lain untuk berubah? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ
 
gak jelas sih apa yang terjadi di pengadilan ni, empat tahun penjara suda terlalu rendah buat Isa Rachmatawarta, gimana kalau dia harus membayar denda atau sesuatu? apa benar JPU tidak mengajukan banding? gimana caranya putusan itu bisa dipastikan akurat? saya butuh sumber yang jelas, nggak cuma sapaan Riono aja
 
kembali
Top