Apa salahnya sih kejagung belajar dari kesalahan lama? Mereka sudah ambil data yang dibutuhkan di masa lalu, kapan sini lagi datang? Kalau mau memperbaiki tata kelola kehutanan, ganti dengan langkah nyentrik seperti ini. Kita jadi penasaran sih bagaimana cara mereka nih mengambil data yang benar dan tidak ada kecurupan.