Pipa Gas TGI Kebocoran, Mengancam Produksi Migas Nasional
Kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Indragiri Hilir, Riau, yang terjadi akhir pekan lalu, sudah berdampak langsung pada produksi minyak nasional. Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, timnya sedang menangani keadaan darurat tersebut dengan berencana langsung turun ke lokasi untuk memantau penanganan.
"Pembocoran ini di wilayah Indragiri Hilir harus segera kita selesaikan karena berdampak pada produksi minyak nasional," kata Laode di Kompleks BPH Migas, Senin. Meskipun angka pasti kehilangan produksi masih menunggu rilis resmi dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), dampaknya signifikan terutama di awal tahun.
Laode juga mengingatkan agar proyeksi produksi akhir tahun tetap pada target 610 ribu barel per hari (bph) harus segera dilakukan pemulihan untuk menjaga keamanan operasional. "Untuk awal tahun itu perlu kita pulihkan ya. Karena nanti berdampak pada proyeksi akhir tahun kita yang 610 ribu bph. Jadi kita harus buru-buru agar pipa ini segera bisa tersambung," ujarnya.
Pipa TGI merupakan penyuplai gas untuk pembangkit listrik yang menggerakkan operasional berbagai fasilitas produksi di wilayah tersebut. Kebocoran ini langsung terasa di operasi lapangan minyak Rokan (ROKAN) dengan banyak mesin-mesin pompa angguk di sana yang dibangkitkan dengan listrik dan gasnya dari pipa ini.
Corporate Secretary TGI Emil Ismail menyatakan prioritas adalah pengamanan lokasi, keselamatan warga, dan pemulihan operasi sesuai prosedur HSSE. Tidak ada korban jiwa, delapan warga dengan luka bakar ringan telah dirawat dan pulang.
TGI berkomitmen menanggung kerusakan aset warga dan meminimalkan dampak lingkungan melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Indragiri Hilir, Riau, yang terjadi akhir pekan lalu, sudah berdampak langsung pada produksi minyak nasional. Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, timnya sedang menangani keadaan darurat tersebut dengan berencana langsung turun ke lokasi untuk memantau penanganan.
"Pembocoran ini di wilayah Indragiri Hilir harus segera kita selesaikan karena berdampak pada produksi minyak nasional," kata Laode di Kompleks BPH Migas, Senin. Meskipun angka pasti kehilangan produksi masih menunggu rilis resmi dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), dampaknya signifikan terutama di awal tahun.
Laode juga mengingatkan agar proyeksi produksi akhir tahun tetap pada target 610 ribu barel per hari (bph) harus segera dilakukan pemulihan untuk menjaga keamanan operasional. "Untuk awal tahun itu perlu kita pulihkan ya. Karena nanti berdampak pada proyeksi akhir tahun kita yang 610 ribu bph. Jadi kita harus buru-buru agar pipa ini segera bisa tersambung," ujarnya.
Pipa TGI merupakan penyuplai gas untuk pembangkit listrik yang menggerakkan operasional berbagai fasilitas produksi di wilayah tersebut. Kebocoran ini langsung terasa di operasi lapangan minyak Rokan (ROKAN) dengan banyak mesin-mesin pompa angguk di sana yang dibangkitkan dengan listrik dan gasnya dari pipa ini.
Corporate Secretary TGI Emil Ismail menyatakan prioritas adalah pengamanan lokasi, keselamatan warga, dan pemulihan operasi sesuai prosedur HSSE. Tidak ada korban jiwa, delapan warga dengan luka bakar ringan telah dirawat dan pulang.
TGI berkomitmen menanggung kerusakan aset warga dan meminimalkan dampak lingkungan melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan.