Kebocoran pipa gas milik PT TGI di Riau mengancam target produksi minyak nasional. Kebocoran tersebut terjadi pada Jumat lalu dan berdampak langsung terhadap produksi minyak. Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa kebocoran ini sangat signifikan, terutama di awal tahun.
Laode mengatakan bahwa kebocoran ini perlu segera diperbaiki untuk menjaga agar proyeksi produksi akhir tahun tetap pada target 610 ribu barel per hari. "Untuk awal tahun itu perlu kita pulihkan ya. Karena nanti berdampak pada proyeksi akhir tahun kita yang 610 ribu bph," ujarnya.
Kebocoran pipa gas ini terjadi di wilayah Indragiri Hilir, Riau, dan menyebabkan api berhasil dipadamkan Sabtu dini hari setelah katup valve ditutup. Tidak ada korban jiwa, delapan warga dengan luka bakar ringan telah dirawat dan pulang.
PT TGI berkomitmen menanggung kerusakan aset warga dan meminimalkan dampak lingkungan melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Laode juga mengatakan bahwa timnya sedang menangani keadaan darurat tersebut dan berencana turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau penanganan.
Laode mengatakan bahwa kebocoran ini perlu segera diperbaiki untuk menjaga agar proyeksi produksi akhir tahun tetap pada target 610 ribu barel per hari. "Untuk awal tahun itu perlu kita pulihkan ya. Karena nanti berdampak pada proyeksi akhir tahun kita yang 610 ribu bph," ujarnya.
Kebocoran pipa gas ini terjadi di wilayah Indragiri Hilir, Riau, dan menyebabkan api berhasil dipadamkan Sabtu dini hari setelah katup valve ditutup. Tidak ada korban jiwa, delapan warga dengan luka bakar ringan telah dirawat dan pulang.
PT TGI berkomitmen menanggung kerusakan aset warga dan meminimalkan dampak lingkungan melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Laode juga mengatakan bahwa timnya sedang menangani keadaan darurat tersebut dan berencana turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau penanganan.