Kejadian ledakan dan kebakaran di lokasi produksi migas di Riau terjadi karena kebocoran pipa gas yang dipasok oleh PT TGI. Kebocoran ini terjadi di wilayah Indragiri Hilir, salah satu daerah penyebaran minyak berat di Indonesia. Ledakan dan kebakaran tersebut mengancam target produksi migas nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Dalam laporan yang diterima Tirto.id, Direktur Jenderal Migas menegaskan bahwa insiden ini sangatlah serius dan berdampak langsung terhadap produksi migas nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengaktifkan tim darurat untuk menangani keadaan darurat tersebut.
"Di wilayah Indragiri Hilir ini harus cepat kita selesaikan karena berdampak pada produksi minyak nasional", kata Laode, Direktur Jenderal Migas. Ia juga mengatur diri ke dalam turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau penanganan.
Kebocoran pipa gas ini terjadi di jalur Grissik-Duri dan didaftarkan oleh PT TGI pada tanggal 2 Januari 2026 pukul petang. Api berhasil dipadamkan pada Sabtu dini hari setelah katup tertutup. Namun, insiden ini masih berdampak signifikan terhadap produksi migas nasional yang seharusnya mencapai target 610 ribu barel per hari (bph) akhir tahun.
PT TGI telah berkomitmen untuk menanggung kerusakan aset warga dan meminimalkan dampak lingkungan. Selain itu, Corporate Secretary PT TGI, Emil Ismail menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah pengamanan lokasi, keselamatan warga, dan pemulihan operasi sesuai prosedur keamanan kesehatan, keselamatan kerja (HSSE).
Dalam laporan yang diterima Tirto.id, Direktur Jenderal Migas menegaskan bahwa insiden ini sangatlah serius dan berdampak langsung terhadap produksi migas nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengaktifkan tim darurat untuk menangani keadaan darurat tersebut.
"Di wilayah Indragiri Hilir ini harus cepat kita selesaikan karena berdampak pada produksi minyak nasional", kata Laode, Direktur Jenderal Migas. Ia juga mengatur diri ke dalam turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau penanganan.
Kebocoran pipa gas ini terjadi di jalur Grissik-Duri dan didaftarkan oleh PT TGI pada tanggal 2 Januari 2026 pukul petang. Api berhasil dipadamkan pada Sabtu dini hari setelah katup tertutup. Namun, insiden ini masih berdampak signifikan terhadap produksi migas nasional yang seharusnya mencapai target 610 ribu barel per hari (bph) akhir tahun.
PT TGI telah berkomitmen untuk menanggung kerusakan aset warga dan meminimalkan dampak lingkungan. Selain itu, Corporate Secretary PT TGI, Emil Ismail menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah pengamanan lokasi, keselamatan warga, dan pemulihan operasi sesuai prosedur keamanan kesehatan, keselamatan kerja (HSSE).