Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memperjuangkan beban pembiayaan yang dialami Pemprov Jawa Barat setiap tahun. Menurutnya, dana bagi hasil pajak dari Pemerintah Pusat ke Pemprov Jabar akan dipotong Rp2,45 triliun pada 2026, sehingga membuat beban ini sangat berat.
Di antara beberapa pos pengeluaran besar adalah biaya perawatan Bandara Kertajati yang mencapai Rp100 miliar per tahun dan biaya perawatan Masjid Al Jabar yang menelan anggaran sekitar Rp50 miliar per tahun. Bahan bakar juga merupakan salah satu kebutuhan utama di bandara, sehingga biayanya tidak dapat dikurangi.
Selain itu, Pemprov Jabar juga masih dibebani dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp600 miliar dan biaya sejumlah kegiatan pembangunan yang baru bisa dibayarkan pada Januari 2026 dengan nilai yang sama, yakni Rp600 miliar.
Namun, tidak ada perubahan dalam alokasi pembangunan wilayah Jawa Barat. Salah satunya adalah alokasi pembangunan jalan yang mencapai Rp4,5 triliun, naik Rp1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk menghemat anggaran, Pemprov Jabar memangkas beberapa pos belanja. Di antaranya, anggaran jamuan tamu dipangkas dari Rp3,5 miliar menjadi Rp500 juta dan pemangkasan anggaran baju dinas dan kendaraan dinas gubernur.
Gubernur sendiri telah menghapus beban berupa perjalanan dinas pemerintah. Saat ini, 2026, Rp1,5 miliar diturunkan menjadi Rp150 juta, dan beliau tidak menggunakan lagi perjalanan dinas pemerintah.
Di antara beberapa pos pengeluaran besar adalah biaya perawatan Bandara Kertajati yang mencapai Rp100 miliar per tahun dan biaya perawatan Masjid Al Jabar yang menelan anggaran sekitar Rp50 miliar per tahun. Bahan bakar juga merupakan salah satu kebutuhan utama di bandara, sehingga biayanya tidak dapat dikurangi.
Selain itu, Pemprov Jabar juga masih dibebani dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp600 miliar dan biaya sejumlah kegiatan pembangunan yang baru bisa dibayarkan pada Januari 2026 dengan nilai yang sama, yakni Rp600 miliar.
Namun, tidak ada perubahan dalam alokasi pembangunan wilayah Jawa Barat. Salah satunya adalah alokasi pembangunan jalan yang mencapai Rp4,5 triliun, naik Rp1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk menghemat anggaran, Pemprov Jabar memangkas beberapa pos belanja. Di antaranya, anggaran jamuan tamu dipangkas dari Rp3,5 miliar menjadi Rp500 juta dan pemangkasan anggaran baju dinas dan kendaraan dinas gubernur.
Gubernur sendiri telah menghapus beban berupa perjalanan dinas pemerintah. Saat ini, 2026, Rp1,5 miliar diturunkan menjadi Rp150 juta, dan beliau tidak menggunakan lagi perjalanan dinas pemerintah.