KDM Keluhkan Beban Jabar di Bandara Kertajati Rp100 M per Tahun

aku pikir kalau gubln jawa barat harus lebih rajin dalam menghemat dana lagi, karena potongan dana dari pusat masih bisa berdampak besar pada keuangan provinsi ini. aku juga rasa gublnnya harus lebih bijak dalam memprioritaskan biaya, misalnya biaya perawatan bandara dan masjid itu apa yang benar-benar penting untuk wilayah jawa barat?

aku kira kalau gubln jawa barat harus fokus pada proyek-proyek yang lebih bermanfaat bagi rakyat, seperti proyek pembangunan infrastruktur atau pendidikan. itu yang sebenarnya bisa memberikan dampak positif pada masyarakat dan tidak hanya berdampak pada keuangan provinsi ini saja 🤔
 
Gue pikir gini juga, kalau provinsi di Indonesia harus banyak lagi beban keuangan kayaknya gak bisa berjalan dengan baik ya... biaya perawatan Bandara Kertajati itu nggak sengaja bisa dibilang mahal kayaknya. Dan tunggakan BPJS kesehatan yang gede kayak apa? Gue rasa harus ada solusi yang lebih baik daripada mengurangi pos belanja aja... misalnya, nih, kalau pemerintah bisa membuat sistem pengeluaran yang lebih transparan sih. Dari sini kita bisa lihat mana yang nggak perlu dipotong atau kayaknya gak ada masalah lagi ya.
 
Maaf banget ya, gini gini.. Saya pikir Provinsi Jabar ini harus bisa lebih bijak dalam pengeluaran. Potongan dana Pusat itu memang berat banget, tapi apa salahnya Jawa Barat punya rencana yang lebih bijak? Mungkin harus bisa menghemat biaya-biaya yang tidak penting, misalnya jamuan tamu atau baju dinas. Sementara biaya perawatan bandara dan masjid itu memang penting, tapi bagaimana kalau kita cari cara lain untuk menghemat?

Saya ingat saat-saat saya kecanduan belanja dengan anak-anakku, saya pikir semua itu penting banget! Tapi sekarang, saya sudah bisa melihat bahwa tidak semua itu penting. Mungkin Jawa Barat harus bisa lebih bijak dalam pengeluaran, jadi mereka bisa memberikan manfaat untuk warga setianya. Dan ya, saya juga paham dengan keputusan mereka memotong listrik pada beberapa gedung pemerintah. Itu bagus banget!
 
Gue pikir penegakan beban keuangan ini bisa diatasi dengan cara-cara sederhana, misalnya dengan membuat sistem pengelolaan anggaran yang lebih terstruktur dan transparan. Gue juga suka menggunakan ide DIY untuk menghemat biaya, seperti membuat sendiri perabotan dan furnitur untuk kantor pemerintah. Bisa banget menghemat uang dengan cara ini! 💡📊
 
Gue rasa ini tapi nggak bisa dihindari ya... beban keuangan yang harus ditanggung oleh Pemprov Jawa Barat ini benar-benar makin berat setiap tahunnya. Potongan dana Pemerintah Pusat yang mencapai Rp2,45 triliun pada 2026 memang sangat mengancam kestabilan keuangan provinsi ini. Dan siapa tahu, biaya perawatan Bandara Kertajati dan Masjid Al Jabar ini masih bisa makin tinggi aja...

Gue juga paham dengan ketidakpastian dana Pemulihan Ekonomi Nasional yang mencapai Rp600 juta, tapi sebenarnya ini harus diatasi dengan lebih cepat ya... Jawa Barat masih banyak lagi tunggakan BPJS kesehatan yang mencapai Rp300 miliar. Selain itu, Provinsi ini dibebani oleh biaya pembangunan yang baru bisa dibayarkan pada 2026...

Saat ini, Dedi Mulyadi sebagai Kepala Pemprov Jawa Barat memang harus berjuang untuk menghemat anggaran dan mencari solusi alternatif... misalnya, dengan memotong sejumlah pos belanja atau menghapus baju dinas dan kendaraan dinas gubernur. Gue rasa ini sudah cukup banget ya...
 
Eh, sepertinya kaya-kaya Provinsi Jabar lagi nih... dana yang harus dibayarkan semakin banyak tapi biaya pun semakin banyak. Maka dari itu, siapa sangka kekayaan seseorang bisa jadi sia-sian. Misalnya, perawatan Bandara Kertajati dan Masjid Al Jabar memang penting tapi kok perlu biaya yang mahal? Sementara Jawa Barat masih punya tunggakan BPJS kesehatan yang lama banget, tapi mending lebih fokus pada hal itu ya...
 
kembali
Top