KDM Keluhkan Beban Jabar di Bandara Kertajati Rp100 M per Tahun

Kepala Pemprov Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengutuk beban keuangan yang harus ditanggung Provinsi Jabar tiap tahun. Potongan dana Pemerintah Pusat untuk Jabar mencapai Rp2,45 triliun pada 2026, jadi menjadi sangat berat bagi pemerintahan provinsi ini.

Pos pengeluaran besar di antaranya biaya perawatan Bandara Kertajati dan Masjid Al Jabar. Meskipun demikian, Jawa Barat masih memiliki tunggakan BPJS kesehatan yang mencapai Rp300 miliar. Selain itu, Provinsi ini dibebani oleh dana Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp600 juta serta biaya pembangunan yang baru bisa dibayarkan pada 2026.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat tersebut menyatakan bahwa peningkatan anggaran pembangunan wilayah Jawa Barat mencapai Rp4,5 triliun di tahun ini. Meskipun demikian, dia meminta agar pejabat dan pihak lain tidak terkejut ketika beberapa gedung pemerintah dimatikan karena listrik.

Dedi juga mengatakan bahwa Pemprov Jabar telah memotong sejumlah pos belanja untuk menghemat anggaran. Misalnya, jamuan tamu dipangkas dari Rp3,5 miliar menjadi Rp500 juta. Selain itu, dia juga menghapus baju dinas dan kendaraan dinas gubernur.
 
Uyukhhhh πŸ€¦β€β™‚οΈ. Kenapa gini? Pemerintah setiap tahunnya harus berbicara tentang beban keuangan apa lagi dana yang tidak cukup... Saya rasa yang diinginkan adalah prioritas untuk pembangunan sekolah-sekolah di Jabar, seperti pembangunan kelas perpustakaan atau lab ilmu pengetahuan. Kalau ada dana bisa digunakan itu. Tapi sepertinya lebih fokus pada pemerintahan dan infrastruktur... πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Hahaha, apa lagi yang bisa dibicarakan? Pemprov Jabar benar-benar kayaknya dalam kesulitan πŸ˜‚. Mereka harus memotong pos belanja untuk menghemat anggaran, tapi siapa bilang bahwa orang-orang di Jabar tidak ingin berbelanja? πŸ›οΈ Selain itu, peningkatan biaya perawatan Bandara Kertajati dan Masjid Al Jabar itu sebenarnya bisa dihindari jika Pemprov Jabar lebih waspada dalam merencanakan proyek-proyek pembangunan. Mereka harus lebih bijak dalam pengelolaan anggaran, ya... tapi saya rasa ini adalah topik lain untuk dibicarakan 😜.
 
πŸ€” Kepala Pemprov Jabar ini benar-benar tergantung pada apapun ya... 2,45 triliun punya biaya perawatan bandara dan masjid yang ngga bisa dihindari. Tapi apa kasih Rp300 miliar tunggak BPJS kesehatan? Sama-sama kan? πŸ€·β€β™‚οΈ Atau lebih baik lagi, dia harus minta bantuan dari pemerintah pusat dan kemudian nanti dia mau ngomong tentang biaya pembangunan 4,5 triliun itu. πŸ€‘ Yang penting adalah ada uang untuk pembangunan, tapi bagaimana caranya sih? πŸ€”
 
Maaf kalau aku bilang opini yang salah, tapi aku pikir pembangunan di Jawa Barat terlalu banyak ngeluar biaya! Rp4,5 triliun lagi? Itu berat banget buat pemerintah provinsi, aja sementara tunggakan BPJS kesehatan saja sudah mencapai Rp300 miliar. Aku rasa biar lebih hemat, aku pegangin beberapa pos belanja yang harus ditutup, jadi kita bisa fokus pada prioritas utama yaitu pembangunan infrastruktur yang benar-benar berguna. Aku juga ragu banget kalau gedung-gedung pemerintah harus dimatikan karena listrik, itu nggak masuk akal. Mungkin lebih baik cari cara lain buat menghemat energi, seperti menggunakan teknologi yang lebih efisien. πŸ€”πŸ’‘
 
Pikir aja, apa salahnya Kalija bisa mengutuk beban keuangan yang harus ditanggung Provinsi Jabar tiap tahun? Mungkin Kalija ingin bilang kalau Jawa Barat tidak bisa menangani semua biaya seperti itu sendiri. Tapi, siapa yang bilang kalau biaya perawatan Bandara Kertajati dan Masjid Al Jabar penting tapi tidak penting juga? Jika biaya-biayanya terlalu berat, apa Kalija akan bilang kalau harus dipotong aja? Mungkin bisa juga dihemat dengan cari alternatif lain, misalnya nanti bandara atau masjid itu bisa dipindah ke tempat yang lebih murah. Tapi, mungkin Kalija tidak ingin bilang hal ini karena sudah terlalu serius.
 
Gue pikir kalau ini tidak adil banget, ya! Mereka mau menanggung beban keuangan yang sangat berat, tapi mereka sendiri malah memotong pos belanja dan jamuan tamu. Padahal, ada masih banyak biaya lain yang harus dibayar, seperti biaya perawatan bandara dan masjid. Dan gue sih pengen tahu, bagaimana kalau mereka mau menanggung beban keuangan itu semua? πŸ€”πŸ˜’

Dan, apa dengan dana pemulihan ekonomi nasional yang sebesar Rp600 juta? Gue pikir itu seharusnya digunakan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak krisis ekonomi. Tapi, sepertinya itu semua hanya anggaran yang sama-sama dibebani oleh pemerintah provinsi ini. Hmm... gue pikir perlu ada pengecekan lebih lanjut tentang pengelolaan anggaran ini. πŸ“ŠπŸ‘Ž
 
Gak bisa dipungkiri ya, beban keuangan yang harus ditanggung oleh Pemprov Jabar ini sebenarnya sangat berat banget! Potongan dana dari Pemerintah Pusat itu salah satu yang menjadi penyalahgunaan anggaran. Sepertinya pemerintahan provinsi ini masih banyak lagi hal-hal yang perlu diregangkan untuk menghemat biaya, misalnya seperti gaji pejabat dan bunga utang. Dan apa yang mereka lakukan sekarang? Menyita listrik bagi gedung-gedung pemerintah! Gak jadi masalah kalau kita harus cuti listrik selama 1 minggu ya πŸ˜’
 
Oooh, gue sibuk banget dengan urusan wellness kuee πŸ§˜β€β™€οΈ! Gue lihat news ini, tapi gue pikir itu masalah pemerintah provinsi aja, bukan kita masyarakat 😊. Mereka harus cari cara untuk menghemat anggaran, kayaknya bisa diurangkan biaya operasional kantor ya, bukan semua pos belanja dipotong 🀯. Gue lebih fokus pada diri sendiri, seperti meditasi dan olahraga, tapi gue still support pemerintah untuk mencari solusi yang baik 😊.
 
omg kalau ga berhati hati siapa tahu apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah Jabar sih, tapi kayaknya ada saran dari Dedi Mulyadi untuk menghemat anggaran di beberapa hal seperti jamuan tamu dan baju dinas, kan wajibnya mereka harus bisa mengelola dana dengan baik juga ya, siapa tahu bisa jadi beberapa gedung pemerintah dimatikan karena listrik itu bukan masalah besar kalau ada saran yang tepat, hehehe 😊
 
Pagi, kabarnya yang bikin saya pikir... apakah pemerintah provinsi masih nggak bisa mengelola anggarannya? Rp 4,5 triliun untuk pembangunan, tapi masih ada banyak biaya lain yang harus ditanggung. Saya bayak nggak percaya kalau gedung-gedung pemerintah itu akan dimatikan listrik. Maksudnya, apakah ini adalah contoh dari efisiensi?
 
aku penasaran kenapa pemerintah Provinsi Jabar harus dibebani begitu berat? di tahun ini mereka masih banyak utang dari BPJS kesehatan sebesar Rp300 miliar, sih... aku pikir semoga giliran tahun 2026, kalau tidak ada potongan dana Pusat, apa caranya mereka bisa memenuhi anggaran. dan ayo banget biaya pembangunan, tapi nanti kalau tidak ada uang, bagaimana aja? aku senang jika pejabat bisa jujur mengatakan apa yang harus dilakukan, bukan cuma menutup mata dan biarkan masalah itu berlanjut.
 
Gue pikir kalau ini salah strategi nggak? Mereka memotong pos belanja, hapus baju dinas, dan kendaraan dinas tapi masih harus mematikan listrik gedung pemerintah? Siapa yang nanti bakal bayang- bayakan biaya pembangunan itu? Gue rasa si Pemprov Jabar harus cari cara lain buat ngelola anggarannya. Mungkin ada biayanya yang bisa dihemat di tempat-tempat lain, gak perlu kayak gitu...
 
Wah kaya sih kebenaran tentang beban keuangan yang harus ditanggung Provinsi Jabar nih πŸ˜…. Potongan dana Pemerintah Pusat naik naik banget, tapi gini saja masih banyak biaya lainnya yang harus dipertimbangkan. Nah, toh jadi gak heran kalau ada beberapa gedung pemerintah dimatikan karena listrik, kan? 🀯 Masih banyak ketergantungan pada sumber daya lama, padahal teknologi sudah maju banget sekarang! πŸ’»

Saya rasa Gubernur Jawa Barat itu benar-benar ingin hemat dan efisien dalam pengeluaran, tapi gini juga perlu ada keterlibatan masyarakat agar bisa memahami situasi apa yang dialami oleh Pemprov Jabar. Yang penting adalah Provinsi ini tetap bisa memberikan pelayanan terbaik untuk rakyatnya, kan? 🀝
 
Gue rasa masih bisa dilakukan kembali nih, potongan dana yang besar itu gue rasa tidak adil sama sekali. Jawa Barat memang memiliki masalah keuangan, tapi apa artinya harus dipungut lebih banyak dari pendapatan kita? Gue pikir ada cara lain untuk menghemat, misalnya meminjam uang bank atau mencari sponsor. Dan siapa yang bilang bahwa pejabat dan pihak lain tidak harus terkejut ketika gedung-gedung itu dimatikan? Itu gue rasa masih bisa dilakukan lagi nih, biar kita punya anggaran untuk proyek-proyek penting juga.
 
ini kabar yang bikin sikit kecewa, kabar tentang beban keuangan Pemprov Jabar ini terus balik ke muka lagi... Rp2,45 triliun itu besar banget! padahal kita sudah harus bayar dana BPJS kesehatan yang mencapai Rp300 miliar. dan masih ada biaya perawatan bandara dan masjid yang harus dibayar juga... kayaknya kita harus lebih bijak dalam pengeluaran ya?
 
Saya pikir ini sangat parah banget ya... Kita nggak percaya kalau Pemprov Jabar harus berat-berat seperti ini. Rp2,45 triliun itu biayanya? Bagaimana caranya mereka bisa menghemat anggaran jika ada masalah keuangan yang serius seperti tunggakan BPJS kesehatan yang mencapai Rp300 miliar? Sepertinya lebih baik kalau Pemerintah Pusat memberikan bantuan yang sebenarnya dibutuhkan. Saya juga penasaran apa yang di lakukan dengan dana Rp4,5 triliun itu... πŸ€”
 
Gak bisa banget kan kalau Jawa Barat terus gini? Potongan dana Pusatnya begitu besar, tapi tunggakan BPJS kesehatan masih Rp300 miliar! Gak bisa dipungut pajak atau apa? Saya rasa perlu ada rencana yang lebih bijak dari ini. Misalnya, buat program pembayaran BPJS secara bulanan atau jadikan dana Pemulihan Ekonomi Nasional untuk hal lain. Dan siapa tahu, kalau nggak ada beban keuangan seperti ini, mungkin bisa fokus utama di bidang pendidikan dan kesehatan ya!
 
Maafin bro, apa artinya pemerintah di setiap level harus banyak beban? Potongan dana Pusat bisa bikin Jawa Barat sulit, tapi juga bisa jadi kesempatan bagus buat meningkatkan efisiensi biaya, kan? Contohnya seperti memotong listrik untuk gedung-gedung pemerintah, atau mengurangi jamuan tamu. Mungkin kalau kita sibuk dengan hal-hal penting, lainnya tidak akan pernah selesai, deh 😊
 
Pengeluaran itu bikin pemerintah provinsi ini capek banget 🀯. Biar apa keuntungannya kalau pemerintahan harus capek terus πŸ˜“. Mungkin sebaiknya mereka nanti buat skema yang lebih efisien dan hemat biaya biar nanti tidak pernah capek lagi πŸ’‘.
 
kembali
Top