KDM Keluhkan Beban Jabar di Bandara Kertajati Rp100 M per Tahun

Gubernur Dedi kayaknya benar-benar kecewa dengan pembayaran dana bagi hasil yang dikurangi hingga Rp2,45 triliun. Maksudnya apa? Pemprov Jabar harus menanggung beban besar untuk perawatan bandara dan masjid, serta PEN sebesar Rp600 miliar. Tapi apa yang dibantu kebanyakan itu adalah pengeluaran pembangunan jalan yang naik dari Rp3 triliun menjadi Rp4,5 triliun.

Gini, siapa yang tahu nanti dana bagi hasil yang dikurangi sebesar Rp2,45 triliun itu bisa digunakan untuk hal yang lebih penting lagi, seperti pembangunan infrastruktur yang lebih baik atau pelayanan publik. Jadi, saya rasa ini perlu diseimbangkan agar Pemprov Jabar tidak terlalu berat dalam menanggung beban tersebut. 🤔💸
 
Uihh, kabar gembira saking Pemprov Jabar mau menghemat biaya ya... sebenarnya apa yang salah dengan pembangunan kita? Kalau tidak ada kekhawatiran, kapan kita bisa melihat hasilnya? Saya suka pengeluaran besar dipotong, tapi kayaknya harus ada prioritas juga. Misalnya, Bandara Kertajati itu penting deh, bagaimana kalau pesawat tidak bisa mendarat di sini? Dan Masjid Al Jabar, aku rasa ini sangat penting untuk umat Muslim kita... tapi kayaknya harus ada solusi lain. Saya pikir Pemprov Jabar harus mencari cara yang lebih bijak untuk menghemat biaya, bukan hanya memotong beberapa pos belanja aja. Misalnya, bisa saja Pemprov Jabar mencoba menanggung beban ini dengan lebih serius dan mencari sumber pendanaan lain... kayakanya penting kita harus terbuka pikir dan tidak hanya mengutamakan kepentingan sendiri aja 🤔
 
kembali
Top