Tiga provinsi Sumatra mengalami keseluruhan kegiatan belajar mengajar kembali, meski masih banyak sekolah yang melaksanakan pembelajaran dari tenda darurat. Menurut Atip Latipulhayat, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, proses pembelajaran di tiga provinsi tersebut telah kembali berjalan penuh dengan 100 persen. Yang masih harus diperbaiki adalah sarana fisiknya.
Dari data yang disampaikan oleh Atip, total ada 4.359 sekolah terdampak bencana hidrometeorologi di ketiga wilayah tersebut. Di Aceh ada sebanyak 3.703 sekolah, Sumatera Barat 207 sekolah, dan Sumatera Utara 1.259 sekolah.
Di Aceh, 2.966 sekolah kembali melaksanakan pembelajaran di lokasi asal setelah dilakukan pembersihan akibat kerusakan ringan. Namun, ada 82 sekolah yang masih beroperasi dari tenda darurat dan 25 sekolah menumpang di sekolah lain.
Sementara itu, di Sumatera Barat masih terdapat 41 sekolah melaksanakan pembelajaran dari tenda darurat dan dua sekolah menumpang. Di Sumatera Utara saat ini tidak ada sekolah dengan status menumpang.
Pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan, seperti 30.500 paket peralatan sekolah, 168 unit tenda darurat, dan 147 ruang kelas darurat. Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan psikososial di 680 satuan pendidikan senilai Rp2,7 miliar.
Upacara pembukaan sekolah di Aceh juga dilaksanakan serentak pada 5 Januari 2026 dengan tingkat kehadiran siswa sekitar 70 persen.
Dari data yang disampaikan oleh Atip, total ada 4.359 sekolah terdampak bencana hidrometeorologi di ketiga wilayah tersebut. Di Aceh ada sebanyak 3.703 sekolah, Sumatera Barat 207 sekolah, dan Sumatera Utara 1.259 sekolah.
Di Aceh, 2.966 sekolah kembali melaksanakan pembelajaran di lokasi asal setelah dilakukan pembersihan akibat kerusakan ringan. Namun, ada 82 sekolah yang masih beroperasi dari tenda darurat dan 25 sekolah menumpang di sekolah lain.
Sementara itu, di Sumatera Barat masih terdapat 41 sekolah melaksanakan pembelajaran dari tenda darurat dan dua sekolah menumpang. Di Sumatera Utara saat ini tidak ada sekolah dengan status menumpang.
Pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan, seperti 30.500 paket peralatan sekolah, 168 unit tenda darurat, dan 147 ruang kelas darurat. Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan psikososial di 680 satuan pendidikan senilai Rp2,7 miliar.
Upacara pembukaan sekolah di Aceh juga dilaksanakan serentak pada 5 Januari 2026 dengan tingkat kehadiran siswa sekitar 70 persen.