Jumat, 16 Januari 2026 - Sabar/Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, pasangan ganda putra unggulan Indonesia di turnamen India Open 2026, terpaksa menutup janji kehebatan mereka setelah tewas di babak 16 besar. Pasangan lawan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, memenangkan pertandingan dengan skor 15-21, 13-21.
Dalam keterangan resmi, Sabar menyatakan bahwa pasangan unggul tersebut gagal mengimbangi tekanan permainan lawan sejak awal. Kondisi lapangan yang berangin juga menjadi faktor pembatas dalam mengembangkan permainan mereka. "Hari ini kami tidak bisa keluar dari tekanan. Sentuhan saya dan Reza juga tidak dapat, jadi tidak bisa berbuat banyak," kata Sabar.
Sabar juga menyebutkan bahwa penguasaan permainan depan menjadi faktor utama yang membedakan antara pemain-pemain di turnamen ini. Dalam situasi lapangan yang tidak ideal, pasangan yang lebih dulu mendominasi area depan memiliki keuntungan besar. "Siapa yang pegang permainan depan duluan, itu yang sangat menguntungkan di turnamen ini," katanya.
Meski gagal melangkah jauh di India Open, Sabar/Reza tak ingin terjebak dalam kekecewaan. Keduanya kini menatap turnamen berikutnya, Daihatsu Indonesia Masters 2026, yang akan digelar di hadapan publik sendiri. Reza optimistis bahwa bermain di Istora Gelora Bung Karno bisa menjadi sumber inspirasi tambahan untuk meraih hasil lebih baik di turnamen berikutnya.
Sementara itu, langkah Indonesia di India Open 2026 kini bergantung pada sektor tunggal putri. Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang melaju ke perempat final dan akan menghadapi tantangan berat dari pemain nomor satu dunia, An Se Young.
Dalam keterangan resmi, Sabar menyatakan bahwa pasangan unggul tersebut gagal mengimbangi tekanan permainan lawan sejak awal. Kondisi lapangan yang berangin juga menjadi faktor pembatas dalam mengembangkan permainan mereka. "Hari ini kami tidak bisa keluar dari tekanan. Sentuhan saya dan Reza juga tidak dapat, jadi tidak bisa berbuat banyak," kata Sabar.
Sabar juga menyebutkan bahwa penguasaan permainan depan menjadi faktor utama yang membedakan antara pemain-pemain di turnamen ini. Dalam situasi lapangan yang tidak ideal, pasangan yang lebih dulu mendominasi area depan memiliki keuntungan besar. "Siapa yang pegang permainan depan duluan, itu yang sangat menguntungkan di turnamen ini," katanya.
Meski gagal melangkah jauh di India Open, Sabar/Reza tak ingin terjebak dalam kekecewaan. Keduanya kini menatap turnamen berikutnya, Daihatsu Indonesia Masters 2026, yang akan digelar di hadapan publik sendiri. Reza optimistis bahwa bermain di Istora Gelora Bung Karno bisa menjadi sumber inspirasi tambahan untuk meraih hasil lebih baik di turnamen berikutnya.
Sementara itu, langkah Indonesia di India Open 2026 kini bergantung pada sektor tunggal putri. Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang melaju ke perempat final dan akan menghadapi tantangan berat dari pemain nomor satu dunia, An Se Young.