Novak Djokovic dengan kekuatan mental juara, mengakhiri rentetan lima kekalahan beruntun dari Jannik Sinner dengan kemenangan yang menegangkan di semifinal Australian Open 2026. Melalui duel lima set yang berlangsung hampir empat jam, Djokovic berhasil memastikan tiket ke final dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
Sempat kehilangan set pertama dan tertinggal 1-2, namun Djokovic kemudian bangkit untuk menaklukkan juara bertahan dua kali Sinner. Kemenangan ini membawa Djokovic selangkah lebih dekat ke gelar Grand Slam ke-25 dan menjadi trofi Australian Open ke-11 di Melbourne.
"Sejujurnya saya kehabisan kata-kata. Bermain lebih dari empat jam, hampir pukul dua pagi. Ini mengingatkan saya pada final 2012 melawan Rafa yang berlangsung hampir enam jam," ujar Djokovic dikutip dari ATP.
Dalam laga berdurasi empat jam sembilan menit itu, Djokovic memperlihatkan ketangguhan luar biasa dengan menyelamatkan 16 dari 18 break point yang dihadapinya. "Intensitas dan kualitas tenisnya sangat tinggi. Saya tahu itu satu-satunya cara untuk mengalahkannya malam ini," kata petenis berusia 38 tahun tersebut tentang Sinner.
Djokovic juga sempat melontarkan candaan soal rekor pertemuannya dengan Sinner, namun seriusnya ia sangat menghormati lawannya. "Dia pemain luar biasa. Kemenangan ini menandai laga lima set pertama Djokovic sejak Roland Garros 2024," ujarnya.
Di partai puncak, Minggu, 1 Februari 2026, Djokovic akan menghadapi rival mudanya, Carlos Alcaraz, yang lebih dulu menembus final usai memenangi semifinal terpanjang dalam sejarah Australian Open.
Sempat kehilangan set pertama dan tertinggal 1-2, namun Djokovic kemudian bangkit untuk menaklukkan juara bertahan dua kali Sinner. Kemenangan ini membawa Djokovic selangkah lebih dekat ke gelar Grand Slam ke-25 dan menjadi trofi Australian Open ke-11 di Melbourne.
"Sejujurnya saya kehabisan kata-kata. Bermain lebih dari empat jam, hampir pukul dua pagi. Ini mengingatkan saya pada final 2012 melawan Rafa yang berlangsung hampir enam jam," ujar Djokovic dikutip dari ATP.
Dalam laga berdurasi empat jam sembilan menit itu, Djokovic memperlihatkan ketangguhan luar biasa dengan menyelamatkan 16 dari 18 break point yang dihadapinya. "Intensitas dan kualitas tenisnya sangat tinggi. Saya tahu itu satu-satunya cara untuk mengalahkannya malam ini," kata petenis berusia 38 tahun tersebut tentang Sinner.
Djokovic juga sempat melontarkan candaan soal rekor pertemuannya dengan Sinner, namun seriusnya ia sangat menghormati lawannya. "Dia pemain luar biasa. Kemenangan ini menandai laga lima set pertama Djokovic sejak Roland Garros 2024," ujarnya.
Di partai puncak, Minggu, 1 Februari 2026, Djokovic akan menghadapi rival mudanya, Carlos Alcaraz, yang lebih dulu menembus final usai memenangi semifinal terpanjang dalam sejarah Australian Open.