Kasus Pemerasan di Pati, Kursi Jabatan Desa Tembus Rp225 Juta

Sudewo, Bupati Pati, dan temannya mendulang uang hasil pemerasan Calon Perangkat Desa dengan harga Rp225 juta. Sudewo bersama 3 orang calon kepala desa (Kades) tergabung dalam Tim 8 tersebut, di mana para Kades yang berada dalam tim ini mengumumkan secara langsung tarif jabatan perangkat desa kepada masyarakat.

Sudewo awalnya mematok Rp120 juta untuk setiap jabatan, namun karena bantuan dari temannya di ujung-ujung kegiyatan pemeriksaan KPK, sekarang sudah menjadi Rp225 juta. KPU Pati pun mengumumkan penawaran bebas untuk pemilihan kepala urusan dan sekretaris desa.
 
aku rasa suatu hal yang bingung di sini, kenapa para Kades harus banyak banget? siapa nih yang mau jadi Sekdes? kelas 4 aja bisa jadi Sekdes, apa kehadiran mereka akan membuat pemeriksaan KPK semakin berkelanjutan? aku pikir lebih baik kalau ada pengisian tempat duduk untuk para Kades yang tidak terlibat dalam proses pemerasan itu. selain itu, Rp225 juta itu masih kurang. aku rasa harus ada aturan yang ketat dan transparan sebelum menentukan tarif jabatan perangkat desa, sehingga tidak ada penipuan seperti yang terjadi di sini 🤑
 
Haha bro, kalau seseorang bisa mendulang uang itu dengan cara memeras warganya aja, tapi dia berhasil dalam proyek ini, itu lumayan nggak badut yah 🤣. Sudewo pasti punya strategi yang keren banget buat mendapatkan uang itu. Kalau KPK bisa bantu dia, itu juga lumayan nggak salah yaitu. Mungkin ada yang bilang dia memeras warga, tapi dia lebih seperti "manajer" dari desa aja, sih 🤑.
 
Eh lho, sepertinya Sudewo ini terlalu suka menangkap uang hasil pemerasan desa, kan? Rp225 juta itu harganya? Saya pikir itu harusnya dibawa ke kantor PPKB atau apalagi KPK dulu. Jangan pilih-pilih aja sih, apa keuntungannya dari ini? Masyarakat Pati juga harus merasa terguncang dengan harga perangkat desa yang mahal banget seperti itu 🤯. Dan apa khasiatnya kita membayar lebih mahal karena 'bantuan' dari teman-temannya sih? Saya rasa ini ganti-ganti lalu lintas aja, kalau nggak sengaja terlihat dulu, lalu pas mau tanya, udah terlambat juga sih.
 
Kasus ini pasti bikin kita penasaran juga kayaknya... Apakah itu benar-benar semua orang bisa menjadi Kades dengan harga Rp225 juta? Itu terlalu mahal banget! Maksudnya bukan ada yang meminta uang dari warga untuk bisa jadi Kades, kan? Gak usah bingung kalau ini nanti akan bikin korupsi dan tidak adil lagi. Semoga pemerintah bisa ketepatan aja nanti siapa sih yang benar-benar layak menjadi Kades... 🤔💡
 
aku pikir ini gak enak banget sih! kalau mereka itu bisa mendulang uang dengan cara seperti itu, bukannya lepas dari tanggung jawab mereka? kalau sekarang mereka diizinkan untuk memperkenalkan tarif jabatan perangkat desa tanpa ada peringatan, itu bukannya salah paham?

aku rasa ini harus disoroti lebih lanjut, apalagi sekarang KPU Pati pun mengumumkan penawaran bebas untuk pemilihan kepala urusan dan sekretaris desa. itu berarti masyarakat bisa memilih siapa yang menjadi kepala urusan desa, tapi bagaimana asalnya mereka mendapatkan uang Rp225 juta?
 
Wah, ini kalau bisa diikuti dengan baik pasti hasilnya tidak akan sama seperti terakhir ya? Nah, ini pernyataan para Bupati dan Kades yang bilang tarif jabatan mereka sudah jelas, tapi apakah benar-benar begitu, aku masih ragu. Mereka mau bikin tariff yang lebih tinggi hanya untuk mendapatkan uang dari pemerasan? Ini juga menimbulkan pertanyaan, siapa lagi yang akan mendampingi mereka dalam mengelola desa?
 
kembali
Top