Kasus Pandji, PDIP: UUD 1945 Jamin Kebebasan Berpendapat

Djarot Saiful Hidayat, ketua DPP PDI Perjuangan, menilai konten komik Pandji Pragiwaksono yang bertajuk "Mens Rea" merupakan ekspresi kritik dan refleksi sosial. Menurutnya, substansi konten tersebut harus dipahami dalam konteksnya sebagai kritik, satire, dan pendapat personal yang disampaikan tanpa ajakan kekerasan.

Djarot mengemukakan bahwa dalam negara demokratis, ekspresi semacam ini adalah bagian dari percakapan publik yang sah dan dilindungi oleh konstitusi. Penilaian hukum terhadap niat batin (mens rea) dalam ekspresi pendapat tidak boleh dilepaskan dari konteks, tujuan, dan dampaknya secara nyata di masyarakat.

UUD NRI Tahun 1945 secara tegas menjamin kebebasan warga negara untuk menyatakan pendapat. Konstitusi memberikan hak kepada setiap orang untuk mengeluarkan pikiran dan pendapat, baik secara lisan maupun tulisan, serta untuk berkomunikasi dan menyampaikan informasi dengan berbagai sarana.

Djarot juga menekankan bahwa ada perlindungan kebebasan berekspresi yang ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Negara memiliki kewajiban untuk melindungi hak tersebut sepanjang dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak melanggar batasan konstitusional yang ketat.

Dalam kerangka ini, pendekatan pidana terhadap ekspresi kritik harus menjadi jalan terakhir. Penggunaan hukum pidana secara berlebihan berpotensi menimbulkan ketakutan publik, membungkam kritik, dan melemahkan kualitas demokrasi.

Djarot mengingatkan bahwa demokrasi hidup dari perbedaan pandangan, kritik, dan kebebasan berpikir. Negara hukum yang demokratis tidak boleh tergelincir menjadi negara yang mudah tersinggung oleh ekspresi warganya sendiri.

PDI Perjuangan mendorong aparat penegak hukum untuk bersikap arif, proporsional, dan berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia dalam menyikapi perkara ini. Penegakan hukum harus tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan substantif, kehati-hatian dalam menilai unsur niat, serta semangat menjaga ruang kebebasan sipil.

PDI Perjuangan selalu berkomitmen untuk terus berdiri di atas nilai-nilai konstitusi, demokrasi, dan hak asasi manusia, serta menolak segala bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi yang sah dalam negara demokratis.
 
Maksudnya, kalau nanti mereka mau menghukum si Pandji Pragiwaksono karena komiknya, itu artinya mereka udah tahu kan siapa nanti targetnya? ๐Ÿค” Tapi kalau kita lihat secara bersih, apa yang dibicarakan adalah tentang kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia, tapi siapa tahu ada yang bisa menggunakan itu sebagai alibi untuk berbohong atau memfitnah orang lain. ๐Ÿ˜’
 
haha aku rasa gampang banget kalau si Djarot ngomong seperti ini ๐Ÿค“ nanti semua orang bisa mengeluarkan pikiran mereka aja tanpa takut dipukul ๐Ÿ˜‚ tapi serious aja, aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Djarot. di Indonesia kita udah memiliki konstitusi yang jelas tentang kebebasan berekspresi, kayaknya harus dihormati dan dijalankan secara bertanggung jawab ๐Ÿ™. kalau gini aja, demokrasi kita bisa terjaga baik-baik aja ๐ŸŒˆ
 
Pikiran saya kayaknya adalah kalau gini, kalau suatu komik bisa masuk dalam kategori kritik dan refleksi sosial tapi masih bisa jadi dianggap sebagai ekspresi personal. Jadi nggak perlu terlalu serius dengannya aja, tapi juga nggak boleh dibela2 kayak sih ๐Ÿ˜…. Saya rasa kalau ada batas yang jelas untuk apa yang dianggap sebagai kritik dan apa yang dianggap sebagai ekspresi personal, maka semuanya bisa berjalan dengan lebih lancar dan tidak ada yang terlalu salah atau benar-benar salah ๐Ÿค”
 
Maksudnya sih apa maksud dari konten komik 'Mens Rea' itu? Jadi kayaknya ada yang merasa tidak nyaman dengan pendapat yang diungkapkan oleh Pandji Pragiwaksono, tapi apa kebenarannya? Tidak apa-apa kalau kita bisa membaca dan memahami konteksnya, tapi jika kita terus memaksakan hukum pidana padanya itu, maka itu adalah bentuk penindasan terhadap kebebasan berbicara. Yang jadi masalah sekarang sih bagaimana kita bisa mengelabui diri kita sendiri untuk tidak tersinggung dengan pendapat yang berbeda, dan bagaimana kita bisa memilih apakah kita ingin merasa kenyang dengan pendapat kita atau mau terbuka untuk mendengar pendapat orang lain.
 
ini adegan yang bikin saya pikir kembali pada apa yang sebenarnya penting ya? siapa tahu nanti kita bisa berbicara semakin banyak tentang hal ini tanpa harus takut ditangkap aja karena mengungkap pendapat kita ๐Ÿคฏ. pihak penegak hukum harus lebih bijaksana dalam menilai, jangan terlalu kasar dengan warganya, kita harus punya ruang untuk berekspresi ya ๐Ÿ’ฌ.
 
Mungkin kalau kita ngelihat dari sudut pandang orang lain, konten "Mens Rea" itu kan bisa dipikirkan sebagai sesuatu yang bisa memicu kesalahan dari seseorang. tapi apa yang kita lakukan kalau kita jadi korban? kira-kira gak usah terlalu serius kalau kita ngomongin tentang hal ini, kan?
 
Aku pikir gak bisa dilarang, sih kalau seseorang ingin mengkritik pemerintah atau apa pun yang dianggap salah. Kalau gini, itu kan berarti kita hidup di negara yang tidak bebas ๐Ÿ˜…. Aku pikir PDI Perjuangan sudah benar dalam menolak pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi yang sah. Itu adalah hak asasi manusia yang harus dijaga! ๐Ÿ™
 
Aku pikir kalau konten "Mens Rea" memang perlu dipahami dengan nuansa kritik dan satire, tapi kayaknya juga harus ada garis batas apa yang boleh dikatakannya sih ๐Ÿค”. Kalau kita terlalu kasar, itu bisa jadi bentuk dari kebencian yang lebih dalam, bukan kebebasan berbicara ya ๐Ÿ˜•.
 
Saya pikir kalau kita harus berbicara tentang konten komik "Mens Rea" nih, rasanya gampang untuk dipahami apa yang benar-benar penting disini ๐Ÿ˜Š. Yang penting adalah tidak ada kata yang terlalu keras atau menyalahkan seseorang secara langsung. Yang diinginkan adalah kita bisa membahas isu-isu sosial dengan cara yang santai dan tidak membuat orang lain merasa tersinggung. Misalnya, saya suka membaca komik "Mens Rea" karena saya bisa melihat pandangan kritiknya tentang kehidupan sehari-hari yang benar-benar lucu dan tidak terlalu serius ๐Ÿคฃ. Tapi kalau kita membahas tentang konstitusi dan hukum, rasanya harus lebih matang ๐Ÿ˜Š.
 
Maaf nggak paham apa itu "mens rea" deh, tapi aku rasa kalau konten komik itu gampang dipahami kan? Jadi, aku pikir kalau ada orang yang bikin konten kritik dan satir, itu bagian dari cara negara demokratis berfungsi. Kita bisa berekspresi dan memberitahu opini kita tanpa khawatir ditangkap.

Aku rasa kalau penegakan hukum harus lebih bijak lagi, bukan nggak peduli dengan opini orang lain. Kita harus melindungi kebebasan berekspresi itu dengan baik, jadi kita tidak terasa ketakutan untuk memberitahu pendapat kita.
 
aku kira sih itu konten komiknya gampang dibuat kejutan publik karena aku yakin pandji pragiwaksono udah nggabul dulu nih apa yang dia coba ucapin... tapi tiba-tiba dia buat seperti itu lagi. aku sih suka sama dia, dia kayaknya benar-benar ingin memberikan kritik dan refleksi sosial. aku pikir ini gampang dicari argumen untuk menangani kasus ini.
 
Dulu kayaknya banyak komik yang bikin kita tertawa, tapi sekarang kalau komik itu bikin seseorang marah, langsung ada gugat. Aku pikir ini salah, komik itu harganya sifatnya satire dan kritik, bukan kayak serangan kejut. Jika kita terlalu serius dengan segala pendapat, tidak bisa lagi berdiskusi, kan?
 
Gue pikir kalau Djarot benar-benar tepat dengen kontes komik itu, kalau ga dipahami dengan benar bisa bikin orang kesal dan takut buat berbicara kebawaan. UUD kita jujur-jujurnya memberi hak warga untuk berbicara apa aja, tapi harus ada batas-batas ya. Kalau nggak bisa dipahami dan dikompresi dengan benar itu bikin negara kita sulit berkembang.
 
Aku pikir konten komik "Mens Rea" sebenarnya cukup penting di masa ini ๐Ÿ˜‚ karena kalau tidak ada kritik dan refleksi sosial, kita tidak akan pernah tahu apa yang benar dan salah. Aku setuju dengan Djarot Saiful Hidayat bahwa ekspresi semacam itu harus dilindungi oleh konstitusi, tapi juga harus dipahami konteksnya ya ๐Ÿค”. Kalau kita terlalu berat badan dalam menilai niat batin orang, maka kita bisa jadi menghambat kebebasan berekspresi yang sah ๐Ÿ˜Š. Aku rasa penegakan hukum harus menjadi lebih arif dan proporsional, bukan sekadar takut akan kritik atau kesal ๐Ÿ™. Kita harus menjaga ruang kebebasan sipil dan tidak tergelincir ke negara yang mudah tersinggung ๐Ÿ˜ฌ.
 
Aku pikir pihak panas itu kayaknya harus ngelola emosi ya, bukan kayak banget menyerang komedian sih. Kalau nanti makin banyak orang terluka, gue rasa semua orang akan kaget dan berpikir 'apa yang terjadi?' ๐Ÿค”. Maksudnya, kita harus terbuka untuk mendengar pendapat orang lain, bukan terus menganggap mereka kayak lawan dalam pertempuran politik. Dan jangan lupa kalau komedi itu buat hiburan ya! ๐Ÿ˜‚.
 
Aku pikir kalau konten komik "Mens Rea" itu gitu penting banget! Menyatakan pendapat dan kritik kita di Indonesia harus selalu dilindungi, jadi jangan pernah takut untuk mengungkapkan pikiran kita. Kalau kita gini, kita akan lebih cerdas dalam memahami masalah yang ada di masyarakat. Aku setuju dengan Djarot Saiful Hidayat, kita harus selalu berbicara publik dan menyatakan pendapat kita tanpa takut kekerasan. ๐Ÿ™Œ๐Ÿผ๐Ÿ’ฌ
 
Aku pikir kalau gini konten "Mens Rea" itu harus dibaca dari konteksnya aja, siapa tahu nanti kalau ada yang salah kita jangan cepat menyerang ya ๐Ÿค—. Aku setuju dengan Djarot Saiful Hidayat, konten tersebut harus dihargai sebagai ekspresi kritik dan refleksi sosial. Kalau negara kita mau menjadi demokrasi yang baik, kita harus terbuka untuk kebebasan berekspresi, tapi juga harus ada batas-batas yang jelas ๐Ÿ™. Aku harap aparat penegak hukum bisa bersikap lebih bijak dalam menangani hal ini ๐Ÿ‘ฎโ€โ™‚๏ธ.
 
kembali
Top