"Ketika orang tidak percaya diri, dia selalu membuat orang lain percayai dirinya". Mereka yang berada di puncak kekuasaan seharusnya sadar bahwa kekuasaan itu adalah tanggung jawab bukan kebebasan. Saya harap para pengelola tersebut bisa belajar dari kesalahan mereka dan menjadi contoh bagi orang lain.
Duh, kalau pengelola Narada Aset Manajemen udah bisa buat reksadana yang serasa "artificial demand" kayaknya harus ada kerjasama dengan internal atau apa lagi. Kalau aku sudaian terlibat dalam skandal like ini aku pasti akan gugup nanti!
Tapi, kamu tahu kalau di pasar modal ini sih banyak sekali orang yang tidak tau caranya untuk melindungi dirinya dari manipulasi pasar. Aku rasa perlu banget ada edukasi tentang hal ini agar semua investor bisa siap. Misalnya, harus bisa menganalisis harga pasarnya dan tidak terlalu cepat tertipu dengan manupulasi pasar kayaknya.
Sekarang aku punya pertanyaan, siapa yang bakal bertanggung jawab atas skandal ini? Karena kalau aku tahu pengelola Narada Aset Manajemen bisa buat reksadana yang serius kayaknya harus ada kontrol dari OJK atau apa lagi.
Gak bisa percaya sama Narada Aset Manajemen, ya... Semua investor di Indonesia, apa pun yang jadi, semua terluka karena kasus ini . Dua pengelola itu, kayaknya hanya ingin mendapatkan keuntungan sendiri dengan cara yang tidak jujur, yah... . Dan sekarang aja, ada pemblokiran sub-rekening efek yang berharga Rp 207 miliar, apa lagi yang bisa diharapkan? . Kasus ini kayaknya jadi contoh bagaimana cara menggenggam uang investasi dengan tangan yang tidak sabar dan tidak bijak .