Kasus Goreng Saham, Bareskrim Tersangkakan 2 Pengelola PT NAM

Dua pengelola PT Narada Aset Manajemen dugaan terlibat kasus goreng saham yang mencuri uang investor. Diberitakan, kedua tersangka itu merekayasa produk reksadana dengan menggunakan jaringan afiliasi dan nominee untuk menyesatkan investor.

Dalam perkara insider trading dan perdagangan semu di pasar modal, tim penyidik Bareskrim Polri telah memantapkan dua nama sebagai tersangka. Pengelola PT Narada Aset Manajemen tersebut dugaan merencangkan produk reksadana dengan menggunakan saham proyek yang dikendalikan oleh pihak internal.

Tim penyidik kemudian menemukan adanya rangkaian transaksi antarpihak yang memiliki keterkaitan. Kemudian, terdapat indikasi praktik manupulasi pasar yang menimbulkan "artificial demand". Jadi, ada pernyataan semu dari investor.

Pemblokiran terhadap sub-rekening efek diberikan dengan nilai Rp 207 miliar berdasarkan harga Oktober 2025. Dugaan ini menyesatkan investor yang menggunakan harga pasar sebagai acuan dalam mengambil keputusan.
 
πŸ€” Siapa nih yang tak percaya banget! Ternyata pengelola Narada Aset Manajemen ini jujur-jujur nyembin investor dengan cara seperti giler banget! Mereka buat produk reksadana dengan menggunakan saham proyek, sih... sepertinya mereka ingin membuat "artificial demand" sehingga harga naik dan profit semakin besar. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya, tapi kayaknya ini bisa jadi salah satu kasus yang paling gila di Indonesia! πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
ini kasusnya jadi semakin gelap banget, kalau dua pengelola Narada Aset Manajemen itu benar-benar terlibat kasus goreng saham ini, itu artinya mereka benar-benar menggunakan informasi rahasia untuk memperoleh uang investor. membuat produk reksadana dengan menggunakan jaringan afiliasi dan nominee, itu cara mereka untuk menyesatkan investor. kalau gini, maka harus diambil tindakan yang keras dari otoritas keuangan, seperti penangkapan dan penilaian denda yang berat.
 
Wah bro, ini kenapa aja sih? Mereka bikin produk reksadana dengan cara yang ganti-ganti, pakai jaringan afiliasi dan nominee untuk menyesatkan investor. Gue rasa sangat tidak enak ini, kerenanya sama sekali nggak ada bukti apa pun. Dan kalau benar sih, gue rasa mereka harus dijadikan contoh yang baik, tapi karena masih dugaan, makanya gak bisa dipastikan bro.
 
Kalau punya informasi seperti ini, nggak bisa jadi sih... dua orang pengelola Narada Aset Manajemen itu tahu-tahu terlibat denga kasus goreng saham yang bikin investor kehilangan uangnya. Mereka bikin reksadana dengan menggunakan network afiliasi dan nominee, itu nggak masuk akal sih... jangan judi dengan uang orang lain, ayo jaga integritasnya di pasar modal ya?
 
Kasus ini nyewek banget 🀯! Siap-siap kan, kalau gak waspada, kalian terjebak di dalam reksadana jadi kaya kosong πŸ€‘. Kalau ada kesan gampang, sebenarnya itu sudah jumplen ke dalam jaringan penipuan yang sama. Wajar banget sih, kalau mau uang cepat, harus capek dulu πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
ini masalah paruh kaki ya... siapa yang sabar-sabaran terlibat kasus ini? aku pikirnya, kalau si pengelola Narada Aset Manajemen itu benar-benar dugaan terlibat, itu berarti ada korban yang terjebak di dalam ini. apa lagi dengan "artificial demand" itu, bukannya itu seperti main game yang sama-sama terjebak? kalau investor bisa lihat dari data pasar sendiri, kenapa perlu ada penipuan sih?
 
Ggak percaya sih, pengelola Narada Aset Manajemen bisa bikin seperti itu 😱. Mereka bikin reksadana dengan cara yang ngga adil, sambil merekayasa harga pasar sendiri πŸ€¦β€β™‚οΈ. Ggak hanya itu, mereka juga bisa bikin investor percaya bahwa ada "artificial demand" yang bikin harga naik πŸ“ˆ. Ini kayak nyanyi pujian diri, sih πŸ˜‚.

Pemblokiran sub-rekening efeknya juga wajar, ya 🀝. Jadi jangan terkejut kalau keuntungan investor di Rp 207 miliar itu tidak bisa dipindahkan πŸ€‘. Mereka yang berada di pihak Narada Aset Manajemen kayaknya harus menjelaskan apa yang telah mereka lakukan πŸ€”.

Pasar modal Indonesia nggak boleh seperti ini, ya 😑. Biar terus jaga integritas dan transparansi dalam bisnis yang ada di Indonesia.
 
Aneh deh, gini-benin ya! Ternyata pengelola Narada Aset Manajemen ini jadi korup sih, dugaan terlibat kasus goreng saham yang makanya investor kalah banyak ya 😱. Bagus banget tim Bareskrim Polri nih, mereka serius aja dalam penyidikan. Itu seperti scene di serial TV "Law & Order" kayaknya πŸ“Ί. Tapi kenapa gini deh? Siapa bilang itu boleh jadi korup sih? Ada hukum apa lagi yang harus mereka cari? Wah, bisa banget sih kalau diadili dengan benar πŸ’―.
 
Makasih banget sih beritinya... kalau begitu, aku rasa kita harus teliti banget saat investasi ya... nggak boleh dipercaya aja dengan informasi apa pun yang kita dengar dari media atau teman-teman. Perlu diawasi juga bagaimana cara kerja produk reksadana itu sendiri, apakah ada transparansi? Kalau tidak, maka bisa jadi ada hal-hal yang tidak benar dalam bisnisnya...
 
Sama-sama, kalau ga salah tahu, sih kasus ini kayaknya tentang pengelola reksadana yang jadi penipu investor... Hmm, kalau mau ngobrol tentang pernyataan semu di pasar modal, mungkin kaya kata "Bukan orang yang terluka oleh serangan lain yang harus memperbaiki dirinya sendiri" πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
Maksudnya siapa nih bisa luar biasa saja? Mereka buat produk reksadana dengan harga tertinggal, jadi investor coba ambil keputusan berdasar harga pasar itu, kayaknya gampang dipaksa. Dan ternyata ada korupsi dari dalam, di balik pihak mana itu aku tidak tahu, tapi rasanya ada yang buat uang dari keterlibatan investor itu... πŸ˜’
 
ini kabar ngerasanya sih, dua pengelola Narada Aset Manajemen nggak jujur loh, dugaan mereka merekayasa produk reksadana untuk mencuri uang investor πŸ€‘πŸ˜’. bagus banget tim penyidik Bareskrim Polri yang punya pengetahuan ini, harusnya ada kepastian sih buat investor nggak jadi korban lagi. kalau ada praktik manupulasi pasar seperti itu, itu beda jauh dari etika berinvestasi, biar sih investor bisa tahu benar-benar harga sahamnya, apa tidak πŸ€”πŸ’Έ
 
Ooii, broooo! 🀯 Aku banget kaget banget denger kabar ini! Si pengelola Narada Aset Manajemen itu benar-benar kerenya... jadi, mereka bisa buat reksadana yang bikin investor kehilangan uangnya? 😱 Jadi, mereka pakai strategi "artificial demand" dan buat pernyataan semu dari investor yang benar-benar bikin investor terilham. Aku rasa ini adalah kasus nyata yang harus dibawa ke pengadilan, broo! 🀝

Aku pikir ini juga bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja yang ingin jadi pengelola investasi, yaitu harus hati-hati dan tidak pernah mengikuti rekomendasi orang lain tanpa membaca latar belakangnya. Aku juga berharap agar pihak regulator dapat memantau lebih dekat dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah hal ini terjadi lagi di masa depan! πŸ’―
 
Gue rasa ini bikin bingung banget, siapa tau gue salah paham deh... tapi coba aja pikir sini, kalo ada pengelola reksadana yang bikin produknya dengan bantuan jaringan afiliasi dan nominee itu nggak masuk akal, kok bisa begitu? Gue rasa ini bikin investor kehilangan uangnya dengan cara yang bikin sulit dibayangkan. Gue suka banget sekali mendapatkan informasi tentang cara mengatur produktivitas sehari-hari, tapi kasus seperti ini gue rasa tidak ada trusa, siapa tau bantu-bantu aja ngobatin pikiran gue...
 
Pokoknya kalau siapa pun mau ambil risiko investasi, harus fokus pada analisis data dan tidak gampang-ganteng dengan fadsetan baru tanpa nggabain konsekuensinya πŸ˜’. Kalau diperlukan, konsultasikan dengan ahli, ya? Ternyata ada yang jujur dan bukan "artificial demand" semu. Saya penasaran apa lagi yang bikin orang tertipu dengan hal ini πŸ€”.
 
Gak sabar banget nih, kasus ni terjadi di mana? PT Narada Aset Manajemen, nama itu kayaknya luar biasa. Mereka malah membuat reksadana dengan menggunakan saham proyek internal, gini nggak like ngelakukan bisnis jujur. Dan kemudian ada praktik manupulasi pasar, tapi mereka malah membuat investor pikir harga semuanya stabil, kayaknya sengaja buat investor kewalahan. Ini bikin saya penasaran, siapa yang tahu benar-benar apa yang terjadi di balik kasus ni? Saya rasa perlu dilakukan analisis lebih lanjut.
 
Gak bisa percaya sih, dua pengelola Narada Aset Manajemen bilang-bilang terlibat kasus goreng saham itu 😲! Mereka bikin reksadana dengan menggunakan jaringan afiliasi dan nominee, gini aja sih? πŸ€¦β€β™‚οΈ Investor hanya butuh tau harga pasar, tapi gak bisa, karena mereka bilang ada "artificial demand" yang bikin pernyataan semu dari investor πŸ˜’. Pemblokiran sub-rekening efek yang berharga Rp 207 miliar itu benar-benar tidak adil, sih πŸ€‘. Gak sabar aja nanti dua pengelola itu dihukum πŸ’ͺ!
 
Wah, siapa bilang ngomong aja kalau gak ada yang korup? Sepertinya PT Narada Aset Manajemen deh punya masalah besar. Mereka buat reksadana dengan produk yang bikin investor teriluap! πŸ€‘ Bagaimana kalau investor kehilangan uangnya? Pasti tidak enak banget. Kita harap penyelidikan ini selesai cepat aja dan siapa pun yang bersalah pasti akan dihukum sesuai hukum. Yang penting, investors bisa melindungi diri dengan baik πŸ™.
 
Haha, sih kalau pengelola Narada Aset Manajemen itu bisa membuat reksadana dengan menggunakan saham proyek, gak jadi berarti kaya kan? πŸ˜‚ Jangan sabar-sabar, mungkin mereka hanya ingin membuat investor terkejut, jadi mereka bikin harga semu aja, lalu investor mau beli! πŸ€‘ Gue rasa ini kalau kita lihat dari perspektif investor yang kehilangan uangnya, tapi dari perspektif Narada Aset Manajemen, mungkin hanya untuk membuat bisnisnya jadi lebih sukses... atau tidak? πŸ€”
 
kembali
Top