Kasus Bocah SD di NTT Bunuh Diri, Istana Minta Kepala Desa Aktif Pantau Kelompok Rentan

Ada laporan kecelakaan bocah SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menimbulkan peristiwa buncian diri. Bocah SD itu berusia 10 tahun dan tidak bisa membeli buku dan pena, hanya seharga Rp10 ribu.

Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hal ini membuka wadah bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan pengentasan kemiskinan. Ia menekankan pentingnya kepala desa atau dusun harus aktif memantau dan mengawasi kondisi kelompok masyarakat yang rentan.

Selain itu, Prasetyo juga menyatakan bahwa pemerintah harus melakukan intervensi untuk mencegah peristiwa-peristiwa seperti ini terjadi kembali. Ia menekankan bahwa kehadiran atau intervensi pemerintah harus disentuh secara menyeluruh, terutama bagi mereka yang termasuk dalam lapisan sosial bawah.

Istana merespons insiden tragis itu dengan meminta kepala desa di daerah tersebut untuk melakukan langkah proaktif. Istana juga menyatakan bahwa pemerintah akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi terhadap kebijakan pengentasan kemiskinan yang sudah dijalankan.
 
Gue pikir ini salah arah, ya. Jika pemerintah membiarkan hal seperti ini terjadi, itu berarti mereka nggak peduli dengan masalah-masalah sosial yang ada di NTT. Mereka hanya ingin menggunakan insiden ini untuk menunjukkan bahwa mereka bisa melakukan evaluasi dan intervensi. Tapi apa yang mereka lakukan selain itu? Apa yang mereka lakukan untuk membantu anak-anak seperti itu yang tidak memiliki akses ke pendidikan yang baik? Gue rasa ada hal lain yang perlu dipikirkan di sini... 🤔
 
ini sangat menyesal banget, 10 tahun itu usia anak yang masih muda nih... apa yang bisa dia lakukan? hanya sekedar beli buku dan pena seharga Rp10 ribu aja... tapi gak ada yang mau membantu dia ya? apa yang harus dia lakukan? berpaling ke arah orang tua-nya juga nggak ada yang baik. kayaknya pemerintah harus serius banget dalam mengatasi masalah kemiskinan di nusantara, tidak hanya ngata-ngata aja tapi harus tindakan aja...
 
ini salah satu contoh bagaimana sistem pendidikan di Indonesia masih banyak keterbatasan, bahkan ada anak-anak SD yang harus bergantian bersepeda untuk membeli buku dan pena 🚴‍♂️. sepertinya pemerintah mulai merespons dengan membuat evaluasi terhadap kebijakan pengentasan kemiskinan, tapi masih banyak hal yang perlu diperbaiki, misalnya seperti kualitas pendidikan di dasar-saatnya 🤔.

ada baik buat kita bisa mendukung pemerintah dan mengingatkan kepala desa dan dusun untuk aktif memantau kondisi kelompok masyarakat yang rentan, tapi gampangnya kebanyakan orang juga masih belum menyesuaikan diri dengan realitas ini 🤷‍♂️.

itu kan pemerintah harus melakukan intervensi agar tidak terjadi hal seperti ini lagi, tapi sekarang masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan harus menjadi prioritas. semoga bisa meningkatkan kesejahteraan bagi kita semua 💕
 
Aku pikir cara pemerintah membiayai program pengentasan kemiskinan itu kurang transparan banget! Aku ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana uang tersebut digunakan, bukan hanya kata-kata menekankan pentingnya langkah-langkah yang harus diambil. Aku rasa pemerintah harus lebih jujur dan terbuka dengan masyarakat tentang hasil program-program mereka. Misalnya, aku ingin melihat laporan keuangan program pengentasan kemiskinan itu, bukan hanya proklamasi menekankan pentingnya langkah-langkah yang harus diambil 📊💰
 
kira-kira apa yang salah dengan kita Indonesia sih, kapan kita masih ada anak-anak yang harus membeli buku sendiri ya? kayaknya pemerintah jadi gak sengaja, tapi kalo gak adanya bantuan dari pemerintah, seperti apa yang akan terjadi dibeberapa daerah ini? anak-anak kita yang masih kecil ini belum tentu punya kemampuan untuk berburu nafkah sendiri. padahal kita harus diharapkan bisa memberikan banyak hal positif bagi masa depannya.
 
kembali
Top