Kapolri Listyo Sigit Prabowo menolak wacana Polri di bawah kementerian, melihat itu melemahkan negara dan presiden.
"Saya anggap menempatkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara dan melemahkan presiden," kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat dengan Komisi III DPR.
Dia mendapat pesan untuk menjadi menteri kepolisian, tetapi menolaknya. "Saya lebih baik menjadi petani saja daripada menjadi menteri kepolisian."
Menurut Sigit, posisi Polri di bawah presiden saat ini sudah ideal. Polri bisa menjadi alat negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang harkamtibmas dan hukum.
"Di satu sisi kita betul-betul bisa berada langsung di bawah bapak presiden, sehingga pada saat presiden membutuhkan kami, maka kami bisa bergerak tanpa harus ada kementerian-kementerian yang kemudian ini menimbulkan potensi matahari kembar," ujarnya.
Namun, Sigit masih berpendapat bahwa Polri sebaiknya tetap di bawah presiden.
"Saya anggap menempatkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara dan melemahkan presiden," kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat dengan Komisi III DPR.
Dia mendapat pesan untuk menjadi menteri kepolisian, tetapi menolaknya. "Saya lebih baik menjadi petani saja daripada menjadi menteri kepolisian."
Menurut Sigit, posisi Polri di bawah presiden saat ini sudah ideal. Polri bisa menjadi alat negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang harkamtibmas dan hukum.
"Di satu sisi kita betul-betul bisa berada langsung di bawah bapak presiden, sehingga pada saat presiden membutuhkan kami, maka kami bisa bergerak tanpa harus ada kementerian-kementerian yang kemudian ini menimbulkan potensi matahari kembar," ujarnya.
Namun, Sigit masih berpendapat bahwa Polri sebaiknya tetap di bawah presiden.