Kapolri Polri Bunyi Kampanye Anti Narkoba yang Berhasil dengan Sentuhan Kemanusiaan. 590 Ton Senilai Rp41 Triliun Narkotika Dijatuhkan di Indonesia.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), baru-baru ini mengungkap hasil capaian besar institusinya dalam menekan peredaran narkotika di Indonesia. Melalui serangkaian operasi penegakan hukum, Polri telah menyita barang bukti senilai puluhan triliun rupiah.
Menurutnya, 590 ton barang bukti yang diperkirakan bernilai Rp41 triliun, dapat menyelamatkan 1,79 miliar jiwa. Dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026), Listyo menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil dari pemrosesan 48.417 kasus narkoba dengan total 64.046 tersangka yang berhasil ditangkap.
Polri juga tetap mengedepankan sisi kemanusiaan bagi para korban penyalahgunaan. 13.880 tersangka dari 9.480 kasus telah direhabilitasi, tambah Listyo.
Dalam menjalankan misi ini, Kapolri menekankan bahwa Polri memiliki strategi yang terstruktur melalui lima program utama. Program ini mencakup pengungkapan jaringan nasional maupun internasional, pengawasan pintu masuk wilayah, hingga pemberantasan tindak pidana kesehatan.
Selain penegakan hukum secara keras, Polri terus mengupayakan pendekatan preventif dan transformasi sosial di wilayah-wilayah rawan. Salah satu fokus utamanya adalah mengubah zona merah narkoba menjadi kawasan bersih.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), baru-baru ini mengungkap hasil capaian besar institusinya dalam menekan peredaran narkotika di Indonesia. Melalui serangkaian operasi penegakan hukum, Polri telah menyita barang bukti senilai puluhan triliun rupiah.
Menurutnya, 590 ton barang bukti yang diperkirakan bernilai Rp41 triliun, dapat menyelamatkan 1,79 miliar jiwa. Dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026), Listyo menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil dari pemrosesan 48.417 kasus narkoba dengan total 64.046 tersangka yang berhasil ditangkap.
Polri juga tetap mengedepankan sisi kemanusiaan bagi para korban penyalahgunaan. 13.880 tersangka dari 9.480 kasus telah direhabilitasi, tambah Listyo.
Dalam menjalankan misi ini, Kapolri menekankan bahwa Polri memiliki strategi yang terstruktur melalui lima program utama. Program ini mencakup pengungkapan jaringan nasional maupun internasional, pengawasan pintu masuk wilayah, hingga pemberantasan tindak pidana kesehatan.
Selain penegakan hukum secara keras, Polri terus mengupayakan pendekatan preventif dan transformasi sosial di wilayah-wilayah rawan. Salah satu fokus utamanya adalah mengubah zona merah narkoba menjadi kawasan bersih.