Kapolri Dorong RUU Polri Atur Penugasan Polisi di Jabatan Sipil

Jenderal Listyo menolak gugatan yang menyasar kewenangan Kapolri dalam memberikan penugasan di luar struktur organisasi, mengatakan bahwa pihaknya telah menghadapi dua gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).
 
gue pikir jendral listyo punya cara yang tepat, kalau gue di situasi serupa aku juga tidak ingin jadi sasaran. tapi gue penasaran, apa sih alasan gak bisa diatur? kawannya malah bilang bahwa ada aturan yang jelas, tapi jendral listyo bilang itu gak berlaku di situasi ini. mungkin karena ada faktor politis yang gue tidak kenal. aku rasa pihak Kapolri harusnya lebih fokus pada pekerjaannya bukan sekedar mengatur aturan-aturan. tapi jendral listyo jadi penegang hukum, sih?
 
Kalau si Jenderal Listyo ini berasa terlambat nih, sudah ada dua kali dia harus ngumpulin duit dari MK loh. Kalo sekarangnya dia punya opini sendiri, tapi sebenarnya aja sama ya... Tapi aku rasa Jenderal Listyo ini masih agak keren deh, karena bisa menjelaskan dirinya dengan jelas, seperti siapa sih yang mau menangani gugatan ini dulu. Aku rasa dia benar-benar tidak salah, tapi mungkin karena terlalu lama dia harus ngikuti proses MK, akhirnya dia bingung juga apa yang harus dikatakan.
 
Gue rasa Jenderal Listyo siap-siap untuk terjebak dulu. Maka-maka dia menolak gugatan yang bule-bule mengacu pada kewenangan Kapolri. Tapi, apa artinya kalau Kapolri telah melanggar aturan-aturan? Jika ada kesalahan, maka harus dihakimi dan diatasi. Makanya, dia harus lebih jujur siapa gugatan itu sebenarnya. Kalau bukan benar-benar tentang kewenangan Kapolri, maka apakah gugatan itu hanya sekedar manipulasi yang berlebihan? Gue harap Jenderal Listyo bisa lebih transparan dan jujur dalam ini. 🤔
 
Gak percaya sih, Jenderal Listyo masih nggak mau menerima kebenaran. Gugatan itu kayak bukti nyata, tapi dia tetap ingin mempertahankan kekuasaannya. Saya pikir dia malah yang salah, karena jangan boleh menolak gugatan yang benar-benar ada. Apalagi kalau gugatan itu dari pihak yang benar, kayaknya gak perlu dipertanyikan lagi. Saya rasa Jenderal Listyo malah yang harus mengakui kesalahannya dan menerima penilaian dari MK. Kalau dia masih menolak, kayaknya itu akan jadi contoh bagus bahwa dia tidak mau mendengarkan kebenaran.
 
Gue pikir Jenderal Listyo ini tidak harus terlalu kerepotan sih, kalau jadi udah pernah ada kesalahannya, sudah lama juga. Makanya gak usah membalas gugatan yang sama seperti sebelumnya, udah sekali punya kesempatan di Mahkamah Konstitusi, kalau masih kalah sambunyi aja yaa 😐. tapi gue tahu Jenderal Listyo ini bukan orang yang kurang berani, kalau gak jadi bapak ini, gue rasa udah ada yang lebih baik untuk pihak Kapolri. toh kalau kewenangan pihaknya di sini masih bisa dipertanyikan, itu sama-sama masalah ya.
 
ini gampang banget, kalau mau berselang-sengita gak usah! jenderal listyo udah capek kok, harus ke mahkamah konstitusi lagi dan lagi. biar gak bikin nyangkut napas, dia justru sebaiknya mau menerima penugasan yang diberikan oleh kapolri. kalau tidak, ini nggak cuma MK aja, tapi juga ada orang lain yang tidak senang, seperti parlemen dan semua kalangan di Indonesia. toh, biar gak bising, jenderal listyo udah capek kok, jadi dia menolak gugatan itu. tapi, aku rasa ini sengaja buat membuat cerita makin menarik, kan?
 
Gampang aja deh buat Jenderal Listyo, dia udah punya pengalaman banyak tapi juga sudah terlalu berpengalaman. Lihat aja dia masih bisa jadi pelopor gerakan anti-kepatuhan yang lain di bawah dia. Kapolri yang gak pernah salah dalam mengutus orang kudu ada yang mau menolak dia? Makanya sih Jenderal Listyo ini udah makin populer, dia bikin rasa tidak nyaman buat semua pihak yang berkepentingan.
 
Mungkin kalau dilihat dari sudut pandangnya sendiri, Jenderal Listyo nggak mau terjebak dalam keadaan yang dipaksa ya 🙅‍♂️. Ia bilang bahwa pasukannya sudah banyak dihadapkan pada dua gugatan di MK, jadi apa lagi yang dia harus hadapi? Itu sengaja dilakukan oleh pihak mana? Mungkin ada kepentingan tertentu ya 🤑. Tapi kalau dari sudut pandang konstitusi, kan ada aturan bahwa Kapolri tidak boleh memberikan penugasan di luar struktur organisasi nih 🤔. Maka dari itu, Jenderal Listyo nggak bisa hanya membiarkan pasukannya terjebak dalam keadaan yang tidak beres. Yang jadi pertanyaan, apa sebenarnya yang dialami oleh pihaknya di MK? Apakah ada sesuatu yang tidak dibenar-benar kita tahu 🤐.
 
Makanya Jenderal Listyo ini jadi kayak itu? Kalau tidak mau gugatan yang menyasar Kapolri, kenapa dia tidak mau berbicara tentang isu yang sebenarnya punya masalah di dalam kepolisian? Lihat aja kalau ada korban tindak kekerasan atau penipuan yang melibatkan polisi, siapa yang mau ngomong dulu? Tapi sepertinya dia ingin mengalihkan perhatian dari isu utama itu dengan mengatakan bahwa pihaknya sudah menghadapi gugatan di MK. Makanya Jenderal Listyo ini kayak bocah lulusan PSO (Pengadilan Suriah Organisasi). Dia harus jujur, apa kebenaran yang dia cari sih?
 
Gugatan ini seperti air dalam mangrove, bisa menyebar luas tapi sumbernya masih sama. Jangan terpeleset dengan banyaknya gugatan, kita harus lihat keseimbangannya dulu. Kapolri memiliki wewenang untuk melakukan penugasan, tapi bukan berarti mereka bisa melawan hukum dengan bebas. Itu seperti memerangi badai dengan pisau yang lemah 🌪️💪.

Listyo harus lebih bijak lagi dalam menanggapi gugatan ini. Dia tidak boleh terpikat dengan perasaan marah atau kecewaan, tapi harus fokus pada solusi yang tepat. Kita semua perlu belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu agar bisa maju lebih cepat 🔄💡.

Saya masih penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya dalam kasus ini. Saya harap Listyo dan timnya bisa menemukan jalan tengah yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini tanpa harus melewatkan kewenangan mereka 🤔💕
 
Gak bisa nggak kaget deh dengan keputusan Jenderal Listyo nih 🤯. Nya bilang bahwa Kapolri udah banyak dituduh oleh mahkamah konstitusi sebelumnya, jadi apa lagi yang bisa dibicarakan? Mungkin ini juga sengaja buat terangin kembali hal-hal yang perlu diwaspadai dalam penugasan militer luar negeri. Tapi, kalau asal gugatan itu benar-benar ada kesan bahwa pihaknya udah banyak menunjukkan kurangnya disiplin? Hmm, saya rasa ini gini: jika mereka sudah menghadapi dua gugatan, berarti mereka harus bisa mengatasi masalahnya dulu sebelum buat membuat keputusan yang tidak terlalu bijak. Mungkin ada kalanya harus kembali membaca konstitusi dan regulasi tentang penugasan militer sih 🤔.
 
Gue pikir kalau nanti MK akan menentukan kapan kawas Jenderal Listyo bisa keluar dari tugasnya 🤔. Gue rasa dia sudah terlalu panjang waktu menghadapi gugatan ini, kan? 🕰️. Saya paham dia ingin melindungi kewenangan Kapolri, tapi kalau dia tidak mau menerima keputusan MK, itu akan membuat masalah makin banyak 😬. Gue harap Jenderal Listyo bisa mengambil sikap yang lebih profesional dan tidak membiarkan emosi mengontrol tindakannya 💼.
 
Haihhh, gue jadi marah banget nih, Jenderal Listyo itu kayaknya nggak punya masalah sama sekali! Gugatan yang menyasar kewenangan Kapolri itu kayaknya penting banget, tapi dia nggak ingin dijawab dulu. Gue pikir dia hanya bertebaru dulu, kalau mau tahu asal usulnya, dia harus mulai dari awal, cari tahu apa yang terjadi sama dua gugatan di MK itu.

Gue rasa Kapolri itu kayaknya harus diuji dan dijawab, karena kalau tidak, maka ada lagi korupsi dan kecurangan yang bisa terjadi. Gue khawatir kalau Jenderal Listyo ini hanya ingin menghindari kebenaran, tapi gue tidak mau percaya bahwa dia benar-benar tidak bersalah.

Gue ingin tahu lebih lanjut tentang dua gugatan di MK itu, dan bagaimana Jenderal Listyo berusaha untuk menghadapi mereka. Gue juga harap Kapolri bisa menjelaskan apa yang terjadi dan bagaimana mereka akan menangani hal ini. Kalau dia benar-benar bersalah, maka dia harus menerima hukuman yang seharusnya diterimanya.
 
Aku pikir Listyo naksan. Kapolri udah jelas wajib menjabat dan tidak bisa dipaksakan untuk menyerah penugasan yang ada di dalam struktur organisasi. Sama-sama, kalau ingin coba gugatan, kopo gugatan di Mahkamah Agung aja sih.
 
Gugatan ini pasti bisa dipertimbangkan dengan teliti, tapi sih saya masih ragu-ragu. Apalagi Jenderal Listyo sendiri sudah pernah masuk ke MK dan harus menghadapi gugatan yang serius, kamu tahu kan? Maka dari itu, kalau ada lagi gugatan ini, dia pasti tidak akan mau menyerah atau terlalu cepat menolak. Yang penting, Kapolri harusnya bisa berurusan dengan baik dengar yang melaporkan, tapi gugatan ini jadi membuat kami semua ragu-ragu bagaimana caranya kemanisanya diatur.
 
Gak percaya aja ya, kalau Jenderal Listyo benar-benar menolak gugatan itu. Dulu dia juga ikut masuk ke MK, tapi sekarang dia jadi korban sendiri. Saya pikir ini semua tentang strategi politik, siapa yang akan kalah dan siapa yang akan menang.

Mengerti kalau Kapolri memiliki wewenangan untuk memberikan penugasan di luar struktur organisasi, tapi Jenderal Listyo jadi jembatan yang tidak terlalu bisa dipercaya. Nanti gugatan ini mungkin akan membuatnya harus mengeluarkan klaim-klaim yang tidak terlalu beraturan.

Saya rasa ini semua tentang taktik politik, siapa yang ingin memenangkan hati masyarakat. Jangan sampai kita salah paham, karena saya rasa ada hal lain di balik kejadian ini...
 
Gaduh gitu, Jenderal Listyo nggak bisa bilang sederhana ya. Ia bilang sudah pernah menghadapi dua gugatan di MK tapi kalau kalo itu benar, kenapa dia jadi nyaman banget buat menolak gugatan lainnya? Masing-masing kasus pasti berbeda, kan? Atau apa yang salah dengan Jenderal Listyo, ia bilang saran-saran dari siapa? Kapolri, Jenderal Polisi atau siapa lagi?

Sikapa Jenderal Listyo terlalu nyaman buat menolak gugatan? Mungkin kalo dia jadi penasaran dengan gugatan itu, kalau tidak, kenapa dia bilang "tolak"? Kalau gugatan itu salah, kenapa dia bilang saran-saran dari siapa?
 
Gue pikir Listyo malah harus jujur dulu sih, kalau dia mau gugat apa lagi nanti siapa yang percayainya? 😅 Bisa jadi dia tahu ada sesuatu yang salah, tapi dia tidak ingin buang kebaikan hati. Tapi, perlu diingat bahwa Kapolri adalah lembaga yang penting dalam system keamanan RI, dan harus ada batas-batas untuk pengawasan penugasan mereka.

Gue berharap Listyo bisa membuat konsep yang lebih baik lagi, jangan hanya tentang menghindari gugatan, tapi tentang membuat sistem yang lebih transparan dan akuntabel. Jadi, jika dia ingin jujur dulu, itu juga baik ya! 🤔
 
kembali
Top