Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan dengan tegas bahwa Polri tidak akan berada di bawah kementerian atau menjadi kementerian khusus. Dalam rapat Komisi III DPR, dia mengatakan bahwa wacana ini tak bisa diterima dan sebenarnya telah sempat ditawari untuk menjadi menteri kepolisian oleh beberapa orang.
Listyo bilang polisi di bawah presiden sudah ideal. Polri bisa menjadi alat negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang harkamtibmas dan hukum. Dia menolak usulan ini sampai titik darah penghabisan, bahkan siap dicopot dari jabatannya.
Listyo mengatakan bahwa posisi Polri di bawah presiden saat ini merupakan mandat reformasi, yang telah ditegaskan dalam TAP MPR VI/MPR/2000 dan TAP MPR VII/MPR/2000. Menurutnya, menempatkan polri di bawah kementerian sama saja dengan melemahkan institusi Polri, negara hingga presiden.
"Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak-ibu sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian, dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja", ungkap Listyo.
Listyo bilang polisi di bawah presiden sudah ideal. Polri bisa menjadi alat negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang harkamtibmas dan hukum. Dia menolak usulan ini sampai titik darah penghabisan, bahkan siap dicopot dari jabatannya.
Listyo mengatakan bahwa posisi Polri di bawah presiden saat ini merupakan mandat reformasi, yang telah ditegaskan dalam TAP MPR VI/MPR/2000 dan TAP MPR VII/MPR/2000. Menurutnya, menempatkan polri di bawah kementerian sama saja dengan melemahkan institusi Polri, negara hingga presiden.
"Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak-ibu sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian, dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja", ungkap Listyo.