Pengamatan hilal baru atau hilal sabit baru, yang merupakan langkah pertama menentukan awal bulan puasa Ramadhan, sudah dilakukan. Lembaga Falakiyah melakukan pengamatan kemunculan bulan sabit baru tersebut secara khusus dan berdasarkan metode hisab hakiki dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Dengan demikian, sidang isbat awal Ramadhan dijadwalkan untuk digelar pada 29 Syakban setiap tahunnya. Sidang ini akan menentukan awal bulan puasa Ramadhan yang menjadi keputusan resmi pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag).
Jika hilal terlihat pada 29 Syakban 1447 H atau 17 Februari 2026, maka 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Namun, jika hilal tidak tampak pada 29 Syakban 2025, maka NU dan pemerintah mengikuti kaidah istikmal yang artinya bulan Syakban akan berumur 30 hari, sehingga awal puasa Ramadhan jatuh pada 19 Februari 2026.
Pemerintah telah menetapkan libur nasional dan cuti bersama terkait Hari Raya Idul Fitri 2026. Dalam keputusan tersebut telah ditetapkan libur nasional Idul Fitri pada 21-22 Maret 2026, sedangkan cuti bersama Idul Fitri jatuh pada 20, 23, dan 24 Maret 2026.
Dengan demikian, sidang isbat awal Ramadhan dijadwalkan untuk digelar pada 29 Syakban setiap tahunnya. Sidang ini akan menentukan awal bulan puasa Ramadhan yang menjadi keputusan resmi pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag).
Jika hilal terlihat pada 29 Syakban 1447 H atau 17 Februari 2026, maka 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Namun, jika hilal tidak tampak pada 29 Syakban 2025, maka NU dan pemerintah mengikuti kaidah istikmal yang artinya bulan Syakban akan berumur 30 hari, sehingga awal puasa Ramadhan jatuh pada 19 Februari 2026.
Pemerintah telah menetapkan libur nasional dan cuti bersama terkait Hari Raya Idul Fitri 2026. Dalam keputusan tersebut telah ditetapkan libur nasional Idul Fitri pada 21-22 Maret 2026, sedangkan cuti bersama Idul Fitri jatuh pada 20, 23, dan 24 Maret 2026.