Kanada Siap Menghadapi AS dengan Strategi Mujahidin Afghanistan
Militer Kanada telah menyusun strategi militer untuk bersiap jika ada invasi dari Amerika Serikat. Strategi ini terinspirasi dari perlawanan mujahidin Afghanistan dalam perang 1979-1989 melawan Soviet. Konsep strateginya adalah perlawanan asimetris bersenjata dan non-konvensional.
Menurut sumber, strategi militer itu dipilih karena militer Kanada menilai bahwa mereka tak dapat menangkis serangan konvensional AS sepenuhnya. Oleh karena itu, jika AS menyerbu kawasan darat dan laut utama Kanada, mereka membayangkan perang bergaya pemberontakan dengan milisi berunit kecil, pesawat tak berawak, dan serangan tabrak lari.
Namun, sumber tersebut menyatakan bahwa model perlawanan itu dijadikan sebagai "kerangka konseptual dan teoritis, bukan rencana militer". Terlebih, potensi invasi militer AS ke Kanada masih di taraf belum mungkin terjadi.
Situasi kawasan Arktik yang memanas akibat retorika pencaplokan Greenland oleh AS dan pernyataan berulang Trump untuk menjadikan Kanada sebagai wilayah AS, membuat militer Kanada menyiapkan konsep tersebut. Perancangan konsep strategi melawan AS ini disebut jadi yang pertama dalam satu abad bagi militer Kanada.
Sementara itu, Trump sendiri terlebih dulu melontarkan ajakan agar Kanada bergabung ke AS. Pada Selasa (20/1/2026), Trump bahkan mengunggah foto AI yang menampilkan peta Greenland, Kanada, Kuba, dan Venezuela dengan bendera AS.
Merespons ajakan Trump, Kanada telah berulang kali menolak ajakan dan sindiran Trump untuk bergabung dengan AS. Dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss pada Rabu (21/1), Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengkritik hegemoni AS.
Kanada Siap Menghadapi AS
Militer Kanada telah menyusun strategi militer untuk bersiap jika ada invasi dari Amerika Serikat. Strategi ini terinspirasi dari perlawanan mujahidin Afghanistan dalam perang 1979-1989 melawan Soviet. Konsep strateginya adalah perlawanan asimetris bersenjata dan non-konvensional.
Menurut sumber, strategi militer itu dipilih karena militer Kanada menilai bahwa mereka tak dapat menangkis serangan konvensional AS sepenuhnya. Oleh karena itu, jika AS menyerbu kawasan darat dan laut utama Kanada, mereka membayangkan perang bergaya pemberontakan dengan milisi berunit kecil, pesawat tak berawak, dan serangan tabrak lari.
Namun, sumber tersebut menyatakan bahwa model perlawanan itu dijadikan sebagai "kerangka konseptual dan teoritis, bukan rencana militer". Terlebih, potensi invasi militer AS ke Kanada masih di taraf belum mungkin terjadi.
Situasi kawasan Arktik yang memanas akibat retorika pencaplokan Greenland oleh AS dan pernyataan berulang Trump untuk menjadikan Kanada sebagai wilayah AS, membuat militer Kanada menyiapkan konsep tersebut. Perancangan konsep strategi melawan AS ini disebut jadi yang pertama dalam satu abad bagi militer Kanada.
Sementara itu, Trump sendiri terlebih dulu melontarkan ajakan agar Kanada bergabung ke AS. Pada Selasa (20/1/2026), Trump bahkan mengunggah foto AI yang menampilkan peta Greenland, Kanada, Kuba, dan Venezuela dengan bendera AS.
Merespons ajakan Trump, Kanada telah berulang kali menolak ajakan dan sindiran Trump untuk bergabung dengan AS. Dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss pada Rabu (21/1), Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengkritik hegemoni AS.
Kanada Siap Menghadapi AS