Kajian Perludem: Golkar Diuntungkan Pilkada Lewat DPRD

Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem) baru-barulah mengeluarkan laporan yang menunjukkan Partai Golkar adalah partai yang paling diuntungkan jika pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan melalui DPRD. Menurut peneliti Perludem, Iqbal Kholidin, keuntungan ini disebabkan oleh dominasi Golkar dalam perolehan kursi DPRD hasil Pemilu 2024.

Golkar memimpin dengan menguasai 18 provinsi di Indonesia, sedangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyusul dengan menguasai 15 provinsi. Namun, PDIP menjadi satu-satunya partai yang mendominasi kursi DPRD di Provinsi Bali dengan ambang batas di atas 50 persen.

Perludem juga menemukan bahwa Golkar memiliki pola penguasaan wilayah yang sangat luas, dengan jangkauan nasional sebesar 27,76 persen dan 141 kabupaten atau kota yang diperebutkan. Kekuatan strategis Golkar terletak pada perolehan kursi DPRD sebesar 30-49 persen di 22 daerah.

Penelitian ini menyoroti bahwa Golkar merupakan pemegang kunci koalisi di ratusan wilayah, meski tidak menjadi penguasa tunggal seperti PDIP. Namun, kombinasi jumlah kursi DPRD yang diperoleh oleh partai-partai yang pro pilkada lewat DPRD membuat keuntungan Golkar semakin mengkhawatirkan.

Sementara itu, ketujuh partai yang mendukung pilkada tak langsung, termasuk Gerindra, PKB, NasDem, PAN, Demokrat, dan PKS, mendominasi (lebih dari 50 persen) kepemilikan kursi DPRD di 475 kota atau kabupaten seluruh Indonesia. Akibatnya, jika pilkada diubah melalui DPRD, partai-partai ini sudah dipastikan mengantongi kemenangan.

PDIP adalah satu-satunya partai di parlemen yang menolak tegas wacana pilkada lewat DPRD. Penolakan itu berdasarkan hasil rapat kerja nasional atau rakernas I yang digelar pada 10-12 Januari 2026 di Jakarta.
 
Golkar ini jadi pemain utama kalau pilkada diadakan melalui DPRD, kayaknya harus dipantau lebih dekat. Jangan sampai Golkar manipulasi prosesnya aja agar bisa menang. Perlu ada langkah yang lebih ketat untuk mencegah hal ini, misalnya dengan memperkuat otonomi daerah atau membuat sistem pemilihan yang lebih transparan ya
 
Golkar apa kawannya sih? Tapi jangan salah paham, aku nggak bermaksud mengatakan Golkar ini nggak baik, tapi mungkin koalisi partai-partai lainnya juga buat kerja sama yang lebih baik deh. Jadi, siapa tahu kalau PDIP dan Gerindra buat kerja sama dengan Golkar, mungkin hasilnya bisa lebih optimal. Tapi, aku tetap rasa PDIP malah yang paling kuat dari partai-partai ini 🤔👊
 
Golkar memang keren banget sih, tapi gimana kalau PDIPnya bisa menguasai Bali? Mereka jadi satu-satunya yang bisa berdiri sendiri dan nggak terlalu bergantung pada koalisi ya...
 
gampang ditebak kan siapa yang jadi kunci koalisi di ratusan wilayah? si Golkar aja! mereka punya kekuatan strategis dan dominasi kursi DPRD yang super luas. tapi, apa yang terjadi dengan PDIP? mereka menolak pilkada melalui DPRD, kan? aku pikir itu karena mereka takut kehilangan kekuasaan. tapi, siapa tau lagi nih... 🤔
 
Golkar kayaknya gampang2an kalahin Pilgadak ya... jadi ari ari bisa lihat siapa partai yang bakanya dominan, kayaknya PDIP punya kesempatan besar untuk mengikuti. tapi apa yang bikin Golkar bisa begitu kuat itu? kayaknya ada sesuatu di balik yang tidak kita ketahui ya...
 
Pilkada melalui DPRD sih serius banget! Maka-maka Golkar jadi partai paling diuntungkan, ini kalau sengaja PDIP udah salah taktiknya 🤔👎. Sementara PDIP yang mendominasi Bali, ini malah bikin kerumunan di Bali kan? 😂. Belom fokus pada pilkada melalui DPRD, ayo PDIP buat strategi baru! 💡
 
kembali
Top