Rakernas PSI, Gagasan Kaesang Tolak Laporan yang Tipu-Tipu, Jadi Kunci Menang Pemilu 2029
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, telah menyatakan menolak laporan Absolut Bernapas (ABS) atau asal bapak senang (ABS) yang diharapkan untuk memberikan data dan kekuatan bagi partai. Menurut Kaesang, evaluasi internal akan dilakukan sampai tiga bulan ke depan.
Di rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/1/2026), Kaesang menyampaikan bahwa dirinya memantau kerja seluruh struktur PSI, bukan hanya di tingkat nasional saja. "Tetapi juga hingga ke kabupaten/kota sebagai sampel. Saya tahu, di sini semua, saya bisa tunjuk yang mana sebenarnya yang belum kerja dan sudah kerja. Jadi hati-hati akan saya ganti," ujar Kaesang dilansir dari Antara.
Kaesang juga memperingatkan para kadernya tak memberikan laporan ABS. "Karena itu saya enggak butuh laporan ABS, Asal Bapak Senang. Isinya kok tipu-tipu saja. Yang saya butuhkan itu adalah data real di lapangan," jelasnya.
Pengatur PSI, Faldo Maldini, mengatakan bahwa pernyataan Kaesang itu menekankan pentingnya restrukturisasi partai yang dapat diukur secara nyata, bukan sekadar laporan normatif tanpa substansi. "Mas Kaesang menegaskan kembali bahwa pentingnya partai memiliki struktur yang kuat. Jadi, langkah ini sangat logis, ya," kata Faldo.
Menurut Faldo, cara berpikir Kaesang sebagai ketua umum didasarkan pada logika kemenangan elektoral. Tanpa struktur yang jelas dan solid, mustahil suatu partai meraih hasil maksimal dalam Pemilu 2029 mendatang.
Penolakan terhadap praktik ABS menjadi penegasan kekuatan partai harus dibangun dari data dan kinerja yang terukur. Struktur partai, kata Faldo, bukan sesuatu yang bisa direkayasa lewat laporan deskriptif semata. "Makanya beliau juga bilang jangan tipu-tipu asal bos senang, karena sesuatu yang namanya struktur itu bisa diukur kuantitatif, bukan deskriptif," tegasnya.
Faldo menilai pidato tersebut mencerminkan kepemimpinan Kaesang yang ingin membawa PSI ke fase baru. "Alasan kenapa PSI lolos, ya harus ada orangnya ada strukturnya, ada kadernya dan pengurusnya. Enggak akan mungkin menang sebuah partai kalau tanpa itu semua," pungkas Faldo.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, telah menyatakan menolak laporan Absolut Bernapas (ABS) atau asal bapak senang (ABS) yang diharapkan untuk memberikan data dan kekuatan bagi partai. Menurut Kaesang, evaluasi internal akan dilakukan sampai tiga bulan ke depan.
Di rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/1/2026), Kaesang menyampaikan bahwa dirinya memantau kerja seluruh struktur PSI, bukan hanya di tingkat nasional saja. "Tetapi juga hingga ke kabupaten/kota sebagai sampel. Saya tahu, di sini semua, saya bisa tunjuk yang mana sebenarnya yang belum kerja dan sudah kerja. Jadi hati-hati akan saya ganti," ujar Kaesang dilansir dari Antara.
Kaesang juga memperingatkan para kadernya tak memberikan laporan ABS. "Karena itu saya enggak butuh laporan ABS, Asal Bapak Senang. Isinya kok tipu-tipu saja. Yang saya butuhkan itu adalah data real di lapangan," jelasnya.
Pengatur PSI, Faldo Maldini, mengatakan bahwa pernyataan Kaesang itu menekankan pentingnya restrukturisasi partai yang dapat diukur secara nyata, bukan sekadar laporan normatif tanpa substansi. "Mas Kaesang menegaskan kembali bahwa pentingnya partai memiliki struktur yang kuat. Jadi, langkah ini sangat logis, ya," kata Faldo.
Menurut Faldo, cara berpikir Kaesang sebagai ketua umum didasarkan pada logika kemenangan elektoral. Tanpa struktur yang jelas dan solid, mustahil suatu partai meraih hasil maksimal dalam Pemilu 2029 mendatang.
Penolakan terhadap praktik ABS menjadi penegasan kekuatan partai harus dibangun dari data dan kinerja yang terukur. Struktur partai, kata Faldo, bukan sesuatu yang bisa direkayasa lewat laporan deskriptif semata. "Makanya beliau juga bilang jangan tipu-tipu asal bos senang, karena sesuatu yang namanya struktur itu bisa diukur kuantitatif, bukan deskriptif," tegasnya.
Faldo menilai pidato tersebut mencerminkan kepemimpinan Kaesang yang ingin membawa PSI ke fase baru. "Alasan kenapa PSI lolos, ya harus ada orangnya ada strukturnya, ada kadernya dan pengurusnya. Enggak akan mungkin menang sebuah partai kalau tanpa itu semua," pungkas Faldo.