Kadispenad Sebut Bentrok di Sultra Salah Paham Antar Suporter

Kesalahpahaman di Lapangan Bola, Kadispenad Jelaskan Peristiwa Bentrok TNI-Brimob

Bentrokan antara anggota Yonif dan Brimob terjadi saat pertandingan futsal berakhir imbang 0-0. Menurut Kadispenad, Brigjen TNI Donny Pramono, kesalahpahaman tersebut merupakan reaksi spontan antar-suporter yang tidak terkait dengan peristiwa sebenarnya. Pihaknya sudah memantau kejadian ini dan telah mengatasi situasi tersebut dengan efektif.

Saat pertandingan berakhir, sempat terjadi momen ejek antar-suporter, namun para pimpinan satuan yang ada langsung bekerja sama untuk menenangkan personel dan memastikan agar situasi tetap terkendali. Seluruh pihak setuju untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

Menurut Donny, kesalahpahaman ini memberikan pelajaran berharga bagi kedua belah pihak. Kegiatan olahraga adalah salah satu cara membangun hubungan dan sinergi yang lebih baik antara TNI-Brimob.
 
Gue pikir konflik di lapangan bola itu bisa jadi karena suporter Brimob dan Yonif punya opini yang berbeda tentang hasil pertandingan, apa kalah atau menang ๐Ÿค”. Gue nanti akan lihat apakah konflik ini memang terkontrol dengan baik oleh Kadispenad. Saya harap para suporter tidak terlalu marah atau sombong, karena itu bisa jadi yang membuat konflik semakin parah ๐Ÿ˜ฌ.
 
Kalau gini nih, kesalahpahaman di Lapangan Bola itu lumayan serius deh ๐Ÿคฏ! Ngomong-ngomong aja, saya pikir penyebabnya bukan karena persaingan antar suporter futsal, tapi karena kurangnya komunikasi ya, bro ๐Ÿค”. Kalau kita ngeliatin situasinya lebih dekat, nih, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti ini lagi, like banter yang lebih santai dan aturan-aturan yang jelas tentang bagaimana berinteraksi antara TNI-Brimob. Saya juga rasa penting banget memperkenalkan diri dan mengenali sesama pemuda, ya, itulah cara untuk menghindari kesalahpahaman seperti ini di masa depan ๐Ÿค.
 
Saya penasaran kenapa kadispenad bilang ejek itu spontan, tapi di lapangan sudah banyak yang ikut campur? Saya pikir ada kerja sama antar satuan yang kurang sempurna, ya? Sebenarnya apa yang terjadi sebelum pertandingan berakhir imbang 0-0? Jangan salah sasaran, jangan membalas gencatan api tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
 
ini kayaknya cerita yang agak menarik, tapi siapa tahu kenapa harus diolah lagi dengan format yang tepat, misalnya dengan memisahkan narasi dari komentarnya jadi 2 bagian, dan salah satunya dengan judul yang lebih spesifik ๐Ÿ“„โ€โ™‚๏ธ๐Ÿ“ฐ. kayaknya kesalahpahaman di lapangan bola itu gampang dipahami, tapi masih ada yang membuat saya curiga, misalnya siapa yang ngerembug sama siapa? ๐Ÿค”๐Ÿ‘Š. toh kalau benar-benar tidak terkait dengan peristiwa sebenarnya, maka kenapa ada yang ngajak bertengkar? ๐Ÿ™„๐Ÿ’ฌ. toh kayaknya penting buat memahami apa yang terjadi dan bagaimana diatasi dengan efektif ๐Ÿ’ก๐Ÿ‘ฎโ€โ™‚๏ธ.
 
Wow ๐Ÿคฏ! Kesalahpahaman di lapangan bola ini memang sangat menarik, tapi juga mengingatkan kita tentang pentingnya kesabaran dan kekeluargaan dalam menghadapi situasi yang tidak terduga ๐Ÿ˜Š. Menurutku, ada alasan lain karena futsal imbang 0-0 itu bikin orang kecemburu kan? ๐Ÿ˜‚ Interesting!
 
Mengira-miranya di lapangan bola ya... Kalau gini punya keburuan dari tim Brimob, tapi ternyata bukan karena TNI atau Brimob aja, melainkan hanya reaksi spontan dari suporter yang nggak sengaja. Makanya harus sabar dan tidak terlalu marah, ya...
 
Gue rasa kalau di sini ada kesalahpahaman yang serius, tapi malah diputar ngejekkan aja... siapa yang bilang kalo aksi Brimob itu buat main futsal? Mereka cakapnya bisa mengatur keseimbangan antara olahraga dan tugas mereka, tapi gue rasa kalau mereka harus lebih berhati-hati dulu, ya...
Akan tapi sepertinya mereka sudah bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, jadi gak usah terlalu kaget. Yang penting mereka ngerti kalau main futsal itu kegiatan yang normal, bukannya hal yang melawan peraturan...
 
aku pikir kayaknya reaksi para suporter itu tidak wajar, tapi kalau ada kesalahpahaman sebaiknya ditekan oleh para pimpinan satuan jadi ga bisa sembarangan aja ๐Ÿ˜. aku rasa TNI-Brimob gak perlu khawatir terlalu keras, karena kayaknya udah cukup banyak kegiatan yang dapat membantu membangun hubungan dan sinergi antara kedua belah pihak seperti itu deh ๐Ÿค.
 
ASEMULAH MAKAN JAJARAN AKHIR PERTANDINGAN FUTSAL NEMEN YANG GUGUSNYA BISA NGELUJURKAN KEJAWENANNYA!!!!!!! ๐Ÿคฃ๐Ÿ‘Š MIRIP NYA DENGAN KAPALKU, SAKTIKAN BERITA-BERITAA PAH ITU SELAMA KAPAL NERTUA TIDAK PERNAH BUBAR ๐Ÿ˜‚. PENTING NYA BANGUN RELASI NYA, GAK NYA? ๐Ÿค”
 
Gue ngedehein sama kesalahpahaman di lapangan bola ini ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Saya rasanya kayaknya ada yang kurang jelas dalam pengerjaan tim satuan ini. Kalau nggak salah, Kadispenad juga bilang bahwa momen ejek itu spontan kan? Gue pikir kalau ada yang tertinggal sama efektivitas penanganan situasi itu ๐Ÿค”. Saya nanya aja, kenapa pihaknya tidak langsung mengambil tindakan lebih cepat, kayaknya bisa mencegah momen ejek itu terjadi? Lalu, apa sih kegiatan olahraga itu buat apa kalau tidak ada kesiapan yang tepat dari para pimpinan satuan? Gue rasa harus ada kesadaran yang lebih tinggi dalam pengelolaan situasi seperti ini ๐Ÿšจ.
 
Gue pikir ini bikin kegembiraan saat pertandingan futsal imbang 0-0 itu! Momen ejek antar-suporter kayaknya bikin kita penasaran, tapi ternyata sih hanya reaksi spontan aja dari keduanya. Gue senang melihat para pimpinan satuan bekerja sama dengan cepat untuk menenangkan hal ini, itu kayaknya contoh bagus bagaimana olahraga bisa membangun hubungan yang lebih baik between TNI-Brimob.

Gue rasa penting banget bagi kedua belah pihak untuk mengerti bahwa kesalahpahaman ini tidak terkait dengan peristiwa sebenarnya, tapi masih bisa belajar dari hal ini. Saya harap bisa lihat lebih banyak contoh seperti ini di masa depan ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘
 
ini agak menarik banget, apa yang bikin suporter konsisten ejek... tapi kemudian para pimpinan langsung bekerja sama, jadi gak ada masalah lagi. sepertinya kesalahpahaman ini bisa diatasi dengan damai, dan sebenarnya ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kedua belah pihak, ya ๐Ÿ˜Š
 
Aku pikir pihak yang terlibat ini harus serius aja nih... kesalahpahaman di lapangan itu jadi cerita yang populer banget, tapi apa benarnya yang terjadi? Aku rasa ada sesuatu yang tidak jelas. Jika sebenarnya hanya reaksi spontan dari suporter, maka kenapa gak ada video yang nggak kotor nih... atau foto yang nggak ada konteks? Aku malah ragu apakah benar-benar tidak terkait dengan peristiwa sebenarnya. Dan apa benar-benar semua pihak sudah setuju untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan? Itu terdengar terlalu mudah... ๐Ÿค”
 
Gue pikir gini, bantu kita cemas dulu, tapi sekarang udah terkendali. Pertandingan futsal sih nggak penting banget, tapi bagaimana kita menangani konflik ya penting banget! ๐Ÿค Kita lihat, kedua belah pihak bisa berkomunikasi dan menyelesaikan masalahnya dengan damai. Itu juga bisa jadi contoh bagi kita semua, jangan sampai kita menjadi ejek atau bermusuhan dulu sebelum kita coba berbicara! ๐Ÿ˜Š
 
Wah, kayaknya kesalahpahaman di lapangan itu gampang dibiarkan terjadi kan? ๐Ÿค” Saya pikir pihak TNI dan Brimob harus tetap maju dan berkomunikasi yang lebih baik dulu. Kalau sih kesalahpahaman biasa-biasanya tidak berakhir seperti ini, kayaknya ada masalah lain yang perlu dicari. Tapi, kalau sudah terjadi dan semuanya bisa terkendali, itu juga bukan masalah besar kan? ๐Ÿ˜Š
 
ini kasusnya lagi kiri kanan, apalagi saat futsal imbang aja sudah panas sekali tapi jangan dijangkau apa-apa, yang penting itu keselamatan semua pihak. tapi apa sih yang bikin para suporter begitu marah? aku pikir ini masalah pendidikan, kalau anak-anak kita lebih fokus pada permainan olahraga daripada mengembangkan emosi dan kontrol diri mereka sendiri. kalo giliran aku di lapangan basah aja nanti nggak tahu apa yang harus dilakukan, tapi para suporter ini kan sudah panas sekali sebelum pertandingan berakhir! ๐Ÿ˜‚๐Ÿ‘Š
 
Gampang banget ya, kadispenad itu bilang ada kesalahpahaman, tapi siapa tahu kalau itu benar? Mungkin karena mereka tidak ada di lapangan futsal, kayaknya mereka tidak tahu apa yang terjadi. Tapi, aku pikir lebih beresik, semuanya itu bisa dipelajari dan diperbaiki. Siapa yang bilang bahwa kesalahpahaman itu hanya reaksi spontan? Mungkin ada yang tertinggal atau salah paham. Aku rasa lebih baik jika kita semua ada di sana, lihat sendiri apa yang terjadi sebelum berbicara banyak.
 
kembali
Top