Kabar Duka, Meri Hoegeng Istri Mantan Kapolri Meninggal Dunia

Kabari duka yang menghantam keluarga Polri, ialah istri mantan Kapolri kelima Jenderal Hoegeng Iman Santoso yang berusia 100 tahun meninggal dunia. Meriyati Roeslani atau lebih akrab disapa Meri Hoegeng, ditemukan dalam keadaan tidak bernapas pukul 13.24 WIB di rumahnya pada Selasa lalu.

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Kalemdiklat Polri dan dinyatakan oleh Komjen Chrysnanda Dwi Laksana. Ia menuturkan bahwa istri mantan Kapolri kelima tersebut meninggal dunia dan jenazahnya akan disemayamkan di rumahnya.

Istri mantan Kapolri kelima tersebut, yang berusia 100 tahun ini diperkirakan akan dibawa ke Giri Tama untuk dimakamkan besok lalu setelah selesai melakukan salat Zuhur.

Chrysnanda memohon doa bagi almarhumah agar diterima di sisi Allah SWT dan memohon agar diterima dalam keadaan husnul khatimah, diampuni segala khilaf dan salahnya, serta diterima semua amal ibadahnya.

Ia juga menyatakan bahwa pemakaman akan dilangsungkan besok lalu di wilayah Bogor, Jabar.
 
Kabari ini membuat aku perasaan sedih banget 🤕. Meriyati Roeslani, mantan istri dari mantan Kapolri kelima Jenderal Hoegeng Iman Santoso, benar-benar sudah berusia 100 tahun dan meninggal dunia. Aku rasa kalau aku masih kecil, dia sama seperti nenekku yang selalu memanjakan anaknya dengan cinta 💕. Aku bayangin dirinya saat itu, masih muda, cantik, dan bersemangat 😊. Saat ini, aku hanya bisa memberikan doa agar dia diterima dalam keadaan husnul khatimah dan dimakamkan di Giri Tama dengan kedamaian 💫. Aku rasa kalau pemakaman akan dilangsungkan besok lalu di wilayah Bogor, Jabar, aku harap bisa hadir untuk melihat dirinya ditempatkan ke tempat yang seimbang dan tenang 😌.
 
Saya rasa ini benar-benar kekecewaan bagi keluarga Polri, apalagi saat ini masih ada kasus yang terjadi di Indonesia. Meriyati Roeslani itu seperti angin yang lembut dan sederhana, padahal beliau adalah seorang ibu yang suci. Saya harap para penghuni rumah yang tidak bertanggung jawab bisa berubah dan menjadi orang yang lebih baik di masa depan.
 
Kurang ajar siapa nih? 100 tahun gitu masih bisa menghantam keluarga orang itu 😒. Apalagi dengan cara yang begitu kasar, nggak perlu lagi ngobrol tentang doa dan apa-apaan. Kepada almarhumah saya utusan kami: tolong jangan buat masalah lagi, kalau udah waktunya punya hati, langsung habis ya.
 
Makasih ya kabar duka itu... Rupanya istri mantan Kapolri yang berusia 100 tahun itu meninggal dunia. Saya rasa seru banget kalau bisa lihat kehidupan mereka, tapi kayaknya sudah waktunya bunyi sambutan dan doa. Aku kira Giri Tama pasti tempat yang paling cocok buat dia, kan? Dan aku harap juga seluruh keluarga meriyati ini bisa diterima di sisi Allah SWT dengan kebaikan hati...
 
Ayuh, kabar duka ini memang sangat berat bagi keluarga Polri dan masyarakat Indonesia secara umum. Meriyati Roeslani atau Meri Hoegeng memang sangat unik karena bisa meninggal dunia pada usia 100 tahunnya. Mungkin dia sudah banyak mengalami hal yang indah dan bermakna di hidupnya.

Saya berharap pemakaman besok lalu di Bogor dapat dilangsungkan dengan damai dan hormat, serta memohon doa bagi keluarga Meri Hoegeng agar diterima Allah SWT dan diberikan kekuatan untuk melanjutkan perjalanan hidup mereka. Mungkin ini juga kesempatan bagus untuk kita berbagi kenangan indah tentang Meri Hoegeng dan mengingat kembali kehidupan yang indahnya. 🙏
 
Maksudnya, kalau ada teknologi yang bikin bisa hidup selama 100 tahun seperti itu, kenapa kiprah seseorang tidak bisa menentu waktunya? Meri Hoegeng sudah punya pengalaman hidup yang lama banget, tapi dia masih bisa meninggal dunia tanpa harus nggak sengaja. Maksudnya, teknologi itu jadi macet sama kehidupan nyata.
 
Makasih atas kabar ini sih... 100 tahun itu lumayan berat banget dulu. Rasa syukur dia hidup selama 100 tahun dan bisa melihat banyak hal di dunia. Tapi sayangnya kini sudah tidak lagi bersama keluarganya. Semoga almarhamah diterima dalam keadaan yang baik di sisi Allah SWT. Pemakaman ini juga bisa menjadi kesempatan untuk orang-orang di sekitarnya belajar tentang pentingnya memperlakukan orang tua dan keluarga dengan baik.
 
Makasih dulu banget kalo kabari ini... Meriyati itu sangat dewasa, 100 tahun nggak murkis, kan? Aku masih ingat kala aku ke cemetary yang sama di Jakarta, aku masih berusia sekolah. Aku tadi saking sedih, aku bayangin diri Meri Hoegeng kalau mau berbicara dulu... Tapi siapa tahu, mungkin nanti aku bisa melihat kenangan-kenyangannya di Giri Tama.
 
Makasih kan khabar gusarnya... 100 tahun udh mati si Meri Hoegeng aja. Nanti mau dipotong-potong ke Giri Tama duduk bersama kakek dan nenek yang sudah wafat. Saya rasa kalau masih bisa bernapas, dia pasti akan nyari-nyari keluarga Polri ke mana-mana, nggak?
 
kembali
Top