Aku pikir kalau film lokal sebenarnya gampang dibuat aja nih... setiap arah, ada siapa yang mau bikin film lokal. Tapi sayangnya, hampir semua film lokal itu kayak nyamuk, capek banget untuk ditonton. Aku lihat 2x "Agak Laen 2", aku rasa aku udh tonton 3x... tapi gak bisa membawa nafsu aku buat menonton lagi. Hmm, mungkin karena plotnya kayak bantal, aku nggak sabar buat melihat bagaimana cerita itu selesai. Aku yakin banyak orang yang juga merasakan seperti aku, tapi kira-kira 1% yang udh sibuk nonton film lokal... sayangnya, aku salah di grup tersebut