Jepang mencatatkan jumlah pekerja asing terbesar dalam sejarahnya, mencapai angka 2,57 juta orang hingga akhir tahun lalu. Data ini diumumkan oleh pemerintah Jepang dan memecahkan rekor selama 13 tahun berturut-turut. Angka ini menunjukkan krisis tenaga kerja yang dihadapi negara tersebut.
Pekerja asal Vietnam menjadi kelompok terbesar dalam jumlah tersebut, dengan lebih dari 605.906 orang atau 23,6 persen dari total. Posisi berikutnya ditempati oleh pekerja asal Cina sebanyak 431.949 orang, disusul Filipina dengan 260.869 orang.
Jumlah tempat kerja yang mempekerjakan warga negara asing juga mencatat rekor tertinggi, mencapai 371.215 lokasi, naik 8,5 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Banyaknya pekerja asing ini menunjukkan kebutuhan Jepang dalam meningkatkan tenaga kerja.
Data ini diumumkan dalam masa kampanye pemilihan anggota Majelis Rendah (DPR Jepang) pada 8 Februari lalu, yang turut menyoroti isu integrasi warga asing. Pemerintah Jepang sedang berusaha memperketat aturan penerimaan pekerja asing dan mendorong kohesi sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, kementerian terkait telah melaporkan pertumbuhan besar dalam jumlah pekerja asing. Data ini menunjukkan bahwa Jepang harus lebih hati-hati dalam mengatur pengiriman pekerja asing untuk tidak memicu ketidaksetaraan dan kekhawatiran di kalangan warga negara lokal.
Pekerja asal Vietnam menjadi kelompok terbesar dalam jumlah tersebut, dengan lebih dari 605.906 orang atau 23,6 persen dari total. Posisi berikutnya ditempati oleh pekerja asal Cina sebanyak 431.949 orang, disusul Filipina dengan 260.869 orang.
Jumlah tempat kerja yang mempekerjakan warga negara asing juga mencatat rekor tertinggi, mencapai 371.215 lokasi, naik 8,5 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Banyaknya pekerja asing ini menunjukkan kebutuhan Jepang dalam meningkatkan tenaga kerja.
Data ini diumumkan dalam masa kampanye pemilihan anggota Majelis Rendah (DPR Jepang) pada 8 Februari lalu, yang turut menyoroti isu integrasi warga asing. Pemerintah Jepang sedang berusaha memperketat aturan penerimaan pekerja asing dan mendorong kohesi sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, kementerian terkait telah melaporkan pertumbuhan besar dalam jumlah pekerja asing. Data ini menunjukkan bahwa Jepang harus lebih hati-hati dalam mengatur pengiriman pekerja asing untuk tidak memicu ketidaksetaraan dan kekhawatiran di kalangan warga negara lokal.