Hari ketiga, tim SAR Basarnas dan gabungan organisasi masih mencari 65 orang yang hilang akibat longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Banyak korban yang terdampak longsor ditemukan meninggal dunia, sedangkan 23 orang ditemukan selamat. Sementara itu, masih 65 orang hilang dan belum ditemukan.
Dalam operasi pencarian hari ini, tim gabungan melaksanakan pencarian dengan metode manual, alkon, serta penggunaan alat berat. Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyatakan bahwa cuaca hari ini sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan operasi SAR.
Tim gabungan terdiri dari Basarnas, TNI/POLRI, Kementrian PU, BNPB, Kementrian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Relawan dan Komunitas SAR. Ada sekitar 9 ekskavator yang dikerahkan untuk melaksanakan pencarian, sedangkan potensi SAR sebanyak 2.129 orang.
Yudhi Bramantyo juga menyatakan bahwa setiap kantung jenazah yang ditemukan akan diserahkan ke pihak DVI untuk dilakukan identifikasi dan kemudian diumumkan kepada keluarga korban. Dia juga berharap cuaca hari ini mendukung sehingga pencarian dapat berjalan secara maksimal hingga sore hari.
Menurut Laksamana Yudhi, jangka pendek adalah mencari yang hilang dengan semaksimal mungkin, sedangkan yang wafat akan dibantu oleh keluarganya dan yang direlokasi juga sudah dibantu. Jangka panjang adalah relokasi permanen ke wilayah yang lebih aman, karena lokasi terdampak longsor tidak layak lagi untuk dijadikan kawasan permukiman.
Pemerintah provinsi Jawa Barat akan melakukan penanganan imbas longsor di Desa Pasirlangu. Mendagri Tito Karnavian menyatakan bahwa pentingnya relokasi permanen ke wilayah yang lebih aman, karena lokasi terdampak longsor tidak layak lagi untuk dijadikan kawasan permukiman.
Dalam operasi pencarian hari ini, tim gabungan melaksanakan pencarian dengan metode manual, alkon, serta penggunaan alat berat. Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyatakan bahwa cuaca hari ini sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan operasi SAR.
Tim gabungan terdiri dari Basarnas, TNI/POLRI, Kementrian PU, BNPB, Kementrian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Relawan dan Komunitas SAR. Ada sekitar 9 ekskavator yang dikerahkan untuk melaksanakan pencarian, sedangkan potensi SAR sebanyak 2.129 orang.
Yudhi Bramantyo juga menyatakan bahwa setiap kantung jenazah yang ditemukan akan diserahkan ke pihak DVI untuk dilakukan identifikasi dan kemudian diumumkan kepada keluarga korban. Dia juga berharap cuaca hari ini mendukung sehingga pencarian dapat berjalan secara maksimal hingga sore hari.
Menurut Laksamana Yudhi, jangka pendek adalah mencari yang hilang dengan semaksimal mungkin, sedangkan yang wafat akan dibantu oleh keluarganya dan yang direlokasi juga sudah dibantu. Jangka panjang adalah relokasi permanen ke wilayah yang lebih aman, karena lokasi terdampak longsor tidak layak lagi untuk dijadikan kawasan permukiman.
Pemerintah provinsi Jawa Barat akan melakukan penanganan imbas longsor di Desa Pasirlangu. Mendagri Tito Karnavian menyatakan bahwa pentingnya relokasi permanen ke wilayah yang lebih aman, karena lokasi terdampak longsor tidak layak lagi untuk dijadikan kawasan permukiman.