Judha Agung yang baru saja dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Bank Indonesia mengekspos bahwa ia sudah lama diminta mengisi posisinya sejak masa jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Menurutnya, ini menjadi penyebab utama untuk mundur dari jabatan di bank sentral.
Judha, yang baru saja menggantikan Thomas Djiwandono dalam menjabat Wamenkeu, mengatakan bahwa ia telah dikenalkan sebagai calon Wamenkeu sejak masih menjabat Deputi Gubernur BI. Meskipun demikian, ia tidak menerima arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil alih posisinya.
"Memang benar, ketika saya menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, saya kemudian ditugaskan untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan. Jadi, ketika itu saya harus mengundurkan diri dan sekarang sudah dilantik," kata Judha usai dilantik di Istana Negara, Jakarta.
Penyebab Juda mundur dari jabatan Deputi Gubernur BI adalah karena ia tidak bisa menjabat di dua otoritas berbeda. Ia menyatakan bahwa tidak ada arahannya untuk merangkap posisi tersebut.
"Tentu saja tidak bisa merangcap sebagai deputi Bank Indonesia, dua otoritas yang berbeda," ujarnya.
Penunjukan Judha sebagai Wamenkeu telah direncanakan jauh hari dan bukan keputusan mendadak. Ia juga menyebut bahwa tugas utama di masa jabatannya adalah merealisasikan program-program pemerintah yang telah dicanangkan, termasuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dan koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, serta kebijakan di sektor riil.
Judha, yang baru saja menggantikan Thomas Djiwandono dalam menjabat Wamenkeu, mengatakan bahwa ia telah dikenalkan sebagai calon Wamenkeu sejak masih menjabat Deputi Gubernur BI. Meskipun demikian, ia tidak menerima arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil alih posisinya.
"Memang benar, ketika saya menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, saya kemudian ditugaskan untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan. Jadi, ketika itu saya harus mengundurkan diri dan sekarang sudah dilantik," kata Judha usai dilantik di Istana Negara, Jakarta.
Penyebab Juda mundur dari jabatan Deputi Gubernur BI adalah karena ia tidak bisa menjabat di dua otoritas berbeda. Ia menyatakan bahwa tidak ada arahannya untuk merangkap posisi tersebut.
"Tentu saja tidak bisa merangcap sebagai deputi Bank Indonesia, dua otoritas yang berbeda," ujarnya.
Penunjukan Judha sebagai Wamenkeu telah direncanakan jauh hari dan bukan keputusan mendadak. Ia juga menyebut bahwa tugas utama di masa jabatannya adalah merealisasikan program-program pemerintah yang telah dicanangkan, termasuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dan koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, serta kebijakan di sektor riil.