JPU Ungkap Saksi Kasus Chromebook Suka Pingsan Bila Tertekan

Saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) yang dihadirkan dalam sidang lanjutan pada Selasa lalu, mengakui bahwa rekanannya, Ibu Mariana Susy, akan pingsan jika merasa tertekan. Saksi tersebut merupakan rekanan PT Bhinneka Mentaridimensi.

Selama sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyampaikan riwayat penyakit Ibu Susy yang harus diperhatikan dalam proses pengadilan. Hal ini untuk memastikan transparansi dan adilnya proses hukum.

Selain itu, Ketua Majelis Hakim Purwanto juga mengizinkan Ibu Susy untuk didampingi oleh menantunya selama sidang. Namun, ketika diperiksa secara langsung, Ibu Susy mengakui bahwa posisi menantunya yang dapat membuatnya nyaman saat didampingi dalam persidangan adalah berada di belakang saja.
 
Wahhh, kaya gini sih kasus korupsi laptop Chromebook ya... Kalau saya punya temen seperti Ibu Mariana Susy, pasti rasanya capek dan stres banget, apalagi kalau dia harus dihadapkan dengan banyaknya saksi dan jaksa. Saya rasa JPU yang menyampaikan riwayat penyakitnya itu kayaknya harusnya juga memberitahu siapa-siap sih siapa yang mau datang ke sidang... Tapi, saya setuju bahwa transparansi dan adilnya proses hukum itu penting banget!
 
Gue pikir ini kayak gak benar banget. Saksi yang mengakui rekanannya akan pingsan jika merasa tertekan itu, tapi kemudian dia juga bilang kalau posisi menantunya di belakang saja yang membuatnya nyaman? Gua rasa ini kaya keterlibatan kalau kita lihat dari sudut pandang saksi itu. Kalau benar, kayaknya ada sesuatu yang tidak beres lagi.
 
Kasus ini kayak giliran... Saksi nggak bisa jadi rekanan dengan korban, kaya seperti ada hubungan khusus aja... Tapi apa yang terpenting adalah Ibu Susy nyaman, kan? πŸ€”

Pada akhirnya, transparansi dan adilnya proses hukum yang penting. Jangan biarkan kasus ini makin rumit kayak laptop Chromebook yang harus diadakan pengadaan... πŸ˜‚

Saksi yang nggak bisa jadi rekanan dengan korban, tapi pihak pengadilan yang baik banget kayaknya... Memperhatikan siapa yang nyaman dan transparansi proses hukum. Semoga semuanya berakhir dengan baik... πŸ™
 
Kalau kayak gini sih, korupsi dan pingsan karena tertekan? Tapi apa yang terjadi kalau tidak ada saksi lain lagi dan dia harus bertanggung jawab sendiri? Itu akan lebih buruk lah πŸ€•. Dan menantunya yang dipanggil selama sidang itu, sebenarnya siapa aja nih? Mengapa kita tidak tahu sih? Atau kalau ada yang tahu, moga tolong ceritain ya 😁.
 
Kasus korupsi yang kerenanya gampang banget ngebuka! Saksi itu bilang rekanannya akan pingsan jika merasa tertekan, kayaknya ada sesuatu yang tidak beres di dalamnya... tapi kan harus jujur aja, siapa tahu siapa yang salah. Proses pengadilan harus jelas dan transparan, kalau ada kesalahan, harus diakui aja. Kadang sih orang yang terlalu dekat dengan korupsi itu tidak bisa dibuktikan apa-apa, tapi ini masih kasus korupsi, jadi harus diambil tindakan aja! πŸ€”πŸ‘€
 
Gue penasaran kenapa Jaksa Penuntut Umum (JPU) harus ngeluhin riwayat penyakit Ibu Susy? Tapi aku pikir hal ini lebih bantu, kalau punya kesan Ibu Susy apa punya masalah, jadi bisa ditangani lebih baik di depan umum. Aku juga penasaran siapa sih menantunya yang diizinkan Ibu Susy? πŸ€” Gue rasa tidak ada masalah jika menantu Ibu Susy tidak terlalu nyaman, tapi karena Ibu Susy sendiri yang bilang posisinya terbalik aja. Aku rasa paling penting sih proses hukum bisa dilaksanakan dengan baik dan jujur, kalau punya kesalahan siapa pun bisa bertanggung jawabnya πŸ’― [Klik di sini](https://www.kompas.com/read/totolife/2025/03/01/174186737/Berita-Hukum)
 
Maksud apa sih kalau saksi itu bilang Ibu Susy akan pingsan kalau merasa tertekan? Nah, itu kayaknya tidak ada masalah sama sekali! Apalagi kalau menantunya ditempatkan di belakang saja aja. Saya pikir itu sudah cukup jujur dan tidak berlebihan. Tapi, apa yang benar-benar penting adalah proses hukum yang adil dan transparan. Saya harap pengadilan bisa menjalankan prosesnya dengan lancar tanpa ada tekanan atau intimidasi terhadap saksi-saksi atau korban. Kalau begitu, itu akan lebih baik bagi semua pihak.
 
Aku pikir kalau saksi itu benar-benar perlu ditekan intensitasnya lagi, bukannya membiarkannya mengaku-aku nanti gini aja πŸ˜’. Sementara itu, aku sengaja ngobrol dengan sahabatku di grup WhatsApp dan dia bilang siap-siap saja kalau ada giliran Ibu Susy di sidang. Gak berarti mau atau tidak, tapi aku rasa sidang ini nanti jadi ajang drama πŸ˜‚. Dan apa salahnya kalau Jaksa Penuntut Umum meminta informasi tentang penyakit Ibu Susy, tapi kemudian siapa yang menangani saksi itu? Apalagi kalau ada koneksi antara saksi itu dan penjahatan yang dipidato πŸ˜•.
 
Wah, kasus korupsi ini makin seru banget! Siapa bisa tahu kalau ada korupsi, apalagi ketika ada si Ibu Mariana Susy yang kerenya kayak gitu πŸ™„. Kalau dia bilang bakalan pingsan, itu berarti dia benar-benar khawatir dengan posisinya di kasus ini. Saya pikir si menantunya yang didampingi dia di sidang ini pasti orang yang bisa membuat dia nyaman, tapi kalau dia bilang ingin duduk di belakang saja, itu berarti ada sesuatu yang tidak beres di balik cerita ini πŸ€”.
 
kaya gini sih, siapa nih yang bisa mengatakan siapa gak punya rekanan? tapi ini nih, kalau si Ibu Susy pasti pingsan kalau merasa tertekan, itu kayaknya nggak normal banget. tapi apa lagi yang terjadi sih? siapa yang bilang kalau dia harus pingsan? dan kenapa ada perlu diingatkan tentang kesehatannya sih?
 
Gue pikir si Ibu Susy kayak banget, udah ngaku-aku terlalu tertekan, tapi ternyata si menanti dia kayaknya juga punya strategi sendiri πŸ˜‚. Gue rasa JPU dan Ketua Majelis Hakim Purwanto kayak gini ngajak bermain strategi, memperhatikan kondisi Ibu Susy sebelum ngerambokein dia. Udah paham banget siapa yang terlalu kuat untuk diterima di pengadilan πŸ˜…. Gue harap JPU dan Majelis Hakim Purwanto bisa lebih bijak dalam mengelola proses hukum, bukan cuma ngajak bermain strategi aja.
 
Maksudnya siapa nih yang bilang bahwa ada yang akan pingsan jika merasa tertekan? Mereka jadi pengacara apa? Saksi itu sih banyak memberikan bukti tapi nggak ada bukti yang konkrit, jadi gimana caranya dia bisa mengakui hal tersebut seperti itu? Dan siapa nih yang memperhatikan kondisi kesehatan Ibu Susy sebelum sidang? Mungkin ada kecurangan atau apa?
 
Gue pikir ini keren banget kalau Jaksa Penuntut Umum itu memperhatikan kesehatan korban dugaan korupsi. Gue suka juga sih kalau Ibu Susy bisa didampingi oleh menantunya, tapi gue rasa ada sesuatu yang aneh deh... Ibu Susy bilang posisinya nyaman kalau menantunya belakang saja... Hmm, gue rasa ada yang tidak beres...
 
Sudah waktunya kita memperhatikan bagaimana proses hukum Indonesia ini bekerja πŸ€”. Kasus korupsi yang ada di sidang tadi, kalau dilihat dari aspek transparansi, memang sedikit kekurangan. Jika saksi tersebut sudah punya riwayat penyakit yang harus diperhatikan, bagaimana caranya jika dia malah tidak berlatih atau mengembangkan dirinya untuk menghadapi tekanan dalam proses hukum? Tidak jarang kasus-kasus seperti ini membuat kita bingung apakah ada yang benar atau salah di baliknya πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
Maksud siapa kalau nanti koran gosip tentang Ibu Mariana Susy itu apa lagi, kayak gini bukan sih? πŸ™„ Siap aja ke pasien atau punya masalah kesehatannya yang sederhana gitu. Tapi tolong dijadikan contoh buat kasus korupsi itu, ya.
 
Saksi punya rekanan sama PT Bhinneka Mentaridimensi? Apa lagi kalau ada kasus korupsi, siapa yang tahu siapa nanti siapa. Kalau benar Ibu Susy akan pingsan jika merasa tertekan, itu artinya tidak stabil mental. Saya rasa JPU dan Ketua Majelis Hakim Purwanto memang ingin transparansi dan adil dalam proses hukum, tapi apakah ada yang benar-benar jujur di sini? πŸ€”πŸ’‘
 
Saya rasanya tidak enak lihat saaksi itu kalau dia masih bisa ngaku-aku pasrah banget padahal dia nanti bakal terkena hukum. Saya bayagin siapa yang bisa menekan Ibu Susy kalau dia buat kejadian nanti? Kita harus berharap jujur dan transparan dalam proses pengadilan ini, biar akhirnya ada kebenaran yang terungkap.
 
Aku pikir ini kalau Ibu Susy itu benar-benar butuh kasih sayang dan perawatan, aku rasa dia harus dibawa pulang oleh masyarakat Indonesia sekarang juga! Apalagi kalau dia harus menghadapi hal-hal yang sulit seperti ini. Aku pikir menantunya yang ada di belakang saja itu lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Tapi aku rasa perlu ada langkah-langkah lebih untuk memastikan keamanan dan kenyamanan Ibu Susy saat proses hukum berlangsung. Aku harap JPU dan Majelis Hakim bisa membantu menemukan solusi yang tepat agar proses ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak membuat Ibu Susy terluka lagi. πŸ˜”πŸ’•
 
Wah itu cerita gila banget! Saksi itu bisa juga jadi korup sih, tapi aku rasa lebih perlu fokus pada Ibu Susy aja, kan? Gue pikir siapa yang nyaman nggak dengan adiknya di belakang saksi? Aku penasaran apa lho posisi menantunya yang membuatnya nyaman, kayaknya jadi kisah romantis aja 🀣. Atau mungkin dia hanya senang karena tidak harus duduk depan sih? Aku rasa lebih penting lagi sih apakah Ibu Susy benar-benar sakit atau apa yang dia katakan itu?
 
kembali
Top