JPU: Nadiem Rencanakan Perubahan Besar di Kementerian di Grup WA

Pernyataan Nadiem Makarim untuk mengganti UNBK dengan AKM, dianggap sebagai tindakan korupsi yang berawal dari kepercayaan kurang pulaun terhadap pejabat di dalam Kementerian Pendidikan dan Riset Teknologi.

JPU mengungkapkan ada perkakapan WhatsApp antara Nadiem dan staf khususnya, di mana dibahas rencana penggantian UNBK dengan AKM, yang berawal dari kepercayaan kurang pulaun terhadap pejabat di dalam Kemendikbudristek.

Percakapan tersebut bertujuan untuk menghilangkan Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK) dan menggantinya dengan asesmen kompetensi minimum (AKM).
 
Maksudnya siapa tahu kalau kita terlalu percaya diri dan tidak punya rasa hormat pada orang lain. Kadang-kadang itu bisa salah arah. Mereka yang berkuasa harus ingat bahwa ada di bawah mereka juga yang memiliki pendapat dan kepercayaan. Itu penting untuk dipertimbangkan.
 
Kalau apa pun yang dialami di Kemendikbudristek, aku sambutnya positif aja! Nadiem Makarim sih kayaknya benar-benar ingin memperbaiki sistem pendidikan kita. Mengganti UNBK dengan AKM bisa jadi ada kelebihan, karena lebih fokus pada kemampuan siswa daripada tekanan soal-saat yang banyak. Aku senang banget kalau presiden mau berusaha meningkatkan kualitas pendidikan kita. Mungkin aku salah dalam memahami situasinya, tapi aku yakin kebaikan hati Nadiem sih tidak boleh dipertanyikan ๐Ÿ˜Š
 
๐Ÿ˜ kalau nadiem ini punya kepercayaan kurang pulaun terhadap pejabat di kemendikbudristek, toh itu bedanya sama yang jangan ngomongin, kayaknya harus ada bukti yang tekhnik dan tidak bisa dipengaruhi oleh tekanan dari siapa-siapa. tapi kalau ngomongin ke akuan seseorang, berarti ada kesalahan di dalam pemerintahan ini. ๐Ÿค”

dan apa itu asesmen kompetensi minimum (akm)? kayaknya lebih sulit dan tidak efisien dibandingkan dengan ujian nasional berbasis kompetensi (unkb), tapi kalau nadiem punya alasan yang logis, maka aku setuju. tapi kalau tidak ada alasan yang logis, toh aku tetap ketinggalan perasaanku di sini... ๐Ÿ˜
 
Saya pikir ini tapi jangan terlalu serius, kalau mau ganti UNBK dgn AKM itu kebawaan siapa? Pemuda Indonesia yang sibuk banget, apalagi yang suka online. Mereka nggak punya waktu untuk ngerjain ujian, kayaknya kita harus buat sesuatu yang lebih mudah, ya? tapi ganti UNBK dgn AKM itu juga bukan ide yang buruk.
 
Kalau ngomong-ngomong aja, paham kalau Nadiem justru coba koreksi masalahnya sendiri. Ngomong-ngomong tentang korupsi dan apa-apa lagi, tapi sekarang dia mau menyerukan perubahan yang sebenarnya dia lakukan untuk memperbaiki sistem pendidikan kita... ๐Ÿค” AKM itu asesmen kompetensi minimum, jadi nggak boleh bilang korupsi juga, karena ada aturan dan standar yang harus dipenuhi. Nadiem malah mau jadikan semuanya menjadi contoh bukti bahwa dia benar-benar berusaha untuk meningkatkan pendidikan kita... ๐Ÿ˜Š
 
Pernyataan Nadiem buat ganti UNBK dengg AKM, sih aku rasa perlu dibahas lebih jauh. Mungkin ada yang pikir bahwa ganti Ujian Nasional itu mudah, tapi sebenarnya tidak. Kita harus mempertimbangkan bagaimana asesmen kompetensi itu bisa diimplementasikan dengan baik. Aku khawatir kalau cuma soal teori saja, tapi di lapangan, masih banyak yang bisa kalah. Dan siapa nanti yang akan bertanggung jawab kalau ada kesalahan? Mungkin kita harus mempertimbangkan bagaimana kompetensi itu bisa dipahami oleh semua orang.
 
Dalam giliran, aku pikir ini kalau memang benar sih, UNBK itu udah ketinggalan zaman. Tapi, ada hal yang bikin aku khawatir, tapi aku jangan nombol lagi. Kalau di Kemendikbudristek mau mengganti UNBK dengan AKM, mungkin ada yang dikecualikan, misalnya kalau kamu memiliki hubungan dekat dengan pejabat di dalam kementrian, seperti Nadiem itu sendiri. Ada kemungkinan ini tidak adil dan bisa jadi ada korupsi yang berawal dari kepercayaan pulaun terhadap pejabat di dalam Kemendikbudristek. ๐Ÿค”๐Ÿ˜ฌ
 
Saya rasa ini salah tujuan. Jika kita ingin mengurangi kepercayaan pulaun terhadap pejabat, maka harus ada kebijakan yang jelas dan transparan, bukan hanya mengeluarkan rencana tanpa penjelasan apa-apa. Dan apa lagi dengan asesmen kompetensi minimum? Tapi aku rasa ini masih sama seperti sebelumnya, hanya perubahan nama saja. Kita sudah tahu ujian nasional itu sulit diantisipasi, dan kalau ada kerusakan atau kekurangan, siapa yang akan bertanggung jawab? Jadi, kita harus lebih teliti dan pastikan semua yang terlibat dalam kebijakan ini sudah siap dan tahu apa yang akan dilakukan nanti. ๐Ÿค”๐Ÿ“
 
Kisah ini memang kaget banget... tapi gimana kalau kita coba lihat dari sudut pandang yang lain? Mungkin Nadiem Makarim memang benar-benar ingin mengganti UNBK dengan AKM karena dia yakin itu yang terbaik untuk pendidikan kita. Tapi, kira-kira bagaimana cara dia bisa pasti dia tidak akan menjadi korup sih... mungkin dia malah punya rencana yang jujur dan jujur, bukan? Kita harus jangan cepat menilai orang hanya dari suara sedikit yang negatif aja...
 
Kira-kira apa aja yang salahnya? Mereka jadi mau mengganti UNBK dgn AKM tanpa ada rincian bukti sih. Nah, kalau benar-benarnya tidak adanya korupsi, mungkin bakal lebih baik deh. Yang penting, hasilnya tidak hanya dipengaruhi oleh ujian, tapi juga by kompetensi yang diukur. Tapi kalau ada rahasia behind the scene sih...

Aku pikir yang salahnya adalah kemudahan untuk mengganti UNBK dgn AKM tanpa ada rincian detail terlebih dahulu. Mungkin bakal lebih baik jika diumumkan terlebih dahulu dan dibahas secara open discussion dengan publik ya?
 
kaya gitu sih rencana Nadiem buat ganti UNBK dgn AKM, tapi cuman kita lihat kepercayaan pulaun terhadap pejabat di Kemendikbudristek itu sendiri. kalau ada kesalahan atau kesepian, kan langsung keluar dari sistem. aku rasa ini bukan tentang baik buruknya rencana AKM, tapi kualitas kerja pejabat yang bertanggung jawab terlebih dahulu
 
Hehe, nggak bisa percaya sih, Nadiem Makarim yang sekarang jadi korupsi, kan? ๐Ÿ˜‚ Nah, sepertinya ada sesuatu yang salah di Kemendikbudristek. Siapa tahu, mungkin karena staf-nya yang kurang pulaun, nih ๐Ÿคฃ. Tapi serius, penggantian UNBK dengan AKM itu nggak terlalu masalah, kalau bisa lebih efisien aja, kita setuju ๐Ÿ™Œ. Yang penting, kita harus ngetuin siapa yang bertanggung jawab, ya? ๐Ÿ˜ Jadi, siapa lagi dari staf khusus Nadiem yang ikut discuss ini? ๐Ÿค”
 
Gue penasaran sih, ngapun ada bukti yang kuat tapi gue jadi ragu2 kalau penggantian UNBK dengan AKM itu benar-benar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Gue khawatir bawaan sifat korupsi di Kemendikbudristek ini apa-apa berdampak pada program yang seharusnya membantu rakyat. Tapi, gue juga penggemar Nadiem Makarim kan, dia benar-benar ingin melakukan perubahan yang baik untuk pendidikan. Gue harap ada evaluasi yang matang sebelum diimplementasikan, jangan sampai ngeliatin kesalahan yang besar. Dan apa yang pasti gue ingin melihat, itu sih transparansi dan kejujuran dari pihak Kemendikbudristek, biar kita semua bisa yakin kalau penggantian UNBK dengan AKM itu benar-benar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. ๐Ÿ˜
 
Kalau pribadinya Nadiem Makarim kayak gitu kan? Tapi kenapa pemerintah nggak coba cari jawabannya dulu sebelum ganti ujian? Nah, kalau memang ada kepercayaan kurang pulaun terhadap pejabat di Kemendikbudristek, jadi sumber daya yang dihabiskan kapan aja? Dan siapa nih yang benar-benar mau menggantikan UNBK dengan AKM kalau tidak ada masalah yang serius? ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
Gue pikir ini bikin gue bingung, apa sih tujuan dari penggantian UNBK dengan AKM? Maksudnya ingin lebih fokus pada kemampuan siswa aja, tapi siapa yang bilang kalau ujian tidak perlu lagi? Gue rasa ini seperti cerita Harry Potter dimana Ron Weasley selalu bingung apa yang harus dia lakukan karena gak punya rencana. Mau jangan juga ada kejutan seperti itu, di mana ada keputusan penting seperti penggantian ujian yang tidak dipikirkan secara matang.
 
Nah, aku pikir Nadiem Makarim kayak gampang aja bikin keputusan tentang penggantian UNBK dengan AKM, tapi ternyata ada yang bingung deh... JPU kayaknya sengaja memanggilnya "tindakan korupsi" sih? Aku rasa lebih baik kalau mereka katakan "keputusan yang tidak transparan", atau "revisi yang sudden tanpa penjelasan". Tapi, aku setuju dengan Nadiem Makarim aja, karena aku pikir AKM kayaknya lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan era digital ini. Tapi, aku juga paham kalau ada yang bingung deh... Biar lebih jujur, aku pikir JPU sengaja memanggilnya korupsi agar Nadiem Makarim merasa tidak nyaman aja sih? ๐Ÿ˜‚๐Ÿ’โ€โ™‚๏ธ
 
kembali
Top