JPO Bersama BTN Siap Menjadi Icon Baru Jakarta, Gubernur DKI Pramono Mengakui Proses Pembangunannya Panjang
Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bersama Bank Tabungan Negara (BTN), yang akan menghubungkan kawasan Ancol dan Jakarta International Stadium (JIS), siap mulai. Proyek ini diharapkan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta konektivitas masyarakat antara dua wilayah tersebut.
Gubernur DKI Pramono Anung mengakui bahwa proses pembangunannya cukup panjang karena adanya ego sektoral. Namun, dengan kolaborasi antara Pemprov DKI, BTN, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, dan PT Jakarta Propertindo, proyek ini terealisasi.
"Proses ini tidaklah mudah, tapi saya sungguh-sungguh meyakini bahwa tempat ini akan menjadi salah satu icon-nya Jakarta," kata Pramono. Dia menginginkan untuk membangun dan mengembangkan Jakarta agar menjadi kota yang lebih baik.
Pramono juga mengatakan bahwa JPO Bersama BTN diharapkan akan selesai pada Mei 2026 dan akan mengubah wajah Jakarta di bagian utara. Proyek ini juga akan menghubungkan dengan pembangunan KRL yang direncanakan akan rampung April 2026.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan bahwa proyek JPO Bersama BTN tersebut merupakan buah ide Gubernur DKI yang didiskusikan bersama Ancol dan Jakpro. Dia meyakini bahwa JPO tersebut akan menjadi icon di Jakarta Utara yang akan menjadi masa depan Jakarta sebagai kota global.
JPO Bersama BTN memiliki panjang total 466 meter, dengan panjang jembatan 166 meter dan lebar 6 meter, serta jalur pedestrian 300 meter. Proyek ini diharapkan menjadi landmark baru sekaligus penggerak aktivitas kawasan karena kelengkapan konektivitasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan bahwa pihaknya menilai groundbreaking JPO Bersama BTN sebagai langkah penting bagi kemajuan infrastruktur dan mobilitas di Jakarta. Kolaborasi ini dilakukan untuk memecahkan tantangan aksesibilitas dan konektivitas yang selama ini menjadi isu di kawasan JIS.
Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bersama Bank Tabungan Negara (BTN), yang akan menghubungkan kawasan Ancol dan Jakarta International Stadium (JIS), siap mulai. Proyek ini diharapkan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta konektivitas masyarakat antara dua wilayah tersebut.
Gubernur DKI Pramono Anung mengakui bahwa proses pembangunannya cukup panjang karena adanya ego sektoral. Namun, dengan kolaborasi antara Pemprov DKI, BTN, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, dan PT Jakarta Propertindo, proyek ini terealisasi.
"Proses ini tidaklah mudah, tapi saya sungguh-sungguh meyakini bahwa tempat ini akan menjadi salah satu icon-nya Jakarta," kata Pramono. Dia menginginkan untuk membangun dan mengembangkan Jakarta agar menjadi kota yang lebih baik.
Pramono juga mengatakan bahwa JPO Bersama BTN diharapkan akan selesai pada Mei 2026 dan akan mengubah wajah Jakarta di bagian utara. Proyek ini juga akan menghubungkan dengan pembangunan KRL yang direncanakan akan rampung April 2026.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan bahwa proyek JPO Bersama BTN tersebut merupakan buah ide Gubernur DKI yang didiskusikan bersama Ancol dan Jakpro. Dia meyakini bahwa JPO tersebut akan menjadi icon di Jakarta Utara yang akan menjadi masa depan Jakarta sebagai kota global.
JPO Bersama BTN memiliki panjang total 466 meter, dengan panjang jembatan 166 meter dan lebar 6 meter, serta jalur pedestrian 300 meter. Proyek ini diharapkan menjadi landmark baru sekaligus penggerak aktivitas kawasan karena kelengkapan konektivitasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan bahwa pihaknya menilai groundbreaking JPO Bersama BTN sebagai langkah penting bagi kemajuan infrastruktur dan mobilitas di Jakarta. Kolaborasi ini dilakukan untuk memecahkan tantangan aksesibilitas dan konektivitas yang selama ini menjadi isu di kawasan JIS.