Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, mengumumkan pengundurannya dari jabatan Presiden klub untuk mempersiapkan diri untuk maju kembali dalam pemilihan presiden baru. Langkah ini diambil oleh Laporta sesuai dengan Statuta FC Barcelona Pasal 42.f yang mengatur kewajiban presiden mundur apabila ingin mencalonkan diri kembali.
Pernyataan resmi klub menyebutkan bahwa Laporta telah mengundurkan diri untuk dapat maju dalam pemilihan Dewan Direksi yang akan digelar pada 15 Maret. Keputusan ini juga diterima oleh beberapa petinggi klub lain, termasuk wakil presiden Elena Fort dan Antonio Escudero.
Selain Laporta, beberapa direktur klub juga resmi mundur untuk berpartisipasi dalam kontestasi pemilihan presiden baru. Baru-baru ini, Barcelona mengalami perombakan dengan banyak pemberontakan dari para petinggi klub. Sehingga, meski terjadi perombakan, roda organisasi Barcelona dipastikan tetap berjalan.
Dalam proses ini, Dewan Direksi sementara akan bertugas hingga akhir masa jabatan pada 30 Juni dengan susunan baru. Rafael Yuste ditunjuk sebagai presiden interim Barcelona, didampingi Josep Cubells sebagai wakil presiden dan sekretaris.
Pernyataan resmi klub menyebutkan bahwa Laporta telah mengundurkan diri untuk dapat maju dalam pemilihan Dewan Direksi yang akan digelar pada 15 Maret. Keputusan ini juga diterima oleh beberapa petinggi klub lain, termasuk wakil presiden Elena Fort dan Antonio Escudero.
Selain Laporta, beberapa direktur klub juga resmi mundur untuk berpartisipasi dalam kontestasi pemilihan presiden baru. Baru-baru ini, Barcelona mengalami perombakan dengan banyak pemberontakan dari para petinggi klub. Sehingga, meski terjadi perombakan, roda organisasi Barcelona dipastikan tetap berjalan.
Dalam proses ini, Dewan Direksi sementara akan bertugas hingga akhir masa jabatan pada 30 Juni dengan susunan baru. Rafael Yuste ditunjuk sebagai presiden interim Barcelona, didampingi Josep Cubells sebagai wakil presiden dan sekretaris.