Jika Defisit APBN 0 Persen seperti Kata Purbaya, Apa Dampaknya?

Pemimpin Menteri Keuangan Purbaya mengatakan bahwa defisit APBN yang mencapai Rp695,1 triliun di akhir tahun 2025 adalah konsekuensi dari kondisi ekonomi yang volatil. Kondisi ini membuat pelebaran defisit terjadi seiring dengan peningkatan belanja negara tanpa disesuaikan dengan pendapatan.

Menurut Purbaya, pelebaran defisit ini adalah konsekuensi dari kondisi ekonomi yang melemah. Kondisi ini membuat pemerintah harus berutang untuk membayar cicilan bunga utang dan lain-lain. Jika ingin mengatur anggaran sehingga tidak menciptakan utang baru, maka lebih rasionalnya memperbaiki keseimbangan primer agar kembali surplus.

Saat ini kondisi keseimbangan primer tercatat memburuk dengan realisasi minus Rp180,7 triliun. Angka ini jauh lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu pemerintah harus berutang lebih besar hanya untuk membayar bunga utang berjalan.

Menurut ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, defisit 0 persen dapat dicapai dengan cara memotong belanja negara dan tidak harus mengurangi penerimaan. Namun, peningkatan pendapatan bukan perkara mudah dalam kondisi ekonomi yang melemah.

Hingga akhir 2025, realisasi belanja K/L telah mencapai Rp1.500,4 triliun atau 129,3 persen dari target APBN sebesar Rp1.160,1 triliun. Sementara itu, defisit APBN di akhir Desember 2025 melonjak dibandingkan posisi akhir November yang masih tercatat Rp560,3 triliun atau 2,35 persen dari PDB.

Jika ingin mengatur anggaran sehingga tidak menciptakan utang baru, maka lebih rasionalnya memperbaiki keseimbangan primer agar kembali surplus.
 
akhir tahun ini defisit APBN sudah mencapai Rp695,1 triliun 🀯 itu makin luas dr tahun sebelumnya! πŸ“ˆ dan kondisi keseimbangan primer memburuk sangat parah 🚨 minus Rp180,7 triliun!!! πŸ€‘

menurut Celios, ekonom yang berpengalaman, defisit 0 persen bisa dicapai dgn cara memotong belanja negara & tidak harus mengurangi penerimaan πŸ“Š tapi peningkatan pendapatan bukan perkara mudah katanya πŸ˜’

realisasi belanja K/L ini sudah mencapai Rp1.500,4 triliun πŸ€‘ itu membuat defisit APBN melonjak lagi 🚨 dan kita harus berutang lebih besar hanya untuk membayar bunga utang berjalan 🀯

maka dari itu, lebih rasionalnya memperbaiki keseimbangan primer agar kembali surplus πŸ’Έ jadi gak perlu menciptakan utang baru di masa depan πŸ™
 
Wahhh, defisit apa lagi 😩! Kita harus lebih hati-hati dengan belanja negara πŸ€¦β€β™‚οΈ, kalau tidak utang kita akan semakin banyak πŸ’Έ. Saya rasa pemerintah harus fokus memperbaiki keseimbangan primer agar kita bisa kembali surpl πŸ“ˆ. Defisit 0 persen memang mungkin bisa dicapai dengan cara yang benar, tapi peningkatan pendapatan tidak mudah di capai πŸ˜•. Belanja K/L hingga akhir 2025 adalah Rp1.500,4 triliun? Itu lumayan banyak 🀯!
 
aku pikir bikin perubahan ini gampang banget πŸ€”, tapi sih kemudian aku coba lihat bagaimana caranya biar tidak terjadi defisit lagi... menurutku, pemerintah harus fokus pada peningkatan pendapatan dan memperbaiki keseimbangan primer, jadi bisa mengatur anggaran yang seimbang. tapi sih, aku tahu itu gampang banget dikatakan, tapi di dunia nyata gimana caranya? πŸ€·β€β™‚οΈ mungkin ada cara lain yang lebih efektif...
 
Pada akhirnya apa yang salah sih? Kita sudah tahu kebanyakan anggota DPR kita tidak bisa berbicara tentang anggaran. Sekarang lagi masalah APBN, masih bingung bagaimana cara mengatasi defisit itu... πŸ€” Nah, aku pikir kalau kita fokus pada pengurangan belanja negara saja, tapi gimana jika pengurangan itu terlalu berat? Kita harus menimbang juga hal-hal lain seperti penerimaan dari pajak dan lain-lain. Tapi apa yang benar-benar penting adalah keseimbangan primer... Maka dari itu, saya rasa kita harus mencoba cara-cara baru untuk mengatur anggaran agar tidak ada utang baru.
 
Gue pikir ini salah strategi pemerintah. Mereka harus bisa mengurangi belanja negara dan meningkatkan pendapatan, tapi malah terus belanjanya aja nggak ada masalah πŸ€‘. Defisit APBN yang begitu besar ini kayak banget, gimana nih cara buatnya tidak berlanjut? πŸ€” Pemerintah harus bisa strategi yang lebih baik, misalnya cari cara tambahan pendapatan atau reduksi belanja negara, jangan terus belanjanya aja nggak ada konsekuensi πŸ’Έ.
 
Luar aja, defisit APBN bisa terlalu besar gitu! Kalau condisi ekonomi melemah, tentu saja pemerintah harus berutang banyak untuk membayar bunga utang dan lain-lain. Tapi, kalau ingin mengatur anggaran sehingga tidak menciptakan utang baru, maka lebih rasionalnya memperbaiki keseimbangan primer agar kembali surplus.

Saya rasa realisasi belanja negara yang terlalu tinggi itu salah arah juga. Jika ingin meningkatkan pendapatan, harus ada strategi yang lebih matang dan tidak hanya menambah belanja saja. Saya harap pemerintah bisa membuat kebijakan yang lebih tepat dan bijak untuk mengatur anggaran sehingga tidak menciptakan masalah utang baru lagi 😐
 
ini kayaknya bocoran keuangan negara yang lagi serius ya πŸ˜… apa salahnya pemerintah jadi terlambat dalam membuat anggaran? kalau tidak ada prioritas yang jelas, bagaimana mungkin bisa mengurangi belanja dan meningkatkan pendapatan? πŸ€” tahun lalu sudah banyak yang bicarakan tentang kelebihan keseimbangan primer, tapi apa yang dibuat? πŸ™„ sementara itu, saya pikir ada solusi yang lebih baik dari memperbaiki keseimbangan primer, yaitu meningkatkan penerimaan melalui pajak atau lain-lain. tapi siapa tahu, itu hanya teori dan tidak jadi nyata di lapangan πŸ˜… apa yang pasti, kita harus menyadari bahwa defisit ini bukanlah keadaan yang bisa disambung jika tidak diperbaiki sekarang juga 🚨
 
Maksud siapa nih kalau kita selalu berutang karena belanja negara yang terlalu banyak? Kita harus ingat bahwa keuangan negara bukanlah tentang untuk kebutuhan sehari-hari, tapi tentang persediaan masa depan πŸ€”. Jika kita tidak bijak dengan pengelolaan anggaran, maka hasilnya adalah utang yang semakin berat dan tidak ada solusi yang cerdas πŸ’Έ. Kita harus mempertimbangkan untuk membuat perubahan kebijakan ekonomi agar tidak terulangnya hal ini, seperti memotong belanja dan meningkatkan pendapatan dengan cara yang tepat πŸ“ˆ. Jika kita ingin memiliki keuangan yang sehat, maka kita harus memiliki mental yang sehat tentang pengelolaan keuangan juga 😊.
 
kalah, apa yang diharapkan nih kalau kondisi ekonomi sendiri yang melemah dan kita biarkan begitu aja? nggak ada jalan keluar dari defisit APBN yang terus meningkat, kayaknya harus ada inovasi dan kemampuan untuk mengatasi masalah ini. tapi sepertinya lagi-lagi pemerintah yang jadi utang untuk membayar bunga utang, nggak ada solusi apa keajaiban nih? πŸ€”πŸ’Έ
 
πŸ€” apa sih dengan defisit APBN yang makin besar itu? πŸ€‘ Rp695,1 triliun di tahun 2025 ini pasti bikin kita khawatir nih... πŸ€•
maksudnya apa sih pelebaran defisit itu? πŸ€”
sebenarnya gampang banget dipecah... tapi gak ada yang mau membuat perubahan πŸ˜‚
perlu diingat, defisit ini dihasilkan karena belanja negara makin besar tanpa dipikirkan lagi πŸ’Έ
dan apa lagi, kondisi ekonomi yang melemah... πŸ€¦β€β™‚οΈ itu bikin kita sulit mendapatkan pendapatan yang stabil πŸ“‰
memperbaiki keseimbangan primer itu paling penting... tapi bagaimana caranya sih? πŸ€”
mungkin perlu dipikirkan tentang cara baru untuk meningkatkan pendapatan tanpa harus menabung banyak πŸ’Έ
atau mungkin membutuhkan reformasi yang lebih besar dalam sistem ekonomi kita... πŸ“ˆ
 
Gue pikir apa yang terjadi disini? Menteri Keuangan siapa-siapa itu, tapi gue rasanya gak bisa percaya dia bilang defisit 695 triliun karena kondisi ekonomi volatil. Gue bayangkan jika kita semua bilang demikian, gue punya mobil yang gak bisa berjalan kapanpun, padahal mobil itu masih ada di lapangan πŸ˜‚

Tapi serius aja, apa yang membuat defisit ini begitu besar? Gue rasa perlu diinvestigasi lebih lanjut. Mungkin ada konspirasi yang tidak kita ketahui tentang keuangan negara πŸ€”. Dan gue penasaran juga kenapa belanja negara ini semakin banyak tanpa disesuaikan dengan pendapatan. Apakah ada orang yang menguntungkan dari hal ini? πŸ€‘
 
Makasih banget ari pemerintah bisa terbuka tentang defisit APBN ya... nggak ada yang bisa dipikirkan lagi kalau gini terjadi. Tapi sih, aku rasa perlu dicoba cari solusi yang lebih baik dari ini. Jika ingin tidak menciptakan utang baru, mending fokus memperbaiki keseimbangan primer dulu. Kalau seperti itu, maka defisit bisa dikurangi dan gak usah berutang lagi. Aku rasa pemerintah harus lebih teliti dalam merencanakan belanja negara ya...
 
aku punya pendapatnya, kalau defisit APBN itu sebesar Rp695 triliun itu nggak bisa dipungut dari aja giliran K/L yang terus belanja banyak-banyak πŸ€¦β€β™‚οΈ. tapi apa yang bisa dilakukan ya, pemerintah harus berutang lebih besar lagi untuk bayar bunga utang. tapi aku pikir jalan solusinya adalah memperbaiki keseimbangan primer, kalau gak bisa itu nggak ada jalan keluarnya πŸ€”. dan siapa tahu kalau kita kurangi belanja negara, atau tidak harus mengurangi penerimaan, tapi peningkatan pendapatan bukan masalahnya aja di sini πŸ€‘. kayaknya perlu buat strategi yang tepat untuk mengatur anggaran, biar tidak ada utang baru lagi 😬.
 
Mending jangan terburu-buru aja cari solusi dari defisit APBN ini, kayak gini aja masuk ke dalam ketergantungan utang yang makin sulit diatasi nanti πŸ€”. Mau ngurangi belanja negara atau peningkatan pendapatan? Keduanya punya resiko sendiri. Belanja negara yang kurang bisa jadi membuat banyak orang tidak menerima uang, sih. Sedangkan peningkatan pendapatan yang cepat nanti juga bisa jadi bukan sesuatu yang stabil, kayak gini πŸŒͺ️. Saya punya ide, cari cara lain aja buat mengatur anggaran yang lebih baik, misalnya dengan menghemat dan tidak terlalu banyak berinvestasi di bidang lain. Karena nggak ada jaminan bahwa peningkatan pendapatan itu akan stabil nanti 🀞.
 
Defisit APBN sebesar Rp695 triliun itu kayaknya makin mengejutkan nih, ga tahu bagaimana cara pemerintah bisa ngerasa harus berutang begitu banyak... πŸ€” Selama ini cerita utang negara yang susah dipikirkan, jadi ini pasti juga nggak bisa ngurangi belanja negara aja deh... Kaya kayaknya harus ada cara lain nih untuk mengatur anggaran, tapi ngga tahu bagaimana caranya... 😐
 
Makasih informasinya kan? Defisit APBN yang besar ini memang bikin kita penasaran. Aku pikir pemerintah harus tegas dalam mengatur anggaran, jadi tidak terus-biarkan defisit naik sembarangan. Kalau mau cari solusi, aku rasa memperbaiki keseimbangan primer itu lebih penting daripada cari cara untuk mengurangi belanja atau meningkatkan pendapatan. Tapi, saya juga penasaran dengan pandangan Celios tentang cara untuk mencapai defisit 0 persen. Mungkin ada yang bisa kita pelajari dari sana juga 😊
 
Defisit APBN itu buat gugup ya 😬. Jangan boleh sembarangan, harus ada strategi cari solusi. Mungkin perlu diselidiki dari mana pun masalahnya, apa yang salah dengan ekonomi kita sekarang? πŸ€” Tapi aku paham, kondisi ekonomi yang volatil ini buat semua orang stres πŸ˜…. Aku harap pemerintah bisa menemukan solusi yang tepat agar tidak harus banyak berutang ya πŸ’Έ.
 
Aku penasaran siapa yang bilang ekonomi Indonesia melemah kan? Tapi kalau benarnya defisit APBN itu tinggi sekali, mungkin karena kita terlalu banyak belanja aja... atau bisa jadi karena kita tidak mau mengurangi belanja dan hanya minta lebih banyak uang dari orang lain. Sama saja, aku sudah cukup capek berpikir tentang ini, toh aku akan fokus sementara ini ke hal-hal yang lebih menarik, gak?
 
kembali
Top