Jika Defisit APBN 0 Persen seperti Kata Purbaya, Apa Dampaknya?

Pemerintah menghadapi tantangan berat dalam mencapai defisit APBN nol persen pada akhir 2025. Karena itu, apabila defisit APBN nol persen bisa dicapai, apa dampaknya itu?

Sejauhmana pembelaan Purbaya dapat diterima? Pembelaan Purbaya mengatakan bahwa defisit fiskal yang nyaris menyentuh batas aman 3 persen pada akhir 2025 membuat Menteri Keuangan memutuskan untuk melonjorkan pelebaran defisit. Defisit tersebut akan mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, sejauh mana pembelaan Purbaya dapat diterima?

Dalam situasi tersebut, APBN dinilai perlu dijalankan bukan semata sebagai alat disiplin fiskal, tetapi juga instrumen yang responsif menjaga pertumbuhan ekonomi. Menteri Keuangan mempertanyakan bahwa apabila saya membuat defisit nol persen juga bisa dengan cara memotong anggaran, tapi ekonominya morat-marit.

Jika defisit APBN 0 persen seperti kata Purbaya, apa dampaknya?

Secara teknis, defisit APBN nol persen memang dimungkinkan. Hanya prasyarat mutlak: penerimaan negara harus sama dengan belanja. Artinya, jika pendapatan tidak berubah, satu-satunya cara mencapai anggaran berimbang adalah memangkas belanja negara hingga setara dengan defisit yang terbentuk.

Karena itu, apabila pemerintah benar-benar ingin menekan defisit hingga nol persen, semestinya ia harus berani memotong anggaran MBG yang mencapai Rp335 triliun dan mblokir anggaran kementerian/lembaga lainnya.
 
BIAR BISI! Jika defisit APBN nol persen bisa dicapai, itu berarti kita tidak perlu khawatir tentang utang negara lagi. Tapi, kita harus ingat bahwa ini bukanlah solusi yang mudah. Kita harus siap untuk memotong anggaran-anggaran yang tidak penting dan fokus pada kebutuhan pokok. Kalau memang tidak bisa dipotong, maka kita harus cari alternatif lain seperti meningkatkan pendapatan negara dengan cara mengoptimalkan pertanian atau mengeksploitasi sumber daya alam kita. KITA JANGAN BOLEH TERJADI KOMODITAS UTANG NEGARA!
 
Maksudnya kalau bisa nol persen defisit apa artinya? Ngomong-ngomong, aku pikir itu mirip dengan kalau cari utang dari orang lain tapi gak ada bunga. Pemerintah ngeluarin triliun uang dan kapan aja keuntungannya? Aku rasa ini bikin ekonomi menjadi tidak stabil banget. Dan nanti apa kalau belanja negara tidak bisa berubah sama dengan pendapatan? Bikin ganguan besar. Saya pikir lebih baik lagi caranya adalah cari cara lain untuk mengelola anggaran, bukan cuma nol persen defisit. Misalnya cari cara untuk meningkatkan penerimaan negara atau cari cara untuk menurunkan belanja negara secara bertanggung jawab.
 
Defisit nol persen itu nggak mungkin bisa dicapai dengan mudah aja 🤔. Menteri Keuangan itu benar-benar harus berani memotong belanja negara hingga nggak ada sisa lagi, dan tidak ada kemanisan. Ngga bisa cuma-cuma memotong anggaran saja, harus ada konsekuensi dari pemborosan negara. Masa-masa ini nggak bisa hanya sekedar ngeliat-ngeliat aja, harus ada rencana yang tepat dan tidak ambigu 🤑.
 
Gak bisa percaya apakah Pemerintah benar-benar ingin mencapai defisit 0 persen? Makanya kayaknya harus memotong gaji saya yang baru lulus dari kuliah, itu pasti solusinya! 😂 Tapi serius, kalau memang benar-benar bisa dilakukan, maka itu berarti Pemerintah benar-benar siap untuk mengurangi belanja dan menghemat. Saya rasa itu bisa jadi satu-satunya cara yang tepat untuk mencapai defisit 0 persen. Tapi siapa tahu nanti saya harus ngomongin sama orang tuuuy saya yang kayaknya tidak akan setuju dengan rencana itu... 🤔
 
Defisit APBN nol persen kayaknya bikin negara lebih stabil, tapi juga gak bisa berarti apa-apa kalau pembayaran utang masih gak ada jalan keluarnya 🤔. Menteri Keuangan yang bilang memotong anggaran sementara itu kan serasa sama dengan membeli tiket pesawat murah, tapi kalau tidak mau bayar tiketnya, apa sinyal apa? 🚫. Defisit nol persen sih bisa dicapai, tapi gak berarti kita bisa melawan morat-morat karenanya, kayaknya kita harus jujur mengenai prioritas negara 💸.
 
gak sabar banget ya kalau defisit APBN nol persen bisa dicapai, tapi aku rasa itu cuma soal teori aja, apa yang pasti gampangnya jadi realita klo pemerintah harus memotong anggaran banyak lagi... kayaknya lebih sulit banget, dan siapa tahu aja efeknya justru makin ekonomi morat-marit, aku rasa perlu ada kompromi, biar pertumbuhan ekonomi bisa terjaga juga
 
Maksudnya kalau pemerintah bisa capai defisit APBN 0 persen, itu artinya mereka harus bisa berhemat banget, kayaknya. Jangan hanya memotong-otong saja, tapi juga harus ada strategi yang tepat agar tidak terjadi morat-marit. Mereka harus bisa berpikir jangka panjang, bukan cuma fokus pada defisit. Kalau begitu, itu artinya mereka sudah bisa mengelola APBN dengan baik. 📊💸
 
Defisit apa lagi? 🤦‍♂️ Nah, kalau aku pikir, defisit nol persen itu tidak apa-apa kalau orang bisa menangani kelebihan belanja negara aja, ya! 🤑 Bisa saja memotong bebasan, ngurangi belanja yang tidak penting, dan buat anggaran yang lebih realistis. Tapi, aku rasa kalau pemerintah itu terlalu sibuk dengan kelebihan-kelebihan birokrasi, lupa dengan masalah yang nyata di lapangan 🤦‍♂️.

Aku pikir apa yang perlu dilakukan adalah menangani kelebihan belanja negara, bukan menanggungi defisit nol persen. Tapi, aku rasa itu cuma ide-ide sederhana aja, orang suka bermain-main aja! 😂
 
Kalau bisa nol persen defisit APBN, itu gini apa? Maksudnya kalau kita nggak ada kebutuhan lagi, tapi siapa tahu di masa depan ada masalah lagi. Kalau pemerintah benar-benar ingin bikin defisit 0, maka harus ada perubahan besar dalam anggaran negara. Ngga bisa cuma memotong saja aja, harus ada pengurangan pada sektor mana? Misalnya, kebutuhan bahan bakar, pertahanan, atau bahkan pendidikan. Jika tidak ada perubahan besar, maka hanya akan menimbulkan masalah lagi di masa depan 🤑
 
Wah, pemerintah benar-benar ingin jadi pengusaha keuangan ya 🤑. Membuat defisit 0 persen itu gampang banget, tapi apa yang harus dipikirkan adalah bagaimana caranya mereka bisa menghemat belanja negara tanpa membuat ekonomi morat-mariat. Ngomong-ngomong, apakah mereka pikir kita bisa hidup dengan tidak ada kebutuhan-kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan? Defisit 0 persen itu lebih seperti defisit kesenangan aja 😒.
 
Makanya pemerintah harus benar-benar berani untuk mengurangi belanja, tapi mereka juga harus berani untuk mengetahui bahwa ekonomi sedang morat-marit ya.. kalau tidak ada defisit yang sederhana, tapi hanya anggaran yang lebih banyak dan belum tentu akan digunakan, apa salahnya kita semua terjebak dalam konseptus yang tak berarti lagi?

Dan, pertanyaannya benar-benar perlu dipertimbangkan, kalau memotong belanja itu benar atau tidak. Kita harus tahu bahwa defisit yang sederhana bisa memberikan kemudahan bagi pemerintah dalam mengatasi krisis ekonomi. Jadi, bagaimana dengan strategi yang lebih radikal, apakah itu memang yang terbaik untuk ekonomi kita? 🤔💸
 
Defisit APBN 0 persen itu benar-benar sulit digamparkan 😅. Jika benar-benar nol persen, maka itu berarti kita harus berani memotong belanja negara dan tidak bisa melibatkan MBG yang besar, tapi ini juga akan sangat berdampak pada rakyat Indonesia 🤔. Sepertinya ada kepentingan yang terlalu tinggi yang membuat Pemerintah ingin mencapai target ini 💸.
 
kembali
Top