Pemerintah Indonesia sih harus jujur dengan rakyat kalau mereka ingin mengendalikan defisit hingga 0 persen, itu artinya mereka harus benar-benar memotong belanja yang tidak penting dan meningkatkan pendapatan . Jika hanya sekedar mengatakan bahwa program MBG adalah penyebabnya, tapi tidak ada langkah tindaklanjut, itu seperti mempolusi udara tanpa ada perubahan kebiasaan. Menteri Keuangan harus lebih realistis dalam pengelolaan fiskal dan tidak hanya sekedar membenarkan kebijakan yang sudah ada .
Defisit fiskal 2,92 persen ini memang bikin kita penasaran, tapi saya rasa pernyataan Menteri Keuangan itu bukanlah jawaban yang tepat . Saya pikir apa yang ada di balik kebijakan fiskal tersebut? Apakah kita sudah benar-benar mengukur semua sumber pendapatan dan belanja pemerintah? Ataukah ada hal-hal lain yang membuat defisit ini melonjak begitu banyak?
Saya yakin kalau program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bisa jadi penyebab utama defisit ini, tapi mungkin ada hubungannya dengan keterbatasan anggaran pemerintah. Saya rasa harus ada langkah yang lebih matang untuk mengatasi defisit ini, bukan hanya menyerap kesalahan-kesalahan kecil .
Kita harus punya anggaran yang tepat, tapi juga gampang banget terjadi defisit . Kita nggak bisa sembarangan saja menambah utang ya, tapi kita juga nggak bisa sembarangan saja menurunkan belanja . Mau kita menaikkan pajak atau nggak? . Yang jelas kita harus punya strategi yang cerdas dalam mengelola keuangan, kan? .