Jepang Tambah Kuota Pekerja Asing Sampai 2029, Siap Jadi TKI?

Pemerintah Jepang mengumumkan peningkatan kuota pekerja asing sampai tahun 2029, dengan target penerimaan sebesar 1,23 juta orang. Ini merupakan keputusan yang disepakati oleh Kabinet (Naikaku) pada Jumat (23/1/2026).

Kuota baru ini akan dihimpun melalui dua program, yaitu program pekerja terampil dan program pelatihan khusus. Lebih dari setengah dari total kuota tersebut, yaitu sekitar 617.400 orang, akan didatangkan sebagai pekerja terampil. Sisanya, yaitu sekitar 605.600 orang, akan mengisi kebutuhan sumber daya manusia di 17 bidang industri.

Pemerintah Jepang juga berencana untuk meluncurkan program pelatihan khusus baru pada April 2027 mendatang, yang akan diperkenalkan di bawah naungan Program Pengembangan Keterampilan Kerja. Program ini bertujuan untuk memastikan pekerja memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri dalam kurun waktu tiga tahun.

Alokasi kuota ini juga dipertimbangkan secara komprehensif, dengan menyerap 805.700 pekerja terampil untuk 19 bidang industri, termasuk produk manufaktur dan makanan. Sedangkan, kuota sisanya, yaitu 426.200 orang, akan mengisi kebutuhan sumber daya manusia di 17 bidang industri.

Peningkatan ini turut memperhatikan berbagai faktor, seperti perkiraan besar angkatan kerja domestik dan peningkatan produktivitas yang diharapkan. Jepang juga menargetkan untuk meningkatkan penggunaan pekerja asing sebagai bagian dari upaya mengatasi kekurangan sumber daya manusia.

Peningkatan kuota pekerja asing ini juga merupakan dampak dari peningkatan permintaan industri dan perubahan iklim kerja. Jepang kini memiliki persentase penduduk usia tua yang dominan, membuat kebutuhan akan pekerja asing terus meningkat.

Kuota baru ini turut memperhatikan upah minimum di Jepang, yang dapat mencapai Rp15-30 juta per bulan. Hal ini menjadi daya tarik bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) untuk berkarier di sana.
 
aku rasa kuota pekerja asing 1,23 juta orang itu lama sekali 😅. kalau kaya begitu, tidak perlu lagi program pelatihan khusus dan apa lagi program pengembangan keterampilan kerja. aku pikir lebih baik lagi kalau pemerintah Jepang fokus pada meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri sendiri. tapi mungkin aku salah, aku hanya netizen biasa aja 😂.
 
Aku rasa ini gak masuk akal banget! Aku punya teman yang selalu ngerasa kesepian di Indonesia, tapi sekarang ada akses ke Jepang yang lebih mudah? Aku rasa ini akan membuat banyak orang terus mencari pekerjaan di luar negeri, bukan membuat keseimbangan ekonomi semakin kacau. Dan apa dengan upah minimum yang tinggi itu? Apa kalau kita harus bekerja dengan gaji Rp15-30 juta per bulan, aku rasa aku dan teman-temanku akan sangat kesulitan untuk hidup di Indonesia 🤯
 
🤔 program ini apa sih? membutuhkan banyak orang... kapan mereka akan menemukan keterampilan yang dibutuhkan? 📚 tidak ada jawaban tentang bagaimana pelatihan ini, hanya target yang tinggi dan jangka waktu yang singkat...
 
aku pikir pemerintah Jepang sih mulu mau mengimpor pekerja asing kan, tapi aku rasa kita harus mempertimbangkan keamanan ekonomi kita sendiri terlebih dahulu. kalau kita ikut mengejar pekerja asing itu, nanti apa yang akan menjadi dampaknya pada industri lokal kita? apakah kita akan ketinggalan oleh teknologi dan kemampuan lainnya? aku rasa kita harus fokus untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas kita sendiri terlebih dahulu, jadi kita tidak perlu mengimpor pekerja asing.
 
🤩 Aku pikir peningkatan kuota pekerja asing ini benar-benar wajar, karena Jepang membutuhkan orang yang bisa memberikan kontribusi pada industrinya 📈. Aku percaya bahwa program pelatihan khusus ini akan membantu para pekerja migran Indonesia (PMI) untuk mengembangkan keterampilan mereka dan meningkatkan kompetensi di bidang-bidang tertentu 💼.

Aku juga setuju bahwa Jepang membutuhkan pekerja asing untuk mengatasi kekurangan sumber daya manusia, karena angkatan kerja domestiknya sedang turun 📉. Aku harap program ini akan membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri di Jepang 🚀.

Tapi, aku juga ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana Jepang akan memastikan bahwa pekerja asing ini tidak mengganggu integrasi sosial masyarakat Jepang 🤝. Aku harap pemerintah Jepang dapat melakukannya dengan efektif 💪.
 
ku kuota pekerja asing di Jepang itu apa sih? aku rasa peningkatan itu agak banyak banget, 1 juta orang! tapi aku juga paham bahwa Jepang membutuhkan pekerja asing karena angkatan kerja domestiknya sedang mengalami perubahan. aku harap pekerja-pekeranya tidak terlalu merasa lemah dan terjebak dalam program pelatihan itu, ya 😊
 
aku pikir kalau kuota pekerja asing itu terlalu banyak, aku bayangin apa yang akan terjadi ke nanti. mereka datang ke jepang dengan harapan mendapatkan pekerjaan tapi sayangnya tidak ada kerjaan yang cukup untuk semuanya... dan tentu saja kualitas hidupnya mungkin tidak bisa ditebus dengan gaji itu.
 
Aku tidak biasanya komentar tentang hal ini, tapi aku pikir pemerintah Jepang ini benar-benar serius dalam menyiapkan kuota pekerja asing mereka. Mungkin juga akhirnya mereka bisa menemukan jembatan untuk mengatasi kekurangan sumber daya manusia di negara mereka. Aku masih ragu-ragu tentang efektivitas program pelatihan khusus ini, tapi kalau benar-benar membantu meningkatkan keterampilan pekerja, maka itu lah yang penting! 🤔
 
Peningkatan kuota pekerja asing itu lagi-lagi bikin rasa gugup banget sih, apalagi kita Indonesia yang udah terbiasa dengan situasi ini sejak lama. Tapi kalau dilihat dari segi keuntungan, tentu saja pekerja asing bisa membantu Jepang menyelesaikan kekurangan sumber daya manusia, terutama di bidang industri.

Tapi gini aja, kita harus mempertimbangkan bagaimana dampak ini akan merespons oleh perekonomian kita sendiri. Misalnya, bagaimana caranya pekerja asing Indonesia bisa memiliki kualitas hidup yang sama dengan warga Jepang? Dan apa jadi dari pengeluaran dana ini nanti?

Dan lagi, peningkatan upah minimum di Jepang itu agak mengkhawatirkan. Apakah ini benar-benar bagus jika pekerja asing Indonesia harus mendapatkan upah yang sama dengan warga Jepang? Tapi bisa jadi ini juga menjadi daya tarik bagi kita, kan?
 
kembali
Top