AS Merencanakan Serangan Militer Terhadap Iran Dalam Waktu Singkat
Tel Aviv, Kementerian Pertahanan Israel mengungkapkan rencana Amerika Serikat untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam waktu singkat. Menurut sumber-sumber yang tidak diidentifikasi, Amerika Serikat merencanakan serangan terhadap Teheran dalam waktu dua minggu hingga dua bulan ke depan.
Sementara itu, Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengatakan bahwa AS akan melancarkan serangan militer terhadap Iran "dalam periode ketidakpastian". Namun, dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang rencana tersebut.
Siaran radio pasukan Israel juga menyebutkan bahwa AS tidak berbagi segalanya dengan Israel dan mengecualikannya dari proses pengambilan keputusannya. Artinya, Amerika Serikat mungkin memiliki rencana yang berbeda dengan Israel terhadap Iran.
Selain itu, Israel khawatir bahwa Presiden AS Donald Trump dapat mencapai kesepakatan dengan Iran tentang program nuklirnya "tanpa memasukkan rudal balistik Iran". Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Amerika Serikat mungkin tidak ingin melancarkan serangan terhadap Teheran.
Namun, perlu diingat bahwa rencana AS terhadap Iran masih belum dikonfirmasi oleh pihak-pihak yang berwenang. Oleh karena itu, informasi ini harus dibaca dengan hati-hati dan tidak dijadikan sebagai sumber kejutan.
Tel Aviv, Kementerian Pertahanan Israel mengungkapkan rencana Amerika Serikat untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran dalam waktu singkat. Menurut sumber-sumber yang tidak diidentifikasi, Amerika Serikat merencanakan serangan terhadap Teheran dalam waktu dua minggu hingga dua bulan ke depan.
Sementara itu, Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengatakan bahwa AS akan melancarkan serangan militer terhadap Iran "dalam periode ketidakpastian". Namun, dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang rencana tersebut.
Siaran radio pasukan Israel juga menyebutkan bahwa AS tidak berbagi segalanya dengan Israel dan mengecualikannya dari proses pengambilan keputusannya. Artinya, Amerika Serikat mungkin memiliki rencana yang berbeda dengan Israel terhadap Iran.
Selain itu, Israel khawatir bahwa Presiden AS Donald Trump dapat mencapai kesepakatan dengan Iran tentang program nuklirnya "tanpa memasukkan rudal balistik Iran". Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Amerika Serikat mungkin tidak ingin melancarkan serangan terhadap Teheran.
Namun, perlu diingat bahwa rencana AS terhadap Iran masih belum dikonfirmasi oleh pihak-pihak yang berwenang. Oleh karena itu, informasi ini harus dibaca dengan hati-hati dan tidak dijadikan sebagai sumber kejutan.