Tragedi Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali menyoroti kegagalan sistem keselamatan. Kini, dua jenazah ditemukan di lereng gunung tersebut berhasil dikonfirmasi sebagai korban kecelakaan pesawat. Jenazah pertama adalah seorang pramugari yang bernama Florencia Lolita, perempuan berusia 33 tahun, asal Jakarta Timur.
Pengidentifikasi jenazah dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan, dengan menggunakan sidik jari, data gigi, dan properti serta rekam medis. Proses ini berhasil dijalankan dengan lancar, sehingga identitas korban dapat dikonfirmasi.
Korban kedua masih dalam proses pengidentifikasi. Jenazah pertama tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, setelah dievakuasi dari puncak Gunung Bulusaraung, Kamis (20/1) pagi, dan segera dibawa ke ruangan jenazah dengan penanganan tim DVI Biddokkes Polda Sulsel.
Penanganan korban berlangsung lancar, diawali dengan pengawalan di dekat Rumah Sakit Bhayangkara Makassar oleh petugas kepolisian dan TNI. Pada saat ini, proses identifikasi telah dilakukan dan akan segera dilanjutkan untuk menemukan identitas korban kedua.
Kendati begitu, perjuangan dalam menghadapi bencana alam masih menjadi prioritas utama pihak berwajib. "Mudah-mudahan paket yang pertama segera juga sampai disini. Diperkirakan akan sampai dini hari," kata Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Tragedi ini mengingatkan kita pada pentingnya keselamatan dan kemandirian di bidang keamanan.
Pengidentifikasi jenazah dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan, dengan menggunakan sidik jari, data gigi, dan properti serta rekam medis. Proses ini berhasil dijalankan dengan lancar, sehingga identitas korban dapat dikonfirmasi.
Korban kedua masih dalam proses pengidentifikasi. Jenazah pertama tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, setelah dievakuasi dari puncak Gunung Bulusaraung, Kamis (20/1) pagi, dan segera dibawa ke ruangan jenazah dengan penanganan tim DVI Biddokkes Polda Sulsel.
Penanganan korban berlangsung lancar, diawali dengan pengawalan di dekat Rumah Sakit Bhayangkara Makassar oleh petugas kepolisian dan TNI. Pada saat ini, proses identifikasi telah dilakukan dan akan segera dilanjutkan untuk menemukan identitas korban kedua.
Kendati begitu, perjuangan dalam menghadapi bencana alam masih menjadi prioritas utama pihak berwajib. "Mudah-mudahan paket yang pertama segera juga sampai disini. Diperkirakan akan sampai dini hari," kata Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Tragedi ini mengingatkan kita pada pentingnya keselamatan dan kemandirian di bidang keamanan.